Partner In . . .

Partner In . . .
Na Thur 4



"Xen, aku ada ide." Ucap Nancy tiba-tiba sambil tersenyum penuh arti pada Xena.


"Kok perasaan aku gak enak yah." Gumam Xena dalam hati saat melihat tatapan Nancy.


"Sini." Nancy menarik tangan Xena dan berjalan menuju kamar Nancy.


Ceklek. Nancy membuka pintu kamarnya, lalu menarik Xena masuk ke dalam kamarnya, setelah itu menutup kembali pintu kamarnya dan tak lupa menguncinya.


"Apa sih kak?" Tanya Xena penasaran.


"Sini." Nancy kembali menarik tangan Xena dan mendudukkannya di atas ranjang.


"Aku ada ide Xen." Ucap Nancy.


"Ide apa?"


"Gini, untuk mengetes laki-laki yang mau di jodohin ke aku itu laki-laki baik-baik, gimana kalau kamu duluan yang maju." Ucap Nancy.


"Aku yang maju? Maksudnya?"


"Jadi nanti kalau pas ketemuan, kamu yang maju duluan. Nanti aku kasih arahan ke kamu untuk ngetes dia."


"Akh... gak mau!! Gak mau!!" Tolak Xena.


"Ayo dong Xen, emangnya kamu tega kalau kakak sepupu mu yang baik hati ini jatuh ke tangan siluman buaya? Gak kan?" Bujuk Nancy.


"Tapi kalau nanti Om tau gimana?"


"Gak bakal tau. Nanti aku bilang ke Ayah supaya kami ketemuannya cuma berdua tanpa orangtua." Ucap Nancy.


"Berapa lama?"


"Ya sampe semua tes dari aku selesai lah." Jawab Nancy.


Xena menghela nafasnya kasar.


"Ya udah. Tapi jangan lama-lama yah ngetesnya." Ucap Xena sambil memanyunkan bibirnya.


"Uluh.. uluh.. makasih yah adik ku." Balas Nancy sambil memeluk Xena.


💋💋💋


Di apartemen Dewa.


Dewa yang baru pulang dari showroomnya langsung di tarik paksa oleh Arthur ke ruang tengah saat Dewa ingin masuk ke kamarnya.


"Apaan sih loe!!" Omel Dewa sambil memukul lengan Arthur.


"Gue minta bantuan loe Wa." Ucap Arthur.


"Bantuan apalagi sih Thur!! Loe minta gue jemput, udah gue jemput, loe minta nginep di apartemen gue, gue kasih. Terus loe sekarang mau minta bantuan apalagi?"


"Bantu apa?"


"Bantu gue untuk pura-pura jadi gue."


"Ngelunjak loe yah lama-lama!!! Gak mau gue!!! Loe kan tau gue udah punya cewek. Nanti kalau pas gue ketemuan sama cewek itu dan ada temen cewek gue atau bahkan cewek gue yang ngeliat kan berabe!!!" Tolak Dewa.


"Ya elah Wa, cuma sehari doang kok. Nanti pas ketemuan, loe bilang aja sama dia untuk sepakat nolak perjodohan."


"Lah kalau dia gak mau? Apalagi muka gue ganteng, mana ada cewek yang nolak kalau di jodohin sama gue."


"Uweeek. Ganteng!!! Cewek loe aja gak ganti-ganti, sok bilang ganteng loe!!! Giliran di putusin cewek loe, ngancem mau bunuh diri!!! Mana ada orang ganteng kayak begitu!!"


"Itu namanya setia be•go!!!" Balas Dewa sambil menoyor kepala Arthur.


"Jadi gimana mau gak loe bantuin gue?"


"Gak!!! Gue gak mau ambil resiko!!" Tolak Dewa tetap pada pendiriannya.


"Ayo dong Wa, bantuin gue, yah.. please." Mohon Arthur.


"Loe kenapa sih nolak banget. Coba aja dulu loe ketemuan sendiri, manatau aja ceweknya cakep dan sesuai sama tipe loe."


"Masalahnya, gue udah punya cewek yang gue suka."


"Kalau gitu loe tinggal bilang bokap loe aja lah!!"


"Gimana bokap gue mau percaya kalau gue belum bawa langsung ke depan matanya."


"Ya gampang lah, tinggal bawa aja tuh cewek ke depan orangtua loe!!"


"Masalahnya gue belum punya status apa-apa sama dia. Jangan kan status, dia aja gak tau kalau gue suka sama dia."


"Astaga Thur... cinta dalam hati nih ceritanya?"


Arthur mengangguk lemah.


"Rencananya gue baru mau ngejar dia kalau urusan perjodohan udah selesai. Makanya, loe bantuin gue dong. Yah..." mohon Arthur lagi dengan wajah memelas.


Melihat wajah Arthur yang memelas, Dewa pun tak tega. Dan akhirnya Dewa pun menganggukkan kepalanya.


"Ya udah, gue bantuin!! Tapi cuma sehari aja yah!! Dan gue gak mau berurusan sama bokap loe!!"


"Thanks banget my brother!!!" Ucap Arthur kegirangan sambil memeluk Dewa.


"Haish... minggir loe!!! Gue mau mandi!!" Omel Dewa sambil mendorong tubuh Arthur, lalu berjalan menuju kamarnya.


"Yes.. Nancy.. sebentar lagi aku datang." Lirih Arthur sambil tersenyum bahagia.


Bersambung...