Partner In . . .

Partner In . . .
Na Thur 20



London.


Meninggalkan Arthur-Nancy yang perjodohannya di batalkan dan diganti dengan pernikahan Dewa-Xena.


Sekarang kita beralih sebentar ke London untuk mengintip kegiatan Millie-Esar.


Jika saat ini di Indonesia sudah pukul dua belas malam, di London masih pukul enam sore.


Sekarang Millie dan Esar sedang berada di ruang tengah. Millie asyik menonton film dengan satu bowl besar kentang goreng di pangkuannya. Sedangkan Esar, meski raganya ada bersama Millie, tapi mata dan pikiran Esar ada di laptop. Bukan untuk memantau pekerjaan, melainkan untuk mengerjakan tugas kampus mereka, bahkan tugas Millie pun Esar yang kerjakan. Padahal setiap mahasiswi di beri tugas yang berbeda-beda.


Sesekali mata Esar melirik ke arah bowl yang berisi kentang yang ada di pangkuan Millie.


"Enak banget jadi bowl-nya, dipangku-pangku. Kan gue juga mau di pangku." Dumel Esar dalam hati.


Maklum semenjak kepulangan para asisten sekaligus sahabat mereka, pekerjaan mereka menjadi sangat banyak, belum lagi tugas kampus. Apalagi Payo dan Irlan belum mengirimkan orang kepercayaan mereka untuk mengganti posisi Arthur dan Nancy.


Karena kesibukan baik di kantor maupun di kampus yang sangat padat, mau tak mau ada hal yang harus di korbankan. Hal apalagi kalau bukan perihal urusan ranjang.


Semenjak kepergian Arthur dan Nancy, Esar dan Millie belum lagi memasukkan Casper kedalam goa kramat.


"Kenapa?" Tanya Millie dengan wajah datarnya saat matanya tak sengaja melihat Esar sedang melirik-lirik padanya.


"Gak pa-pa." Jawab Esar lalu matanya kembali menatap layar laptop. Tapi tak lama, Esar kembali melirik ke bowl yang ada di pangkuan Millie.


Sebenarnya Esar bukan melihat bowl itu, namun melihat paha Millie yang mulus karena celana yang Millie pakai satu jengkal diatas lutut, belum lagi saat duduk menjadi makin naik karena tertarik. Ditambah lagi sleepwear yang Millie pakai berbahan satin berwarna cream, membuat kulit putih kebule-bule'an Millie makin kontras.


"Mau ini?" Tanya Millie sambil menyodorkan sebatang kentang goreng.


"Gak." Jawab Esar malas.


"Terus mau apa? Dari tadi ngelirik-lirik aja!" Tanya Millie dengan nada ngegas-nya.


Esar memonyongkan bibirnya sambil menunjuk ke arah bowl yang ada di pangkuan Millie dengan bibir monyongnya itu.


"Oh..." Millie membulatkan mulutnya.


"Mau sama bowl-bowlnya? Ya udah nih makan tuh bowl-bowlnya sekalian." Ucap Millie.


"Haish!! Bukan itu!!" Protes Esar.


"Ya terus apa dong? Ngomong!!" Balas Millie tak kalah menarik urat.


Esar pun meletakkan laptop dan bowl kentang ke atas meja.


"Mau ngapain loe?" Tanya Millie perasaannya sudah tidak enak.


Tanpa banyak bicara, Esar langsung membaringkan kepalanya diatas paha Millie.


"Masa bowl loe pangku-pangku, gue gak!!" Keluh Esar.


"Oh... jadi cemburu sama bowl nih ceritanya?" Ejek Millie.


"Iya lah. Masa bowl yang cuma berisi potongan-potongan kentang goreng, kamu pangku-pangku, sedangkan aku yang punya batangan yang lebih besar dari potongan kentang itu kamu anggurin." Balas Esar. Dia sedang berusaha memberi kode pada Millie.


"Cih.." decih Millie.


"Mill..."


"Hemh.."


"Udah lama loh. Yuk." Ajak Esar.


"Kemana?" Tanya Millie pura-pura bodoh, padahal dia mengerti arah pembicaraan Esar.


"Ke puncak klimakstation." Jawab Esar tak ingin berbasa-basi.


Millie memutar bola matanya malas. Sudah dilamar dengan cara yang tidak romantis, mengajak ritual Casper masuk goa kramat pun Esar juga tidak menggunakan cara romantis. Padahal mau-nya Millie, Esar memeluknya terlebih dulu seperti saat mereka di halte bis waktu itu.


Bersambung...