
Mata Nancy membelalak saat melihat penampilan Millie yang terlihat lebih seksi dan polesan make yang lebih berani.
"Siapa loe? Kok loe kenal sama gue?" Tanya Nancy masih tak percaya dengan penampilan Millie yang ia lihat sekarang.
"Gue jitak loe yah!!" Omel Millie.
"Esar udah dateng?" Tanya Millie.
"Udah." Jawab Nancy.
"Ini beneran loe Mill? Kok penampilan loe kayak bule bar-bar?"
"Loe ngejek Nini gue? Nini gue kan bule bar-bar!!"
"Salah lagi gue!!" Gerutu Nancy dalam hati.
"Udah yuk kerja." Ucap Millie sambil berjalan menuju ruang kerjanya dengan angkuhnya.
Nancy pun mengikuti Millie dari belakang. Sambil terus bertanya-tanya dalam hatinya, setan apa yang sudah merasuki tubuh Millie sampai-sampai Millie berpakaian seksi dan bermake up berani seperti itu. Karena setau Nancy, Millie hanya mau memakai pakaian seksi dan bermake up berani kalau pergi ke pesta saja.
Kini mereka sudah berada dalam ruang kerja Millie, Millie pun sudah duduk manis di kursi kebesarannya.
"Loe kasambet setan apa Mill, tumben pake dress seksi begitu ke kantor?" Tanya Nancy.
"Emangnya salah kalau gue pake, pakaian kayak gini?" Millie malah bertanya balik.
"Salah sih gak, cuma ini kayak bukan loe aja." Jawab Nancy.
"Bukan gara-gara loe berantem sama si Esar kan makanya loe tiba-tiba ngerubah penampilan loe?"
"Dih rugi amat gue ngerubah penampilan gue gara-gara berantem sama dia!!" Jawab Millie ketus.
"Gue tuh cuma mau balas dendam aja sama si Mr. Bloon itu, dia kan gak suka ngeliat pake pakaian kayak gini, jadi gue mau buat dia ngerasain apa yang gue rasain sekarang." Kata Millie lagi.
"Loe kesel gara-gara Esar gak mau dengerin kata-kata loe tentang Jasmine?" Tanya Nancy.
Millie menganggukkan kepalanya.
"Dan loe tau apa yang dia bilang ke gue? Kalau gue selama ini hanya ngatur hidup dia. Padahal maksud gue kan baik, gue gak mau orang yang udah gue anggap keluarga gue jatuh ke pelukan perempuan yang salah." Kata Millie.
"Kasihan aunty Nia kalau sampe anak laki-laki kesayangannya hancur karena perempuan gak bener. Karena aunty Nia pernah cerita kalau uncle Irlan pernah hancur gara-gara salah mencintai perempuan dan meninggalkan aunty Nia, bahkan sampe uncle Irlan depresi karena gara-gara menyesal. Makanya aunty Nia gak mau itu terjadi lagi sama si Mr. Bloon." Kata Millie lagi.
"Mungkin niat loe baik Mill. Tapi kan gak semua orang mengerti niat baik loe. Apalagi orang yang baru pertama kali ngerasain jatuh cinta. Kalau menurut gue sih, mending loe biarin aja dulu Esar mengecap manisnya rasa jatuh cinta. Nanti lama-kelamaan juga rasa manis itu akan berganti jadi pahit dan Esar bakalan tau sendiri kebusukan perempuan itu. Segala sesuatu yang di mulai dengan tidak baik, pasti akan berakhir tidak baik juga Mill. Jadi mending loe fokus dengan diri loe aja mulai sekarang, fokus menemukan laki-laki yang sesuai standart loe." Balas Nancy.
"Lagian loe kan juga belum nemu bukti yang otentik tentang kebusukan si Jasmine itu, nanti kalau loe udah megang bukti itu baru kasih tau Esar dan tunjukkin bukti-bukti itu." Kata Millie lagi.
"Tapi kalau sampe si Jas Ujan itu berhasil ngejebak si Mr. Bloon gimana? Terus bilang kalau dia hamil anak Esar gimana?" Tetap saja Millie mengkhawatirkan hal yang sangat ia takutkan. Takus si Casper masuk ke dalam goa lembab yang salah.
"Ngebiarin dia dengan pilihannya kan bukan berarti loe gak bisa mantau kan? Lagian gue rasa itu gak akan mungkin terjadi deh, karena kalian berdua kan selalu di kelilingi bodyguard bayangan. Jadi gue rasa gak akan semudah itu Esar di jebak. Kecuali emang si Esar yang mau ngelakuin itu secara sadar dan sukarela." Jawab Nancy.
Millie menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Nancy.
"Ya udah, sekarang loe pulang ambilin baju ganti gue. Risih juga gue pake baju ginian siang bolong." Ucap Millie.
"Males gue!!! Lagian loe ada-ada aja sih!! Mending kita beli aja ke toko pakaian, sekalian keluar makan siang." Jawab Nancy.
"Ya udah yuk. Gue juga udah laper nih." Millie pun mengangkat bokongnya dari kursi kebesarannya.
"Masih setengah jam lagi Mill istirahatnya."
"Loe sadar gak yang ngajak loe keluar siapa? Gue, Millie, anak dari salah satu pemilik perusahaan ini." Kata Millie dengan sombongnya.
