
Di dalam ruang kerjanya Millie terus mondar-mandir gelisah. Gelisah antara ingin memberitahu Aunty Nia atau tidak.
"Loe kenapa sih kayak setrikaan Mill? Pusing gue liatnya tau gak." Omel Nancy.
"Cy menurut loe, gue harus aduin ini ke Aunty Nia gak?" Tanya Millie.
"Ya elah gue kirain loe gelisah gara-gara apaan. Kalau menurut gue, loe gak usah aduin dulu. Kan kita belum punya bukti tentang si Jasmine, takutnya kalau nanti loe kasih tau sama nyokapnya si Esar tanpa ada bukti, si Esar makin menjadi-jadi dan makin gak bisa terkontrol. Udah lah Mill, biarin aja dulu begitu." Jawab Nancy.
Millie diam sejenak memikirkan kata-kata Nancy. Apa yang Nancy katakan sepertinya masuk akal Millie.
"Ya udah deh. Biarin aja dulu begitu. Sekarang tinggal nunggu informasi dari orangnya Nini." Jawab Millie.
Millie pun berjalan menuju kursi kebesarannya.
"Astaga, gue lupa." Pekik Millie sambil menepuk keningnya.
"Lupa apa?"
"Gue belum kirim fotonya si Jas Ujan sama Nini." Ucap Millie.
"Pantesan Nini loe belum ngasih kabar." Balas Nancy.
"Loe suruh aja si Arthur fotoin si Jasmine, kan si Jasmine ada di ruang kerja si Esar." Kata Nancy lagi.
"Iya, loe bener." Millie pun mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Arthur dan menyuruh Arthur memfotokan Jasmine.
Millie : Thur, fotoin dulu si Jas Ujan itu diem-diem terus kirim ke gue.
Tak sampai satu menit, Millie pun mendapat balasan dari Arthur.
Arthur : mau ngapain loe? Mau nyantet si Jasmine?
Millie : loe pikir gue pengecut sampe pake cara begituan!!! Ini tuh lebih serem dari pada dunia persantetan!! Cepet kerjain aja apa yang gue perintahin!!
Millie pun meletakkan ponselnya kasar ke atas meja kerja nya.
Di dalam ruang kerja Esar.
Disaat Esar dan Jasmine sedang cekikikan bercanda. Ada satu orang yang sedang cosplay menjadi kambing congek melihat kemesraan sepasang anak manusia yang belum jelas hubungannya. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Arthur.
TRING. Bunyi notifikasi pesan di ponsel Arthur.
Arthur pun mengambil ponselnya yang sedari tadi ia letakkan dimeja kerjanya.
Ternyata Millie lah yang mengirim pesan untuknya. Arthur pun membuka pesan yang Millie kirimkan untuknya lalu membalas pesan dari Millie itu.
"Iya juga yah, ngapain juga dia nyantet-nyantet. Lah orang dia melotot aja, orang yang di pelototin aja langsung kena serangan jantung." Gumam Arthur dalam hatinya setelah selesai berbalas pesan dengan Millie.
Arthur pun menatap pasangan tanpa status yang ada di hadapannya dan mengangkat ponselnya dan pura-pura memainkan ponselnya untuk memotret Esar dan Jasmine. Walau sebenarnya mata Arthur sangat sakit melihat kemesraan mereka, tapi apa boleh buat daripada dirinya kena amukan si Nyai Kompeni, mau tak mau Arthur pun melakukan apa yang di perintahkan Nyai Kompeni.
Setelah memfoto Esar dan Jasmine yang sedang mesra-mesraan, Arthur pun mengirimkan hasil fotonya kepada Millie. Sengaja Arthur mengirimkan foto Esar dan Jasmine yang paling mesra, agar bukan hanya matanya yang belekan, tapi mata Millie juga harus ikut belekan.
Di ruang kerjanya, setelah mendapat balasan dari Arthur, Millie pun langsung mengirim foto Jasmine ke nomor sang Nini, ya.. walaupun ia sempat gregetan melihat foto yang di kirimkan Arthur.
