Partner In . . .

Partner In . . .
Na Thur 22



Mendengar Millie mendes•ah, Esar pun menghentikan aktivitas bibirnya.


"Kalah loe!!" Ucap Esar.


Millie memejamkan matanya dan mengeraskan rahangnya kesal karena Esar tiba-tiba berhenti memberikan sengatan padanya.


"Berarti malam ini Casper tiga kali yah masuk goa kramat?"


Millie hanya menganggukkan kepalanya, namun dalam hatinya ingin sekali ia berteriak pada Esar "Cepat lanjutin!! Udah gak tahan!!!", namun kata-kata itu sebisa mungkin Millie tahan karena gengsi yang sangat besar.


"Selama seminggu." Lanjut Esar lagi.


Lagi dan lagi Millie hanya menganggukkan kepalanya.


"Beneran yah, kalau loe nolak satu kali aja berarti hari yang sebelumnya dianggap hangus." Nego Esar.


"Mmm.."


"Beneran? Kok tumben loe gak...." belum selesai Esar mengungkapkan rasa herannya, tiba-tiba Millie langsung menyeruduk dirinya.


"Banyak omong loe!!!" Ucap Millie lalu mendaratkan bibirnya di bibir Esar.


Mata Esar membulat melihat sahabat yang kini menjadi istrinya bersikap agresif.


Namun meski kaget dengan sikap agresif Millie, Esar tetap membalas ciuman yang Millie daratkan. Mereka pun saling mengunyah bibir dengan sangat rakus, lidah mereka juga saling membelit tanda jika permainan semakin memanas.


Dirasa asupan oksigen dalam paru-paru menipis, Millie yang ada diatas tubuh Esar pun melepaskan tautan bibir mereka.


"Kita pindah ke kamar yuk, Mill." Ajak Esar sambil mendudukkan dirinya.


Tapi barus saja Esar duduk, Millie sudah mendorong tubuh Esar hingga Esar kembali berbaring.


"Kita disini aja." Millie menolak ajakan Esar untuk pindah ke kamar sambil dirinya melepas sleepwear bagian atasnya.


Melihat Millie melepas bagian atas sleepwear-nya, Esar menelan salivanya susah payah.


"Ssh... ah.." desau Esar saat bibir dan lidah Millie menyengat tubuhnya.


Tangan Esar tak tinggal diam, tangannya merambat ke punggung Millie dan membuka pengait mangkok kain penutup bakpao susu Millie.


CLETAK. Pengait pun terbuka. Dengan sekali tarikan Esar menarik pengait itu dan membuangnya ke sembarang arah.


Kini bagian atas Millie sudah benar-benar polos. Tangan Esar pun bisa dengan leluasa memainkan dua bakpao susu yang sedang bergelantungan diatasnya.


"Mmh.. ah.." desau Millie saat Esar memainkan bakpao susunya.


Tak tahan lagi, tubuh keduanya meminta lebih dari sekedar sengatan di kulit.


Millie pun menjauhkan bibirnya dari dada Esar dan berdiri, cepat-cepat Millie membuka pakaian bawahnya. Sama seperti Millie, Esar juga cepat-cepat membuka pakaian bawahnya.


Kini mereka sudah sama-sama polos.


Millie pun kembali naik keatas tubuh Esar, mereka berciuman panas sebentar dengan tangan yang saling memberi sengatan. Tangan Millie memijat pelan Casper yang memang sudah bangun dari tidurnya dan jari jemari Esar juga memberi sengatan di bibir goa kramat Millie yang sudah becek.


Meski sudah sama-sama dalam tegangan berkekuatan tinggi, Millie tak langsung memasukkan Casper ke dalam goa kramat dan Esar pun tidak meminta Millie untuk memasukkan Casper ke dalam goa kramat.


Ingin merasakan sensasi yang lebih, Millie pun mengubah posisinya. Jika tadi posisinya wajah ketemu wajah, sekarang posisi mereka wajah Millie bertemu dengan wajah Casper dan wajah Esar bertemu dengan bibir goa kramat Millie.


Millie pun memasukkan Casper kedalam goa bergigi dan Esar pun memainkan lidahnya di bibir goa kramat. Mereka pun saling memberi kenikmatan dengan cara yang baru pertama kali mereka lakukan dan sepertinya untuk seterusnya mereka akan melakukan cara seperti itu.


"Ssh... ah.." desau Millie saat lidah Esar masuk di dalam goa-nya dan berliuk-liuk didalam sana.


"Sar... ah.." racau Millie saat dirinya merasa dirinya sudah hampir mendekati puncak klimakstation.


Esar pun mengeluarkan lidahnya dari dalam sana.


Bersambung...