"Udah ayuk." Millie pun menarik tangan Nancy dan keluar dari ruang kerjanya.
Mereka pun berjalan menuju lift. Namun baru saja mereka ingin membuka pintu lift, suara Arthur yang memanggil nama Millie menghentikan langkah Millie dan Nancy.
"Mill.. Millie.." teriak Arthur.
Millie dan Nancy pun memutar tubuh mereka. Melihat tampang Arthur yang panik, Millie pikir terjadi apa-apa pada Esar karena Millie ingat kalau tadi Esar membawa bekal makan siang dari Jasmine.
"Kenapa loe?" Tanya Millie, jantungnya sudah berdetak kencang.
"Loe mau kemana?" Arthur malah balik bertanya.
"Mau beli baju gantinya si Nyai nih, sekalian cari makan." Jawab Nancy.
"Ssh..auw." ringis Nancy sambil mengusap lengannya. Meski pukulan Millie pelan, tapi panasnya itu terasa sampai ke tulang ekor.
"Gue boleh ikut kalian?" Tanya Arthur.
"Gak. Tugas loe jaga tuh si Mr. Bloon!!" Tolak Millie tegas.
"Males gue sama dia Mill, masa Jasmine buatin bekal makan siang buat kita berdua, eh.. malah dia sendiri yang nguasain. Dia gak mau bagi ke gua." Adu Arthur.
"Ya boleh yah, gue ikut kalian. Please." Mohon Arthur.
"Ya udah ayo." Jawab Nancy.
Mata Millie membulat saat Nancy memperbolehkan Arthur ikut dengannya.
"Udah biarin aja. Udah yuk." Nancy pun menarik tangan Millie yang hendak protes.
Mereka pun masuk ke dalam lift.
"Beneran loe cuma mau ngikut kita makan siang doang?" Tanya Millie pada Arthur. Ia masih penasaran dengan ekspresi wajah Arthur tadi.
"Oh.. iya gue lupa." Pekik Arthur sambil menepuk jidatnya.
"Lupa apa?"
"Lupa, gue tadi kan mau bo•ker dulu." Ucap Arthur tanpa berdosanya.
Dan baru saja Arthur mengatakan itu tiba-tiba gas beracun pun keluar dari cerobong asap Arthur.
Pyuuuuuut.
"ARTHUUUUUUR!!!!!" Teriak Millie dan Nancy sambil menjambak rambut Arthur.
Meski suaranya kecil, tapi aroma gas yang keluar dari cerobong asap seperti aroma belerang.
Millie langsung membuka pintu lift meski mereka belum sampai di lobi.
"Bo•ker dulu loe sana!!! Ken•tut loe nyenggol ta•ik tau gak!!! Bau banget!!!" Omel Millie sambil mendorong Arthur keluar dari dalam lift.
"Tunggu gue Mill.." teriak Arthur sebelum Millie menutup pintu lift.
"Gue tunggu di lobi." Jawab Millie. Dan Millie pun menutup kembali pintu lift.
Setelah itu menyemprotkan parfume ke dalam lift agar aroma belerang berganti dengan aroma parfume Millie.
Untung saja Millie dan Nancy tidak pingsan karena di kepung aroma belerang dari cerobong asap pembuangan Arthur.
💋💋💋
Kini mobil yang di kendarai Arthur sudah sampai di depan toko barang branded Herpes untuk membeli pakaian ganti untuk Millie.
"Gue tunggu sini aja yah." ucap Arthur yang tidak mau menjadi tumbalnya Millie. Tumbal menunggu Millie memilah-milih pakaian dan tumbal membawakan barang-barang yang Millie beli. Syukur-syukur kalau hanya Millie saja yang membeli, bagaimana kalau Nancy juga ikut di belikan Millie. Tidak kebayang seberapa banyak belanjaan mereka.
"Enak aja loe!!! Ikut turun loe!!" Omel Millie.
"Tapi Mill..."
"Gak ada tapi-tapian!!! Mau turun gak loe? Gue tendang nih kalau loe gak mau turun!!" Ancam Millie.
Dan ancaman Millie itu pun berhasil membuat nyali Arthur menciut. Mau tak mau Arthur pun turun dari dalam mobil dan siap menyerahkan dirinya sebagai tumbal ke khilafan Millie dan Nancy.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam toko Herpes itu.
Karena tujuan utama mereka adalah untuk membeli pakaian, mereka pun langsung naik ke lantai atas dimana tempat pakaian berada.
Sudah lima belas menit Arthur menunggu Millie dan Nancy mencari pakaian untuk Millie tapi belum ada satupun pakaian yang cocok dengan mata Millie.
"Bener-bener yah si Nyai Kompeni, milih baju aja ribet, apalagi milih cowok!!" Gerutu Arthur dalam hati.
Arthur yang mulai bosan itu pun memilih untuk duduk di kursi kosong dan memainkan game online untuk menghilangkan rasa jenuhnya.
Dan akhirnya pakaian untuk Millie pun dapat setelah masa pencocokkan hampir setengah jam. Padahal hanya satu set pakaian kantor yang Millie beli, tapi memakan waktu hampir setengah jam.
Bersambung...