Partner In . . .

Partner In . . .
Bab 29



Keesokan harinya


Setelah semalaman Millie menata hatinya, akhirnya kekuatan Millie pun penuh kembali. Tak terlihat kesedihan dari wajahnya karena Esar yang lebih memilih Jasmine di banding dirinya. Maka dari itu, Millie pun menguatkan hatinya untuk tidak lagi mencampuri urusan Esar, yang penting Millie sudah memberi peringatan pada Esar.


Hari ini adalah hari Minggu, dimana hari yang biasa Nancy dan Millie pakai untuk bermalas-malasan dengan bangun siang. Tapi tidak dengan hari Minggu kali ini, entah kerasukan setan apa Millie tadi malam sampai-sampai pagi ini Millie sudah bangun pukul tujuh waktu setempat.


"Cy.. bangun Cy.." Millie yang sudah rapih dan tinggal memakai riasan wajahnya membangunkan Nancy yang masih terlelap.


"Apaan sih loe Mill, gue masih ngantuk." Omel Nancy.


"Loe gak bosen apa setiap weekend rebahan mulu. Healing yuk." Ajak Millie.


"Healing kemana?" Tanya Nancy malas.


"Shopping, eating, watching terus nangkring deh.."


"Dasar bule gembleng!!! Ponselnya yang kena banting, otaknya yang rusak." Dumel Nancy dalam hati.


"Ayo Cy, cepetan!!!!" Millie yang tidak sabaran pun menarik tangan Nancy sampai Nancy terduduk.


"Aaaakh..iya-iya!!!" Teriak Nancy saat Millie hendak menyeretnya dari tempat tidur.


Mau tak mau Nancy pun turun dari atas ranjang dan berjalan ke kamar mandi.


Satu setengah jam kemudian.


Kini Millie dan Nancy sudah berada di parkiran.


"Mill.." Panggil Arthur.


Millie dan Nancy pun menoleh ke belakang.


Ternyata Arthur tidak sendirian, melainkan berdua dengan Esar. Melihat wajah Esar, cepat-cepat Millie mengalihkan pandangannya dan masuk ke dalam mobil. Sama dengan Millie, Esar pun juga memalingkan wajahnya dan masuk ke dalam mobil.


"Mau kemana kalian?" Tanya Arthur pada Nancy.


"Mau shopping sama mau cuci mata, udah demβ€’ek banget nih mata ngeliat muka loe sama temen loe itu." Jawab Nancy ketus.


"Gue boleh ikut kalian gak?"


"Dih.. ngapain loe ngekor-ngekor?!"


"Mending ngekor sama kalian dari pada harus ngintilin bucin pacaran. Bikin mata bintilan doang." Jawab Arthur.


"Woy Thur, loe mau ikut gak?! Kalau gak mau ikut gue pergi nih." Teriak Esar dari dalam mobil.


"Udah sana loe sama temen loe, itung-itung loe awasin aja tuh temen loe biar gak masuk perangkap si bidadari setan itu." Usir Nancy.


Wajah Arthur pun memelas karena Nancy tidak mengijinkan dirinya untuk mengintili mereka.


"Kalau loe mau ikut kita, yah udah masuk!!!" Teriak Millie dari dalam mobil.


Mata Nancy dan Arthur membelalak. Aneh, tumben Millie tidak menyuruh dirinya untuk mengekori Esar.


"Jadi loe mau ikut mereka, ya udah gue pergi!!" Setelah mengatakan itu, Esar pun melajukan mobilnya dari parkiran.


Setelah mobil Esar pergi, Millie pun keluar dari dalam mobil.


"Masuk loe!!! Loe yang bawa mobil!!" Perintah Millie pada Arthur ketus lalu pindah ke kursi penumpang bagian belakang.


Setelah Millie masuk, Nancy dan Arthur pun masuk ke dalam mobil. Nancy duduk bersama Millie di bagian belakang sedangkan Arthur harus rela menjadi supir Nancy dan Millie. Bagi Arthur lebih baik menjadi supir dua wanita kucing garong itu ketimbang harus menjadi supir Esar dan Jasmine.


