Partner In . . .

Partner In . . .
Na Thur 34



Setelah kurang lebih lima belas menit Bang Jago healing di goa Nembem, akhirnya Bang Jago berhasil memuntahkan bibit-bibit Jagoners.


Arthur pun tumbang seketika diatas tubuh Nancy.


"Makasih yah Cy, udah jaga goa Nembem buat Bang Jago." Ucap Arthur di telinga Nancy.


"Loe sendiri gimana? Udah berapa goa yang Bang Jago masukin?" Tanya Nancy.


Mendengar pertanyaan Nancy, Arthur mengangkat wajahnya hingga wajah mereka saling bertatapan.


"Loe nuduh Bang Jago jadi Kang Celup gitu?" Tanya Arthur tak suka.


"Gue kan cuma nanya. Laki-laki kan gitu."


"Tapi gak semua laki-laki kayak gitu! Buktinya gue gak!" Balas Arthur.


"Jadi loe gak?" Tanya Nancy menyelidik.


Arthur menganggukkan kepalanya.


"Baru goa Nembem loe yang pertama Cy." Jawab Arthur kemudian memeluk istrinya lagi.


"Dan selamanya buat Bang Jago." Ucap Arthur lagi di telinga Nancy.


💋💋💋


Meninggalkan pasangan yang baru selesai ritual pengguncangan ranjang, di belakang kamar mereka ada Dewa dan Xena yang tidak hentinya perang mulut.


Tadi, saat Nancy sedang mandi, di kamar Dewa-Xena, Dewa langsung memesan makanan melalui pelayanan hotel, karena Dewa malas keluar kamar, sedangkan Xena langsung mandi.


Dan disaat Arthur-Nancy sedang bercum•bu di kamar mandi, Dewa ketiduran karena menunggu Xena yang sangat lama mandi.


"Kak.. Kak Dewa.. bangun!!! Mandi dulu!!" Xena membangunkan Dewa dengan menggoyang-goyangkan kaki Dewa. Tapi Dewa tak merespon, ia masih asyik memejamkan matanya.


Dewa tidak benar-benar tidur, ia hanya ingin membuat Xena kesal.


"Kak Dewa bangun!! Mandi dulu!! Masa kita mau ritual main ulekan Kakak gak mandi dulu!! Mandi dong Kak." Rengek Xena.


Mendengar itu mata Dewa langsung membulat.


"Otak loe tuh yah!!! Masih bocah, udah mikir kayak begituan!!" Omel Dewa. Niatnya ingin membuat Xena kesal, eh.. malah sekarang Dewa yang kesal.


"Tuh kan bangun!!" Ejek Xena.


"Cih!!" Dewa berdecih sambil memutar bola matanya malas.


"Eh tunggu. Kamar Kak Nancy di belakang situ kan?" Tanya Xena.


"Mau ngapain loe?" Tanya Dewa sambil mengernyitkan keningnya.


Bukannya menjawab, Xena malah naik keatas ranjang lalu berjalan mendekati tembok yang ada di kepala ranjang, lalu menempelkan telinganya di tembok.


"Sst... Jangan ribut!! Aku mau denger suara mereka yang lagi ritual." Ucap Xena.


BUGH. Mendengar itu Dewa langsung memukul kaki Xena dengan bantal.


"Gi•la loe yah!!! Kurang kerjaan!!" Umpat Dewa.


"Bukannya gi•la Kak, ini tuh pelajaran buat aku, biar aku tuh tahu gimana cara bersuara yang baik dan benar kalau kita ritual main ulek-ulek'an!!" Balas Xena.


"Kalau soal begituan mag gak usah di pelajarin Xen!! Itu mah ngalir sesuai naluri!!" Balas Dewa.


"Emang Kakak udah pernah?" Tanya Xena menyelidik.


"Ya belom lah!!" Jawab Dewa.


Xena makin memicingkan matanya lalu mengubah posisinya dari berdiri ke duduk dan duduk di samping Dewa.


"Ayo ngaku... pasti Kak Dewa udah pernah kan ngulek di cobek karatan?!" Tanya Xena sekali lagi sambil menunjuk wajah Dewa dengan telunjuknya.


"Apaan sih loe orang di bilang gak!!" Balas Dewa sambil menepis tangan Xena.


"Udah ayo ngaku aja!! Aku gak akan marah kok, aku bisa terima masa lalu Kakak apa adanya." Balas Xena.


"Udah di bilang gak yah gak!!"


"Bohong!! Buktinya Kakak jago ciuman!!"


"Itu kan ciuman!! Emang siapa sih yang gak pernah ciuman!! Anak SD aja sekarang udah pinter cium-ciuman!!" Balas Dewa.


"Aku gak pernah!"


"Loe kan bukan makhluk bumi!! Loe kan Alien!!" Ejek Dewa.


"Iiikh.. Kak Dewa!!" Rengek Xena sambil memukul-mukul dada Dewa.


"Apaan sih loe sana akh!!" Dewa berusaha menepis tangan Xena yang sedang memukul-mukul dadanya. Tapi Xena tak juga mau berhenti.


Kesal karena Xena terus mengganggunya, Dewa pun memilih untuk beranjak dari tempat tidur, tapi saat Dewa ingin turun dari ranjang, Xena langsung menarik baju Dewa dan Dewa refleks menarik tangan Xena hingga akhirnya Xena jatuh dalam pelukan Dewa.


Mata mereka pun saling beradu.


Detak jantung Dewa pun berdetak lebih kencang dari biasanya begitu melihat wajah polos Xena dari jarak dekat.


Tak lama mata Dewa turun ke bibir Xena, Dewa menelan salivanya susah payah saat melihat bibir seksi Xena, khayalan bersilahturahmi bibir pun melintas di kepalanya.


Sadar kalau dirinya tidak boleh berkhayal seperti itu cepat-cepat Dewa mendorong Xena lalu turun dari ranjang dan berjalan dengan langkah panjangnya menuju kamar mandi.


Sama dengan Dewa yang salting, Xena juga merasakan hal yang sama dengan Dewa. Dan begitu Dewa masuk ke kamar mandi, Xena langsung memegang dadanya karena jantungnya yang sedang berdetak dengan sangat kencang.


Bersambung...