
"Ekhem... maaf Tuan-tuan. Apa sudah tidak ada yang ingin di bicarakan lagi? Kalau tidak, silahkan keluar karena saya harus visit."
"Tapi dok, soal permintaan saya tadi-"
Tau apa yang akan dibahas Aki Edwin, Payo langsung menarik tangan Aki Edwin.
"Makasih dok. Kami permisi dulu. Tidak usah di pikirkan omongan Aki-aki ini." Ucap Payo.
"Ayo Dad." Payo terus menarik tangan Aki Edwin sampai Aki Edwin beranjak dari kursi.
"Tunggu!! Daddy belum selesai."
"Ayo akh!!!" Tetap saja Payo memaksa Aki Edwin keluar dari ruangan dokter.
Setelah bersusah payah mengeluarkan Aki Edwin dari ruangan dokter, akhirnya mereka berada di luar ruangan dokter.
"Awas kamu!! Daddy belum selesai bicara sama dokter!!" Protes Aki Edwin sambil mendorong tubuh Payo agar menyingkir dari depan pintu ruangan dokter.
"Udah lah Dad, kayak gak pernah ngerasain engap gara-gara gak balapan aja, pake provokatorin dokter ngelarang Esar balapan!" Balas Payo sambil menarik tubuh renta Aki Edwin.
"Kamu tuh yah!!! Daddy ngelakuin itu untuk menjaga kandungannya Millie juga!!!"
"Menjaga apaan kayak gitu!! Kalau gara-gara itu si Esar balapan liar ilegal gimana? Daddy mau tanggung jawab?!"
"Memangnya berani menantu bloon kamu itu begitu?!"
"Ya namanya juga laki-laki Dad!!! Udah akh, gak usah kayak nenek-nenek yang datang bulan. Merepet terus, ngoceh terus!!" Balas Payo.
Kini mereka sudah sampai di depan kamar rawat Millie.
Sudah ada Nini Madam yang menunggu mereka.
"Darimana kalian?" Tanya Nini Madam dengan tatapan mengintimidasi.
"Ini Mom, Daddy mau provokatorin dokter biar Esar gak bisa jenguk anaknya!" Jawab Payo mengompori.
Makin tajam saja tatapan mata Nini Madam pada Aki Edwin.
"Dasar anak laknat, kenapa dia bilang di bagian itu!!" Gerutu Aki Edwin dalam hati.
"Maksud Daddy tuh baik Mom, untuk menjaga kandungan Millie." Elak Aki Edwin membela diri.
"Memangnya kandungan Millie kenapa kalau Esar jenguk anaknya, hah? Dulu waktu aku hamil Yordan aja, kamu grasak-grusuk ngebolak-balikkin aku, jenguk Yordan sehari sampe tiga-lima kali, tapi Yordan selamat kan sampe sekarang. Yah, walau hasilnya kayak begini." Balas Nini Madam.
Payo memutar bola matanya malas mendengar kata-kata Nini Madam, secara tidak langsung Nini Madam sedang mengatai dirinya.
"Udah lah Dad, gak usah kayak anak kecil dan ngatur-ngatur rumah tangga Millie dan Esar." Kata Nini Madam lagi.
Payo menggelembungkan pipinya mendengar ancaman Nini Madam apalagi sekarang wajah Aki Edwin sangat melas.
"Ini semua gara-gara kau bule kampret!! Awas saja kau!! Bisa-bisanya seorang Ayah rela anaknya di buat susah oleh suami-nya!!" Gerutu Aki Edwin dalam hati sambil melirik sinis Payo.
💋💋💋
Indonesia.
Pukul 01.00
Nancy terbangun dari tidurnya karena ingin buang air kecil, tapi hasrat ingin vivisnya seketika tertahan saat ia tidak mendapati suaminya ada disebelahnya.
Cepat-cepat Nancy keluar dari dalam kamar dan turun ke lantai bawah.
"Thur..." panggil Nancy sambil menuruni anak tangga.
"Gue di dapur Cy." Jawab Arthur dari dapur.
Dengan setengah berlari Nancy pun pergi ke dapur.
Sesampainya di dapur, Nancy langsung memeluk Arthur yang sedang memasak dari belakang.
"Gue kirain loe lagi berduaan sama selingkuhan loe!!"
"Apaan sih!! Jangan mulai deh!!" Balas Arthur.
"Kok masak mie instannya banyak banget?" Tanya Nancy saat melihat tiga bungkus mie instan di dekat kompor.
"Gak tau, gue pengen aja." Balas Arthur.
"Yakin karena pengen? Bukan buat selingkuhan loe?"
"Iya buat selingkuhan gue, cacing selingkuhan gue!! Puas loe!!" Balas Arthur.
"Hish.."
"Loe mau? Biar sekalian gue masakin."
"Gak deh. Aku gak selera lihatnya." Jawab Nancy. Bagaimana mau selera kalau Arthur memasak mie instannya tanpa toping apa-apa, baik telur, sosis, sayur atau apapun itu yang bisa menggugah selera.
"Bener yah, awas loe minta!!"
"Mmm..." jawab Nancy sekarang, tapi tidak tahu kalau nanti.
Bersambung...