"Tumben Mill, loe ngebiarin Esar berduaan sama si Jasmine? Kalau nanti Jasmine..." Tanya Nancy.


"Bodo amat!!!! Biar aja, biar rusak sekalian dia!!! Gue gak perduli!!!" Jawab Millie ketus.


"Terus gimana dengan nyokapnya Esar?" Tanya Nancy.


"Gue akan kasih tau Aunty Nia tentang Jasmine. Biar Aunty Nia aja yang urus si Mr. Bloon itu." Jawab Millie. Millie sudah benar-benar tidak ingin mengurus Esar lagi.


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


Kini mobil yang Arthur kendarai sudah sampai di sebuah mall terbesar di London. Hal yang pertama mereka lakukan adalah mengisi perut mereka karena saat pergi Millie, Nancy dan Arthur belum mengisi perut mereka.


Setelah kurang lebih satu jam mengisi perut mereka, kini tujuan mereka adalah ke bioskop untuk menonton. Namun saat hendak keluar dari restoran itu, ada suara laki-laki yang memanggil Millie.


"Millie."


Sontak Millie, Nancy dan Arthur pun menoleh ke arah sumber suara.


"Cih..Alpabeth!!!" Decih Millie sambil memutar bola matanya malas saat melihat laki-laki yang selalu membuatnya kesal di kampus.


"Loe kenal dia Mill?"


"Gak. Udah yuk jalan." Ucap Millie sambil menarik tangan Nancy.


Melihat Millie hendak kabur, cepat-cepat Alpha berlari menghampiri Millie.


"Hei Nona cantik, mau kemana?" Apa kau mau berpura-pura tidak mengenali ku?" Tanya Alpha sambil berjalan di samping Millie.


"Hei bro, jaga jarak mu!!!" Dengan gaya sok gagahnya Arthur memberi peringatan pada Alpha.


Alpha mengacuhkan peringatan Arthur dan hanya melirik Arthur sekilas.


"Apa dia kekasih mu?" Tanya Alpha.


"Kalau iya kenapa?" Millie malah balik bertanya.


"Ya sudah kalau tidak percaya. Tidak penting juga kau mau percaya pada ku atau tidak!!" Jawab Millie ketus, lalu menarik tangan Nancy.


Alpha tersenyum melihat tingkah Millie.


"Sangat menggemaskan." Lirih Alpha pelan tapi masih bisa di dengar oleh Arthur.


"Hei bro, aku peringatkan jangan mengubah kucing persia yang cantik dan menggemaskan menjadi macan betina yang sedang datang bulan!!" Sekali lagi Arthur memberi peringatan pada Alpha.


Bukannya takut dengan peringatan Arthur, Alpha malah makin tertarik.


"Waaah, sepertinya aku sudah tidak sabar melihat perubahan kucing persia itu." Celetuk Alpha karena tau maksud dari kata-kata Arthur.


"Arthur!!!" Teriak Millie karena Arthur jauh di belakangnya dan malah mengobrol dengan Alpha.


Cepat-cepat Arthur berlari menyusul Millie dan siapa sangka Alpha juga ikut berlari menyusul Millie.


Sepanjang jalan menuju bioskop Millie dan Alpha terus berdebat sangking terus berdebat, Millie sampai melupakan Nancy dan Arthur. Mau tak mau Nancy dan Arthur hanya mengekori Millie dan Alpha dari belakang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kok gue kayak dejavu yah Cy." Celetuk Arthur.


"Sama. Gue juga dari tadi mau ngomong itu." Balas Nancy.


"Kayak Millie sama Esar." Kata Nancy lagi.


Arthur menganggukkan kepalanya setuju dengan kata-kata Nancy.


"Dulu ngeliat mereka berdebat terus, pengen banget gue jedotin kepala mereka berdua. Tapi sekarang, ngeliat mereka musuhan kok gue malah kangen yah sama perdebatan mereka yang selalu unfaedah." Kata Nancy.


