Partner In . . .

Partner In . . .
Na Thur 47



Aroma maskulin tubuh Esar berhasil menghipnotis Millie dan membangunkan gairah Millie.


Bagai tentara siluman, jari jemari Millie perlahan menyusup masuk ke balik celana Esar dan berhasil memasuki samak belukar yang mengelilingi Casper.


Merasakan tangan nakal Millie yang sudah menjalar ke semak belukar, sontak Esar langsung membuka matanya. Pikir Esar, tante kunti yang sedang menggerayanginya.


Dengan gerakan cepat, Esar langsung menangkap tangan Millie, menyentaknya lalu lompat dari atas ranjang.


"Apaan sih loe Sar!!" Bentak Millie.


"Millie!! Loe ngapain disini?" Kaget Esar masih tak percaya kalau yang menggera•yangi-nya adalah istrinya sendiri.


"Ya mau tidur sama loe lah!"


"Bukannya loe mual deket-deket gue?!"


"Sekarang gak. Udah sini."


"Gak percaya gue!! Loe beneran Millie atau cuma kuntilanak yang berubah wujud jadi Millie."


"Loe nuduh gue kuntilanak gitu?"


"Bukan nuduh, cuma mau mastiin aja! Kalau loe emang Millie, siapa nama panjang gue, nama panjang loe, tanggal lahir gue dan tanggal lahir loe!" Tantang Esar.


"Loe masih gak percaya kalau ini gue?!"


"Udah cepetan sebut!"


Dengan kesal Millie pun menyebut apa yang Esar minta secara lengkap.


"Udah puas loe!!!" Kesal Millie setelah selesai menyebutkan apa yang Esar minta.


Mendengar semua jawaban Millie yang tepat, baru lah Esar percaya kalau yang ada di hadapannya sekarang adalah Millie asli.


Esar pun mendekati Millie yang sedang duduk diatas ranjang.


"Jadi loe beneran Millie?"


"Masih gak percaya juga?"


"Percaya kok, percaya!" Jawab Esar.


"Jadi loe udah gak mual deket gue?"


"Tauk!!" Jawab Millie ketus. Nyai kompeni sudah ngambek.


"Jangan ngambek dong." Goda Esar sambil menoel dagu Millie tapi Millie tetap saja cemberut.


Esar diam sejenak, ia memikirkan godaan apalagi yang akan ia berikan pada Millie.


Tak lama Esar tersenyum licik, ia baru ingat kalau tadi tangan Millie sempat menyusuri semak belukar yang mengelilingi Casper.


"Yang tadi mana?" Tanya Millie pura-pura tidak tahu.


Esar makin tersenyum licik.


Ia pun beranjak dari atas ranjang dan berdiri disamping ranjang.


"Yakin, lupa sama yang ini?" Goda Esar sambil mengeluarkan Casper dari jeruji kain.


Millie menelan salivanya susah payah begitu melihat penampakan Casper si tuyul botak yang masih klemer-klemer seperti lemper.


"Mau di terusin gak? Kalau mau diterusin, biar aku bangunin Caspernya."


"Jangan!!! Biar aku aja yang bangunin Caspernya!" Jawab Millie. Millie pun mendekati Esar yang berdiri disamping ranjang dengan tatapan penuh gairah.


Kini Millie sudah duduk di tepi ranjang tepat di hadapan Esar berdiri.


Perlahan Millie menurunkan boxer dan jeruji kain yang memenjarakan Casper.


Setelah menurunkan boxer dan jeruji kain, tangan Millie pun memijat lembut Casper yang masih klemer-klemer seperti lemper agar bangun dan mengeras seperti tongkat sungokong.


Esar memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya untuk merasakan dan menikmati pijatan lembut tangan Millie.


Tak sampai satu menit, Casper pun bangun dari bobok gantengnya. Merasakan Casper sudah bangun dan mengeras barulah Millie memasukkan Caspee ke goa giginya terlebih dahulu, hitung-hitung pemanasan dulu.


"Sssh... ah.." des•ah Esar saat Casper masuk kedalam goa bergigi Millie.


Tak bisa di pungkiri, ia sangat rindu bercinta dengan Millie.


Baru tiga menit di dalam goa bergigi, Casper sudah ngelunjak minta di masukkan kedalam goa tempatnya biasa bersemedi.


Esar pun menghentikan kepala Millie yang sedang maju mundur di bawah sana lalu mengeluarkan Casper dari dalam goa bergigi Millie.


"Aku gak tahan lagi Mill!!" Ucap Esar dengan suara yang berat dan nafas yang ngos-ngosan.


"Sama, aku juga!!" Balas Millie.


Dan dengan gerakan cepat, Esar membuka semua kain yang menempel pada tubuh Millie. Setelah membuat Millie polos, barulah Esar membuka kaos yang ia pakai.


Setelah sama-sama polos, Esar pun membaringkan Millie dan menindih tubuh istrinya itu lalu memberikan sengatan-sengatan nikmat di tubuh Millie dengan mulutnya.


Mulai dari bibir, leher, dua bakpao susu, lalu turun ke perut, paha dan berakhir di goa tempat Casper biasa bersemedi.


Dirasa cukup memberi sengatan ditubuh Millie, barulah Esar memasukkan Casper kedalam goa persemedian Casper.


"Sssh... ahhh.." erang keduanya saat Casper masuk dengan gagahnya ke dalam goa.


Bersambung...