
"Ini ongkosnya." Ucap Xena tiba-tiba.
Sontak Papa dan Mama Arthur serta Dewa menoleh ke arah Xena.
Dewa pun mendekati Xena.
"Kamu ganti pacar Wa?" Tanya Tante Anya dengan entengnya saat Dewa mendekati Xena.
"Cih ganti pacar. Si Tante nanya nya enteng banget seolah-olah Dewa lagi ganti baju aja." Balas Dewa.
"Kamu gak bawa mobil, kok naik taksi?" Tanya Om Arlan.
"Mmm.. gak Om. Mobil Dewa di servis tadi." Balas Dewa berbohong. Tidak mungkin kan dia mengatakan kalau dia pergi bersama Arthur untuk menggantikan Arthur bertemu dengan wanita yang di jodohkan dengan Arthur.
Dewa belum tahu kalau tujuan orangtua Arthur kerumah Ayah Nancy untuk membicarakan tentang kelanjutan hubungan Nancy dan Arthur. Karena orangtua Arthur yakin nanti Arthur akan mengantar Nancy pulang.
Dewa juga tidak tahu kalau sekarang ia sedang berada di depan rumah orangtua wanita yang di jodohkan oleh Arthur.
"Ya udah Om, Dewa pulang dulu." Pamit Dewa.
"Eh.. sama aja. Om sama Tante juga lagi nunggu Arthur kok disini?" Ucap Om Arlan.
"Arthur? Emang Arthur mau kesini juga Om?"
Om Arlan menganggukkan kepalanya.
"Kamu tahu kan kalau Arthur Om jodohin sama teman Om? Nah, ini rumah temen Om itu." Ucap Om Arlan.
Mata Dewa membulat sempurna. Sama dengan Dewa, mata Xena juga membulat sempurna.
"Maaf Mas, Mbak, saya mau minta ongkos taksi." Ucap supir taksi tiba-tiba. Dan suara supir taksi tadi mampu menguarkan rasa kaget Dewa dan Xena.
"Oh.. iya ini Pak." Xena pun memberikan ongkos taksi itu pada pak supir.
"Mas nya jadi gak naik taksi saya?" Tanya supir taksi pada Dewa.
"Gak jadi Pak." Belum juga Dewa menjawab, Om Arlan sudah menjawab.
"Oh.. iya sudah kalau begitu. Saya permisi." Ucap supir taksi lalu beranjak dari tempat itu menuju taksinya.
"Ayo Wa, masuk." Ajak Om Arlan.
"Baik Pak." Balas Pak Andi.
"Ayo Wa masuk." Ajak Om Arlan lagi.
"I-ya Om, dulan aja." Balas Dewa.
Om Arlan dan Tante Anya pun masuk terlebih dulu, sedangkan Dewa dan Xena saling pandang dengan tatapan penuh ketegangan.
Krik Krik Krik. Suasana hening sesaat karena Dewa dan Xena sama-sama sedang mencerna kata-kata Om Arlan.
"Jadi bukan loe yang dijodohin sama Arthur?" Tanya Dewa pada Xena, setelah dirinya sadar kalau Xena bukanlah wanita yang di jodohkan dengan Arthur.
"Kamu juga, jadi bukan kamu yang di jodohin sama Kak Nancy?" Xena bertanya balik, dia pun sadar kalau ternyata laki-laki yang ada dihadapannya ini bukan lah laki-laki yang di jodohkan dengan Nancy.
"Mampus!!! Gimana dong?! Kalau ketahuan habis kita!!!" Lirih Xena.
"Apanya yang habis?" Tanya Tante Anya yang tak sengaja mendengar percakapan Xena dan Dewa.
Tante Anya yang kelupaan membawa buah tangan untuk orangtua Nancy terpaksa memutar tubuhnya dan kembali lagi kedepan rumah orangtua Nancy.
Niat hati ingin meneruskan langkah menuju mobil yang sudah terparkir diujung blok, tapi langkah kakinya terhenti saat melihat ketegangan di wajah Dewa. Tante Anya pun berniat untuk mengagetkan Dewa, tapi baru saja melangkah satu langkah, malah dirinya yang dibuat kaget oleh pertanyaan Dewa untuk Xena.
Mendengar suara Tante Anya sontak Dewa dan Xena pun menoleh sumber suara yang ada di belakang mereka.
"Apa maksud pembicaraan kalian tadi, hah?" Tanya Tante Anya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Dewa dan Xena tak mampu menjawab, wajah mereka pun sudah berubah pucat.
"Dewa, apa Arthur meminta mu menggantikan dirinya ke acara pertemuan dengan Nancy?" Tanya Tante Anya pada Dewa dengan tatapan mengintimidasi.
"Shiiit!!! Gara-gara Arthur gue jadi kena masalah kan!!" Dumel Dewa dalam hati.
"Dan kamu, apa Nancy yang menyuruh kamu menggantikan dirinya?" Sekarang Tante Anya bertanya pada Xena.
"Aduuuh.. Kak Nancy mana sih?!" Keluh Xena dalam hati.
Baik Dewa maupun Xena tak ada yang menjawab pertanyaan Tante Anya, mereka hanya menunduk antara takut dan merasa bersalah sambil terua bergumam dan ngedumel dalam hati.
Bersambung...