💋💋💋
Esar dan Jasmine sudah meresmikan hubungan mereka menjadi sepasang kekasih. Tak ada lagi Esar dan Millie yang seperti kembar dempet, yang ada sekarang adalah Esar dan Jasmine. Semenjak pertengkarannya dengan Millie, Esar tak lagi pergi kuliah bersama Millie. Esar memberikan kunci mobil pada Millie dan dirinya berangkat bersama Arthur. Arthur mengantar Esar ke apartemen Jasmine terlebih dahulu dan mereka sarapan bersama disana, setelah itu baru Arthur mengantar Esar ke kampus. Esar benar-benar menjauhi Millie, mereka hanya berkomunikasi hanya saat meeting saja, selebihnya Arthur dan Nancy lah yang mereka suruh sebagai penyambung lidah mereka.
Hari ini hari malam minggu. Layaknya orang pacaran pada umumnya, di London juga mengenal istilah malam minggu dan wajib apel kekasih sama seperti di Indonesia.
Dan malam minggu kali ini, adalah malam minggu pertama Esar mengapel Jasmine sebagai kekasih. Karena ini malam minggu pertama Esar dan Jasmine, oleh karena itu, Esar tidak ingin dibuntuti Arthur.
"Loe gak usah ikut yah." Ucap Esar pada Arthur sambil menata rambutnya dengan pomade.
"Dih... emangnya gue pernah minta ikut loe pacaran? Yang ada loe yang ngajak gue terus." Omel Arthur.
"Harusnya loe tuh terimakasih sama gue karena gue selalu bawa loe. Daripada loe jadi bulan-bulanannya Nyai Kompeni, loe mau? Lebih enak ngeliat gue pacaran kan daripada liat mukanya si Nyai?" Balas Esar.
"Cih.. sama-sama gak enak dua-duanya. Ngintilin loe pacaran bikin mata gue sepet, kalau sama si Nyai bikin jantung gue olahraga mulu." Balas Arthur.
"Sar, ngomong-ngomong loe gak mau damai apa sama Millie?" Tanya Arthur. Bukan karena dirinya prihatin dengan pertengkaran Esar dan Millie, tapi karena dirinya sudah lelah menjadi penyambung lidah Esar jika ingin berbicara dengan Millie.
"Kalau dia masih suka ikut campur urusan pribadi gue, mending kayak gini aja. Kan lebih tenang hidup kita kayak gini, bener gak?"
"Pala loe hidup tenang!!!" Dumel Arhur.
"Udah yah, gue pergi dulu." Pamit Esar.
Esar pun keluar dari unit apartemennya. Dan saat Esar keluar, ternyata Nancy sedang berdiri di depan pintu unit apartemen Millie sedang membuka kode pintu.
Esar yakin kalau Nancy pasti akan memberitahu Millie kalau malam ini dirinya keluar tanpa Arthur, tapi Esar sama sekali tidak perduli. Esar terus melangkahkan kakinya menuju lift.
Dan benar saja dugaan Esar, begitu Nancy masuk ke dalam unit apartemen Millie, dengan langkah terburu-buru Nancy menghampiri Millie yang sedang menatap layar ponselnya di ruang televisi.
"Mill.. Mill.. kayaknya si Esar mau ngapel Jasmine deh." Kata Nancy persis seperti emak-emak komplek yang sedang bergosip saat membeli sayur di abang-abang penjual sayur keliling.
"Emmmm." Millie yang sedang serius menatap layar ponselnya hanya menanggapi sekedarnya saja.
"Mill, loe denger gak sih?! Esar pergi malam mingguan, tanpa Arthur." Kata Nancy lagi dengan penuh penekanan.
Teng. Seketika otak Millie pun menerima kata-kata Nancy dengan sangat baik.
"Hah?! Esar pergi tanpa Arthur?!" Kaget Millie. Millie pun berdiri dari tempat duduknya.
"Kita harus segara nyusulin Esar. Ini bahaya Cy." Kata Millie lagi dengan raut wajah panik.
"Bahaya kenapa?"
"Nih, baca. Ini laporan dari intelnya Nini." Millie menyodorkan ponselnya pada Nancy.
"Apaaaa!!! Jadi Jasmine itu sugar baby Tuan Charles dan tujuan dia ngedekitin Esar untuk ngambil saham Om Irlan?!"
Millie menganggukkan kepalanya.
"Kita harus cepet selamatin Esar, karena ini udah menyangkut perusahaan. Jangan sampe cacing tanah itu berhasil ngejebak Esar."
Nancy menganggukkan kepalanya setuju dengan pendapat Millie.
Bersambung...