"Sama. Sedih gue ngeliat mereka berantem sampe jalan masing-masing kayak sekarang. Padahal sebelum tupai burik itu hadir, mereka udah kayak kembar dempet." Timpal Arthur.


Tak terasa mereka sudah sampai di depan bioskop. Perdebatan Millie dan Alpha yang sedari belum berhenti semakin menjadi-jadi saat mereka ingin memilih film.


"Kita nonton yang ini saja." Kata Alpha.


"Hei!!! Yang mau nonton bersama mu siapa!! Aku kesini mau menonton bersama sahabat-sahabat ku." Jawab Millie keceplosan, padahal tadi ia mengatakan Arthur adalah kekasihnya.


"Hahahaha... akhirnya sekarang kau mengaku kan kalau laki-laki itu sahabat mu?!" Tanya Alpha sambil tertawa puas karena Millie mengakui kebohongannya sendiri.


Millie memutar bola matanya malas lalu berjalan mendekati Arthur dan Nancy yang berada jauh di pojokkan dan mengobrol-ngobrol seperti orang pacaran.


"Loe berdua yah, malah kayak orang pacaran!!" Omel Millie.


"Ya habisnya loe berdebat mulu sih sama tuh orang." Balas Nancy.


"Ngomong-ngomong tuh orang siapa sih Mill?"


"Dia orang rese di kampus gue!!" Jawab Millie ketus.


"Ganteng juga tau Mill, kenalin sama gue dong." Bisik Nancy di telinga Millie tapi masih bisa di dengar Arthur.


"Cih... masih gantengan juga gue!!" Celetuk Arthur.


"Eh.. ngomong-ngomong tuh orang mana?" Tanya Arthur sambil matanya berkeliling mencari keberadaan Alpha.


Sontak Millie dan Nancy pun mencari keberadaan Alpha. Dan benar saja, Alpha sudah tidak ada lagi di tempat tadi Millie meninggalkannya.


"Bagus deh kalau tuh orang gak ada." Celetuk Millie.


Tapi siapa sangka ternyata Alpha pergi untuk membeli tiket film yang tadi dia tunjuk dan setelah empat tiket di tangannya, Alpha pun kembali menghampiri Millie.


Melihat Alpha yang muncul kembali dan berjalan mendekatinya, Millie kembali memasang wajah kesalnya.


"Ini aku sudah beli tiket filmnya." Kata Arthur tanpa dosa.


"Film apa itu?" Tanya Nancy.


"Film komedi." Jawab Alpha.


"Badan doang gede, tatoan, eh.. nontonnya film komedi." Celetuk Arthur menggunakan bahasa negaranya.


"Hah? Kau ngomong apa?" Tanya Alpha yang tidak mengerti apa yang sedang di bicarakan Arthur.


"Bukan apa-apa." Jawab Arthur.


"Ayo." Alpha pun menarik tangan Millie.


Millie yang tidak mau ikut dengan Alpha langsung menyentak tangan Alpha.


Tapi baru saja ia menyentak tangan Alpha dan hendak mengomel, tiba-tiba saja matanya teralihkan dengan kehadiran sepasang kekasih yang sedang memilih film, sepertinya sepasang kekasih itu juga akan menonton film.


Entah sadar atau tidak, sekarang malah Millie yang menarik tangan Alpha dan menggandeng tangan Alpha.


"Ayo." Ajak Millie.


Melihat itu Nancy dan Arthur menganga, hanya beda sepersekian detik Millie langsung berubah pada Alpha. Tapi saat melihat kehadiran sepasang kekasih itu, Nancy dan Arthur pun tau apa yang menyebabkan Millie berubah secepat itu.


Karena sepasang kekasih itu adalah Esar dan Jasmine.


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹ Promo bentar yah... πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


Dengan tidak mengurangi rasa sayang dan rasa hormat serta rasa yang tak pernah hilang. Othor mohon kesudiannya mampir di karya othor yang satu ini. Kenapa? karena ini adalah karya lomba pertama othor. Jangan lupa di jadiin FAVORITE dan tinggalin jejak kalian dengan kasih LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE.


MAKASIH πŸ™πŸ™πŸ™ πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