
"Thur..." panggil seorang laki-laki yang kira-kira seumuran Arthur.
Sontak Arthur menoleh ke arah sumber suara.
"Lama banget sih loe!!" Omel Arthur pada Dewa sepupu Arthur.
"Sorry, di showroom lagi rame." Jawab Dewa.
"Lagian loe kenapa gak minta di jemput supir keluarga loe sih? Ini malah minta di jemput gue." Balas Dewa.
"Bokap gue gak tau kalau gue nyampe hari ini. Mereka taunya gue nyampe besok." Balas Arthur.
Dewa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Udah ayo. Gue sibuk nih." Ajak Dewa.
Mereka pun berjalan menuju mobil Dewa.
"Jadi loe mau gue anter kemana nih?" Tanya Dewa.
Kini mereka sudah keluar dari area bandara.
"Ke apartemen loe aja. Gue numpang satu hari di apartemen loe." Jawab Arthur.
"Kenapa gak ke apartemen loe aja sih!!"
"Kalau gue ke apartemen gue, ketauan dong nanti sama bokap gue kalau gue udah di negara ini!! Be•go banget sih loe!!" Balas Arthur sambil menoyor kepala Dewa.
"Emangnya Om Arlan bakal ngecek ke apartemen loe apa!!" Balas Dewa.
"Kan apartemen gue ada cctv yang tersambung ke ponselnya dia, yah pasti dia bakalan tau lah. O'on loe yah." Balas Arthur sambil menghela nafasnya menahan emosi.
"Pokoknya anter gue ke apartemen loe. Gue mau tidur dulu, loe jangan berisik dan jangan banyak tanya lagi!!" Ucap Arthur lagi, lalu memundurkan sedikit sandaran kursi nya lalu melipat kedua tangannya didada dan memejamkan matanya. Arthur pun memulai tidurnya.
💋💋💋
Di rumah sederhana keluarga Nancy.
Setelah berbincang-bincang sebentar dengan kedua orangtuanya dan kedua adiknya, Nancy pun pamit ke kamarnya untuk beristirahat.
Sesampainya di kamar, Nancy mengganti pakaiannya terlebih dahulu dengan pakaian rumahan yang ada di lemarinya. Sengaja ia mengambil yang di lemari, karena ia malas membongkar kopernya.
Setelah mengganti pakaiannya, Nancy pun membaringkan tubuhnya di single bed miliknya lalu memeluk guling dan mulai memejamkan matanya.
Ceklek. Tiba-tiba pintu kamar Nancy terbuka.
Jelas saja itu membuat Nancy kembali membuka matanya.
"Kak Acy..." teriak Xena, adik sepupu Nancy yang datang kerumah orang tua Nancy setelah tau kakak sepupunya itu datang dari London.
Xena pun menjatuhkan dirinya diatas tubuh Nancy untuk memeluk kakak sepupunya itu.
"Iikh.. apaan sih Xen, berat tau!!! Minggir!!" Omel Nancy.
"Keluar dulu sana, aku mau tidur dulu." Usir Nancy.
"Oleh-oleh?" Tanya Xena sambil menengadahkan tangannya ke depan wajah Nancy.
"Nanti!! Sekarang kamu keluar, aku mau tidur dulu!!" Jawab Nancy tegas.
Tapi si keras kepala Xena tak menghiraukan kata-kata Nancy, ia masih saja berada dalam kamar Nancy dan mengganggu Nancy dengan segudang pertanyaannya.
Kesal karena Xena terus mengoceh. Nancy pun hilang kesabaran.
"KELUAAAAAR XENAAAAA!!! AKU MAU TIDUR DULU!!!!" Teriak Nancy.
Xena ternganga mendengar Nancy berteriak di depannya.
Nancy pun turun dari ranjangnya lalu menarik tangan Xena keluar dari dalam kamarnya.
"Aku mau tidur dulu. Nanti kalau tenaga aku udah balik lagi, aku jawab semua pertanyaan kamu tadi. Kamu main aja dulu sana Nando dan Nanda." Ucap Nancy lalu menutup pintu kamarnya dengan kasar.
"Kak Nancy kenapa? Kok dia jadi galak gini." Lirih Xena.
"Ya namanya juga jetlag Kak." Jawab Nando yang mendengar monolog Xena.
"Tau, udah di bilang jangan gangguin Kak Nancy dulu, ngeyel sih. Jadi kena marah kan!!" Timpal Nanda, kembaran Nando.
"Udah sini Xen, jangan gangguin Nancy dulu. Tunggu dia sampe bangun baru nanti bisa sepuasnya kamu ganggu." Timpal Bundanya Nancy.
Dengan wajah cemberut Xena pun harus pasrah pergi dari depan kamar Nancy dan bermain dengan Nando dan Nanda.
💋💋💋
Di apartemen Dewa.
"Gue balik ke showroom yah, loe istirahat aja. Kalau laper pesen online aja. Gak ada bahan makanan apa-apa di kulkas." Ucap Dewa.
"Iya... iya. Udah sana pergi loe!!" Usir Arthur.
"Gak tau diri!!! Udah di kasih tumpangan, malah gue di usir!!" Dumel Dewa.
"Jangan bawa cewek loe kesini!! Nanti cewek gue ngira, gue yang bawa cewek kesini!!" Ucap Dewa lagi.
BUGH. Arthur memukul punggung Dewa.
"Emang kapan loe pernah denger gue bawa cewek ke apartemen. Jangan kan ke apartemen loe, ke apartemen gue aja gak pernah!!!"
"Oh.. iya lupa!! Makanya gara-gara gak pernah bawa cewek loe sampe disangka gay sama bokap loe. Hahahaha." Balas Dewa sambil tertawa terbahak-bahak.
"Sialan loe!!! Udah sana pergi loe!!! Gue mau istirahat dulu!!" Usir Arthur lagi.
Arthur pun berjalan menuju kamar Dewa. Dan Dewa pun keluar dari unit apartemennya.
Bersambung...