
Setengah jam kemudian.
Sarapan buatan Millie pun sudah tersaji di meja makan.
Millie pun menghampiri Esar yang tidur di ruang tengah.
"Sar.. Bangun Sar!!" Teriak Millie, ia tak berani mendekati Esar karena takut mual mencium bau badan Esar.
"Eugh.." Esar melenguh sambil mengerjapkan matanya.
"Ayo bangun, sarapan!" Ucap Millie, lalu berjalan lebih dulu menuju meja makan.
Dengan malas Esar pun beranjak dari sofa dan berjalan sambil berdoa dalam hati agar yang Maha Kuasa mengampuni segala dosa-dosanya sebelum ia memakan masakan hasil eksperimen Millie, manatau saja baru dua atau tiga sendok ia memakan masakan Millie, nyawanya langsung melayang.
Kini mereka sudah duduk manis di meja makan.
"Kok di liatin doang, cepetan dimakan!" Perintah Millie karena sudah tiga menit Esar hanya menatap ngenes masakan Millie.
Spaghetti dengan telur orek dan sosis yang di potong besar-besar + taburan keju parut yang super banyak.
Baru melihatnya saja Esar sudah ingin muntah, apalagi kalau sampai makanan tak jelas itu masuk kedalam mulutnya.
"Mill, gue makan sereal aja deh. Kok ngeliatnya udah kenyang duluan." Balas Esar.
"Makan!!!" Perintah Millie sambil melototkan matanya.
Esar menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya kasar. Ia menenggak air putih lebih dulu agar makanan itu bisa langsung Esar telan tanpa harus di kunyah terlebih dulu.
Dengan ragu Esar menggulung sedikit spaghetti itu dengan garpu lalu memasukkan ke dalam mulutnya.
Mata Esar membulat sempurna saat spaghetti itu masuk ke dalam mulutnya. Niat awal ingin langsung menelan spaghetti itu, kini Esar malah mengunyah perlahan spaghetti itu untuk menikmati masakan Millie yang kali ini layak untuk dimakan.
"Enak?" Tanya Millie.
"Enak Mill, enak banget!!" Jawab Esar. Esar pun kembali menggulung spaghetti itu dengan gulungan besar dan menikmati tiap kunyahannya.
"Loe makan juga dong, masa diliatin doang!" Kata Esar.
Millie pun menggulung spaghetti itu dengan gulungan sedang, lalu memasukkan kedalam mulutnya.
Namun belum juga ia mengunyah spaghetti hasil masakannya itu, Millie sudah berlari ke wastafel yang ada di dapur.
Howeeeeek.. Howeeeeek..
Millie memuntahkan spaghetti itu.
"Enak apaan sih Sar, itu rasanya aneh banget!!" Protes Millie sambil berjalan kembali ke meja makan setelah memuntahkan spaghetti-nya.
"Sini!! Ini tuh gak layak makan!! Kita makan sereal aja!" Millie menarik piring Esar.
"Apaan sih loe!! Ini enak tau gak!! Lagian ini kan loe yang masak! Masa masakan loe sendiri loe bilang rasanya aneh!!" Protes Esar sambil menarik lagi piring dari tangan Millie.
"Kalau loe gak mau makan ini, loe makan sereal aja sana sendiri! Jangan ngajak-ngajak gue! Gue mau makan ini aja!!" Kata Esar lagi.
"Haish!! Ya udah!! Tapi awas aja kalau sampe loe sakit perut, jangan nyalahin gue yah!!" Balas Millie.
Millie pun mengambil piring yang berisi spaghetti untuknya dan berencana ingin membuangnya.
"Eits.. tunggu!! Mau loe bawa kemana itu?!"
"Mau gue buang lah!"
"Jangan!! Buat gue aja!! Makanan enak gini mau dibuang-buang!!" Protes Esar.
Mau tak mau Millie pun memberikan spaghettinya untuk Esar dan dia membuat sereal.
πππ
Indonesia.
Pukul 01.00 dini hari.
Sepanjang malam Nancy memeluk Arthur sangat kuat seolah tak mau berpisah, bahkan Arthur bergerak untuk memiringkan tubuhnya saja Nancy langsung merengek.
Dan hasilnya pinggang Arthur terasa sakit sekali. Karena rasa sakit pada pinggang dan HIV alias Hasrat Ingin Vivis yang melanda, Arthur bangun dari tidurnya.
Berulangkali Arthur berusaha menyingkirkan tangan Nancy dari atas dada-nya.
"Gak lama kena dekubitus gue nih kalau gak gerak-gerak gini!!" Dumel Arthur.
Arthur yang sudah tidak tahan dengan HIV-nya kembali berusaha menyingkirkan tangan Nancy dari dada-nya. Tapi lagi dan lagi usaha-nya sia-sia.
"Cy.. Cy.. gue mau pipis Cy." Terpaksa Arthur membangunkan Nancy agar bisa lepas dari Nancy.
"Mmmm..." hanya itu respon Nancy.
"Cy, seriusan gue mau pipis ini! Nanti gue kena batu ginjal kalau gue tahan-tahan." Kata Arthur lagi.
Perlahan Nancy membuka matanya.
"Ya udah ayo." Jawab Nancy.
"Ayo apaan?! Gue mau pipis ini!!"
"Ya udah ayo, gue temenin!!"
"Gak usah bisa sendiri!"
"Tapi gue mau nemenin loe!! Nanti loe kabur lagi dari lubang closet!!"
"Loe pikir gue taβ’ik apa, bisa kabur dari situ!!"
"Berisik!! Loe mau gue temenin apa gak!! Kalau gak mau, loe semburin aja tuh digelas!!" Balas Nancy.
Arthur menarik nafasnya dalam-dalam sambil memejamkan matanya lalu membuang nafasnya kasar untuk menahan emosinya.
"Ya udah ayo!" Mau tak mau Arthur harus terima Nancy menemaninya ke kamar mandi.
Bersambung...
ππ Sekali lagi othor minta maaf yah kalau othor up-nya timbul tenggelam. Othor masih sibuk dengan pekerjaan real life othor, selain menjadi satgas, othor juga lagi sibuk penyuluhan untuk masalah stunting, jadi harap dimengerti. Terimakasih. ππ ππ