Partner In . . .

Partner In . . .
Na Thur 9



Mata Sagita membulat saat melihat sosok Dewa. Cepat-cepat Sagita menyentak tangan pria yang sedang melingkar di pinggangnya.


"Dewa." Lirih Sagita.


Dengan penuh emosi, Dewa mendekati Sagita dan selingkuhannya.


BUGH. Bogem mentah pun mendarat di wajah selingkuhan Sagita.


Baru satu kali terkena bogem mentah Dewa, tubuh pria selingkuhan Sagita pun langsung terhuyung beberapa langkah ke belakang.


Melihat selingkuhannya itu oyong, Sagita pun mendekati pria selingkuhannya itu.


"Kamu apa-apaan sih Wa!!!" Bentak Sagita.


"Kamu yang apa-apaan!!! Tega kamu yah selingkuhin aku!!!"


"Dia pacar kamu?" Mendengar kata-kata Dewa, pria selingkuhan Sagita pun kaget.


Sagita menggelengkan kepalanya.


"Cih!!!" Decih Dewa. Ia tak menyangka Sagita tak mengakui hubungan mereka, padahal mereka sudah sangat lama menjalin hubungan, bahkan mereka sudah merencanakan untuk menikah tahun depan.


"Iya, gue bukan pacarnya, gue mantan pacarnya!!" Tak ingin harga dirinya diinjak-injak Sagita, Dewa pun langsung bertindak tegas. Karena kalimat yang baru saja Dewa ucapkan sama saja ingin menegaskan pada Sagita kalau mulai detik itu hubungan mereka telah berakhir.


Setelah memutuskan hubungannya dengan Sagita, Dewa pun keluar dari dalam toko dengan langkah panjang dan emosi.


Sangking emosinya, Dewa sampai tidak memperhatikan jalannya.


BRUUK. Karena tidak memperhatikan jalannya, Dewa sampai menabrak seorang gadis yang sedang mengantri membeli ice cream. Gadis itu sampai terduduk di lantai karena ulah Dewa.


"Maaf... Maaf." Ucap Dewa pada gadis yang ia tabrak sambil menunduk tapi tidak membantu gadis itu untuk berdiri.


Sedangkan gadis yang Dewa tabrak tidak mau menerima permintaan maaf Dewa. Gadis itu pun berdiri.


"Maaf kepala mu!!! Udah nabrak sampe bikin aku jatuh, bukannya bantuin aku berdiri malah cuma minta maaf doang!!" Bentak gadis itu.


Merasa seperti pernah mendengar suara gadis itu, Dewa yang tadi menunduk pun mendongakkan wajahnya.


"Astaga... ini kan pria yang di jodohkan sama Kak Nancy." Gumam Xena dalam hati.


Sedangkan Dewa mengernyitkan keningnya memperhatikan wajah Xena.


"Ini seperti gadis yang di jodohkan sama Arthur, tapi kok yang ini manis yang tadi yang tante-tante. Apa cuma mirip aja?" Gumam Dewa dalam hati.


Melihat wajah Dewa yang sedang memperhatikan wajahnya, Xena tau kalau Dewa tidak menyadari kalau Xena adalah gadis yang bersamanya di restoran.


"Mending aku kabur aja deh, sebelum laki-laki ini sadar kalau aku yang sama dia tadi di restoran." Gumam Xena dalam hati.


"Dewaaaa." Tiba-tiba saja seorang wanita meneriaki nama Dewa. Siapa lagi kalau bukan Sagita.


Selepas Dewa meninggalkan toko, pria selingkuhan Sagita pun meminta penjelasan Sagita tentang hubungan Sagita dengan Dewa. Sagita pun berkata jujur, berharap lelaki selingkuhannya itu menerima Sagita. Namun sayangnya, lelaki selingkuhan Sagita itu sama seperti Dewa, ia tidak terima menjadi selingkuhan Sagita, lelaki itu pun memutuskan hubungannya dengan Sagita.


Sagita yang tak terima di putuskan oleh selingkuhannya itu, padahal dirinya sudah lebih memilih selingkuhannya ketimbang Dewa, Sagita pun mengejar lelaki itu dan memohon, tapi sayang lelaki itu bersikeras untuk tidak menerima Sagita lagi.


Menyesal karena sudah mencampakkan Dewa dan juga tidak ingin menjomblo, Sagita pun beralih mengejar Dewa.


Dan disini lah Sagita sekarang, beberapa meter di belakang Dewa.


Mendengar ada yang memanggil namanya, Dewa pun menoleh.


Dan disaat Dewa menoleh, disaat itu juga Xena mundur pelan-pelan bergegas kabur.


"Gita. Mau apalagi dia!!" Lirih Dewa saat melihat mantan kekasihnya lah yang memanggilnya.


Dewa tidak memperdulikan Sagita, ia pun kembali menoleh ke arah gadis yang belum ia sadari itu.


Ternyata Xena sudah beberapa meter menjauh darinya.


"Hei!!!"


Bersambung...