Partner In . . .

Partner In . . .
Na Thur 14



FLASHBACK ON.


Kini Dewa dan Xena sudah berada di taman yang tak jauh dari mall.


Dewa langsung melepaskan tangan Dewa yang membungkam mulutnya.


"Kamu harus tanggung jawab!!!" Teriak Xena.


Dewa mengernyitkan keningnya.


"Tanggung jawab apaan?!" Tanya Dewa bingung.


"Kamu tadi kan udah cium aku!! Jadi kamu harus tanggung jawab!"


"Cih.. gue kirain apaan!!! Itu bukan ciuman tapi kecupan!! Kecupan gak akan bikin loe hamil!!" Balas Dewa.


BUGH. Xena langsung memukul Dewa dengan tasnya.


"Aaarghh..!!! Apa-apaan sih loe!!" Bentak Dewa.


"Mau ciuman atau kecupan, itu sama aja!!! Karena gara-gara kamu bibir aku udah gak perawan lagi!!" Balas Xena.


"Bulshiit!!! Mana ada sih jaman sekarang yang gak pernah ciuman!!"


"Hish!!" Geram Xena lalu kembali memukul Dewa dengan tasnya.


"Aaaakkh... iya-iya percaya gue!!" Teriak Dewa.


Xena pun berhenti memukul-mukuli Dewa.


"Tapi iya juga sih, mana ada cowok yang mau nyium loe, kalau bibir loe kayak habis makan orok." Ejek Dewa saat mengingat dandanan Xena saat direstoran tadi.


Xena memanyunkan bibirnya.


"Lagian kok bisa sih loe dandan kayak gitu? Kayak Tante Lala tau gak loe!" Ejek Dewa lagi.


"Terpaksa." Lirih Xena keceplosan.


"Terpaksa kenapa?" Tanya Dewa penasaran.


"Duuuh... bilang gak nih yah..." gumam Xena dalam hati.


"Mmm... karena aku gak mau terima perjodohan ini!" Jawab Xena.


"Cih.. memangnya yang mau terima perjodohan ini siapa? Lagian kan emang kita udah deal gak mau di jodohin." Balas Dewa.


"Hish!!!" Geram Xena sambil memutar bola matanya malas.


"Udah akh aku mau pulang." Ucap Xena.


"Ya udah sana pulang!!" Balas Dewa.


Mata Xena membulat karena Dewa menyuruhnya pulang sendiri.


"Ya anter dong!!!"


"Dih.. loe kesini sendiri kan? Ya pulang juga harus sendiri lah!!"


"Aku kesini sama sepupu aku, tadinya aku mau ketemuan sama sepupu aku mall, tapi gara-gara kamu narik-narik aku kesini dan gak mau nganter aku balik ke mall, jadi sekarang kamu harus tanggung jawab anter aku pulang!"


"Gak mau!! Pulang sendiri sana!! Lagian gue gak bawa kendaraan, gue mau nganter loe pake apaan!! Udah sana naik taksi."


"Tapi aku takut. Ini kan udah malem, nanti kalau abang-abang taksinya punya niat jahat sama aku gara-gara aku sendirian gimana?" Ucap Xena.


"Hish!!! Gara-gara Arthur gue jadi ribet gini kan!! Awas aja loe yah Thur!!!" Gumam Dewa lagi.


"Ya udah ayo." Ucap Dewa. Mau tak mau Dewa pun harus rela mengantar Xena pulang.


Dewa pun berjalan terlebih dahulu dan disusul Xena dari belakang.


💋💋💋


Kini Dewa dan Xena sudah berada di depan rumah Ayah Nancy.


"Ini rumah loe?" Tanya Dewa.


"Bukan. Rumah Om gue. Orangtua gue di Bandung." Jawab Xena.


"Oh.." Dewa hanya membulatkan mulutnya.


"Ya udah, gue turun yah. Makasih udah nganter." Ucap Xena.


Namun baru saja Xena hendak membuka pintu mobil, Dewa langsung menarik tangan Xena.


"Enak aja loe mau turun!! Bayar dulu ongkos taksinya!!" Ucap Dewa.


Mata Xena membulat, baru kali ini ia mendengar laki-laki menyuruh perempuan yang membayar ongkos taksi.


"Ya bayarin dong!! Kamu kan laki-laki, masa laki-laki ngebiarin perempuan yang bayar ongkos taksi!!" Protes Xena.


"Kalau loe perempuan spesial buat gue, jangankan ongkos taksi, ongkos ke Cappadocia aja gue bayarin!!! Masalah loe bukan orang spesial buat gue." Balas Dewa.


"Udah cepetan bayar ongkos taksi loe!!" Tagih Dewa lagi.


"Cih..!!" Decih Xena. Mata Xena pun melirik ke argo.


"Pak, bisa pakai uang elektronik gak?" Tanya Xena pada supir taksi.


"Maaf Mbak, gak bisa. Pakai uang tunai aja." Jawab supir taksi.


"Bentar gue ambil uang dulu. Gue gak punya uang tunai soalnya." Ucap Xena. Xena pun turun dari dalam taksi.


Bosan di dalam taksi, Dewa pun ikut turun sambil menunggu Xena kembali.


Tiiin.. Tiiin.. Dari arah belakang mobil Alphard hitam mengklakson taksi yang berhenti di depan rumah Ayah Nancy.


Supir taksi itu pun memajukan sedikit mobilnya agar Alphard hitam itu bisa berhenti didepan rumah Ayah Nancy.


Dewa mengernyitkan keningnya saat Alphard hitam itu berhenti tepat di depannya.


"Kok gue kayak gak asing yah sama mobil ini." Gumam Dewa dalam hati.


"Dewa, ngapain kamu disini?" Tanya Tante Anya. Mama Arthur.


"Tante Anya..." lirih Dewa.


Tak lama Om Arlan, Papa Arthur pun ikut turun dari dalam mobil.


"Om Arlan.." lirih Dewa saat melihat Papa Arthur.


"Ini ongkosnya." Ucap Xena tiba-tiba.


Sontak Papa dan Mama Arthur serta Dewa menoleh ke arah Xena.


Bersambung...