
PLAAK. Saat sedang asyik memantau Aki Edwin yang sedang mengejar Nini Madam, tiba-tiba saja lengan Arthur di pukul Esar.
"Kok loe gak bilang ada Aki?"
"Ya mana gue tau. Orang pas gue keluar, Aki sama Nini juga keluar dari lift." Jawab Arthur.
"Sakit gak kena tonjok?" Tanya Arthur sok-sok perhatian.
"Ya sakit lah be•go!!"
"Loe gimana sih Mill, bukannya nolongin Esar." Protes Arthur masih dalam mode pura-pura.
"Siapa suruh dia mesum!!" Jawab Millie ketus.
"Mesum apaan sih!!! Emang salah apa nyium pacar sendiri."
"Salah lah be•go!! Orang loe nyium nya di kantor!!! Aturan nanti aja di apartemen!!!"
PLAAK. Millie memukul lengan Arthur.
"Ini lagi ngaco!!" Omel Millie.
"Sini gue lihat." Kini Millie mendekati Esar untuk melihat wajah Esar yang sudah di bogem Aki Edwin.
"Hemh... alamat uwu-uwu an lagi deh ini." Dumel Arthur dalam hati.
Meninggalkan Esar dan Millie yang sedang uwu-uwu an, di luar perusahaan IYG Archie & Properteam, ada Aki Edwin yang sedang susah payah membujuk istri semata wayangnya itu agar tidak pergi meninggalkannya.
"Sayang... jangan gini dong, aku minta maaf kalau aku salah." Mohon Aki Edwin.
"Aku akan memaafkan kamu, Ed, tapi dengan satu syarat."
"Apa? Apapun syaratnya akan aku lakukan."
"Jangan lagi mencampuri urusan Millie dan Esar. Biarkan mereka menjalin hubungan."
"Ta.."
"Apa? Kamu gak mau?"
"Bukannya gak mau sayang. Tapi aku masih jengkel kalau ingat si bocah ingusan itu bentak-bentak Millie."
"Ya sudah kalau kau tidak mau!!" Nini Madam pun kembali melangkah.
"Ets, tunggu. Oke, mulai sekarang aku gak akan campurin urusan mereka, aku akan ngerestuin hubungan mereka." Kata Aki Edwin.
"Benar?" Tanya Nini Madam sambil memicingkan matanya.
Aki Edwin menganggukkan kepalanya cepat.
"Ya sudah. Aku memaafkan mu." Ucap Nini Madam.
"Kita masuk lagi ke dalam yuk." Ajak Aki Edwin.
"Gak. Aku gak mau masuk lagi ke dalam. Aku mau ke hotel!!! Aku capek, aku mau istirahat!!" Tolak Nini Madam tegas.
Aki Edwin menghela nafasnya kasar.
"Oke. Kita ke hotel aja kalau gitu." Jawab Aki Edwin mengalah.
💋💋💋
Hari-hari berlalu. Tak terasa sudah sebulan saja hubungan Esar dan Millie.
Tak ada lagi Aki Edwin yang mencak-mencak dengan hubungan mereka karena kubu ibu-ibu yang mendukung hubungan Esar dan Millie. Kubu ibu-ibu itu siapa lagi kalau bukan Nini Madam, Mama Nia dan Maca. Kalau sudah begitu, kubu kaum bapak bisa apa?
Dan berkat provokasi dari Nini Madam yang meminta Esar melamar Millie, maka hari ini tepat di hari jadi mereka yang sebulan, Esar berniat melamar Millie.
Sangking niatnya, Esar sampai memanggil keluarganya dan keluarga Millie ke London untuk menjadi saksi saat Esar melamar Millie.
Keluarga Millie dan Esar tidak memberitahu pada Millie alasan sebenarnya mereka datang ke London. Mereka hanya mengatakan kedatangan mereka hanya untuk sekedar menjenguk Millie dan Esar.
Dan malam ini adalah malam dimana Esar akan melamar Millie yang berkedok makan malam dengan keluarga besar di sebuah restoran. Millie tidak merasa curiga sama sekali, karena memang keluarganya, keluarga Esar dan keluarga Mandala memang sering menyewa satu restoran untuk mereka makan malam bersama.
Keluarga Esar dan keluarga Millie yang memilih menginap di hotel pun sudah lebih dulu pergi ke restoran itu. Begitupun dengan Nancy dan Arthur. Berhubung mereka berdua adalah seksi repot, jadi mereka harus lebih dulu datang ke restoran itu.
Ini bukan teriakan Esar yang pertama, entah sudah berapa kali Esar meneriaki Millie.
Ceklek. Akhirnya Millie pun keluar dengan dress merah yang diberikan Maca.
Mulut Esar menganga melihat penampakan Millie yang begitu cantik dan seksi karena dress yang Millie pakai meskipun panjang tapi berbelahan dada rendah.
Eits... tunggu, berbelahan dada rendah? Esar langsung menggeleng-gelengkan kepalanya saat setan mesum hampir merasuki jiwa dan pikirannya.
"Pakaian loe kok terbuka banget?" Protes Esar.
"Terbuka apanya sih? Gak kok, biasa aja."
"Itu tuh...rendah gitu!!!" Esar menunjuk bagian dada Millie.
"Mesum loe yah!!!" Bentak Millie saat tau kemana arah tangan Esar.
"Gue kan cuma nunjuk, gak megang!!! Gitu aja di bilang mesum!!!" Omel Esar.
"Lagian loe ngapain nunjuk-nunjuk kesini!!!"
"Gue kan cuma kasih tau doang kalau itu rendah banget. Masuk angin nanti tuh susu nya."
"Udah akh bawel!!! Kita pergi sekarang!!" Millie tak menghiraukan kata-kata Esar, ia melangkahkan kakinya keluar dari ruang tengah.
"Mudah-mudahan gue gak khilaf." Doa Esar dalam hati sambil mengikuti Millie dari belakang.
Kini mereka sudah berada dalam mobil.
Tak ingin konsentrasinya terganggu karena melihat mochi jumbo yang menyembul dari belahan dada Millie yang rendah, Esar pun membuka jas yang ia pakai.
"Pakai ini." Ucap Esar sambil memberikan jas nya pada Millie.
"Kenapa?"
"Udah gak usah banyak tanya!! Pakai aja kalau loe mau kita selamat sampe tujuan." Ucap Esar.
Millie pun mengikuti apa maunya Esar.
Setelah hampir lima belas menit dalam perjalanan yang sangat menggoda iman Esar, akhirnya mobil yang Esar kendarai tiba juga di parkiran restoran.
Setelah mobil terparkir dengan mulus, Esar dan Millie pun turun dari dalam mobil.
"Ini jas loe." Millie mengembalikan jas milik Esar.
Esar pun menerima jas itu dari tangan Millie lalu memakainya kembali. Millie mendekati Esar, niatnya ingin membantu Esar mengancingkan jas nya. Namun, baru Millie melangkah satu langkah, Esar sudah berteriak melarang Millie untuk mendekat. Esar takut tergoda dengan sembulan mochi jumbo yang bisa membuat Casper gentayangan.
Setelah memakaikan jas nya, Esar dan Millie pun melangkah beriringan menuju restoran.
"Maaf Nona, Tuan, restoran ini sudah di booking." Ucap pelayan restoran yang berjaga di depan pintu.
"Kami tau. Yang di dalam itu keluarga kami. Saya Gry dan ini Nona Millie." Balas Esar.
"Maaf Tuan. Silahkan masuk." Pelayan itu pun mempersilahkan Millie dan Esar masuk.
"Hai cucu Nini yang cantik.." sapa Nini Madam antara ramah atau sedang mengejek Millie. Karena semenjak kejadian waktu itu akhirnya Nini Madam berhasil menguasai Aki Edwin untuk dirinya seorang.
"Cih..." decih Millie sambil memutar bola matanya malas, tapi tetap saja membalas cepika-cepiki Nini Madam.
Setelah cepika-cepiki dengan Millie, Nini Madam pun beralih pada Esar.
Esar dan Millie pun menyapa semua anggota keluarga yang datang sebelum mereka duduk di table yang sudah di sediakan khusus untuk mereka. Dan sampai disitu, Millie juga tidak curiga.
Esar tak langsung melamar Millie, mereka memilih untuk mengisi perut mereka. Setelah mengisi perut, baru lah masuk ke acara inti.
"Gue ke toilet dulu yah." Ucap Esar.
Millie yang sedang asyik menyantap desert nya hanya menganggukkan kepalanya saja.
Semenit setelah Esar pergi, tiba-tiba lampu restoran mati. Ini adalah bagian dari acara melamar Millie.
Apa yang Esar harapkan dengan mematikan lampu restoran? Berharap Millie ketakutan? Atau berharap Millie akan mengkhawatirkan dirinya yang sedang di toilet? Jangan harap!!!
Bersambung...