
"Mill, tunggu." Teriak Nancy. Sepertinya Nancy sengaja berteriak agar Esar menyadari keberadaan mereka.
Dan benar saja, mendengar ada orang yang memanggil nama Millie, Esar pun menoleh kebelakang dan terlihatlah di mata Esar, Millie yang sedang bergandengan tangan dengan laki-laki lain.
Hati Esar panas seketika.
Panas? Panas? KIPAAAAAS!!!!
"Bukannya laki-laki itu yang selalu mendekati Millie?" Gumam Esar dalam hati saat melihat laki-laki yang menggandeng tangan Millie.
"Apa hubungan mereka apa mereka sudah pacaran?" Gumam Esar lagi.
Serasa tak ikhlas Millie jalan dengan laki-laki lain, Esar pun berjalan hendak menghampiri Millie dan Alpha. Seketika otak Esar melupakan keberadaan Jasmine.
"Sayang bagaimana kalau kita..." Jasmine menggantung kata-katanya saat tau kalau Esar sudah tidak ada lagi di sebelahnya. Jasmine pun clingak-clinguk mencari keberadaan Esar dan ternyata Esar sedang berjalan menghampiri Millie dan teman-temannya.
Tak ingin Esar kembali berhubungan dengan Millie, cepat-cepat Jasmine mengejar Esar.
"Gry..." Jasmine menarik tangan Esar.
"Jasmine." Lirih Esar.
"Apa yang kau lakukan Gry? Apa kau ingin menghampiri Nona Millie? Apa kau masih belum bisa memutuskan hubungan mu dengan Nona Millie?" Tanya Jasmine.
"Bukan begitu sayang, aku hanya...." Esar menggantung kalimat nya sambil melirik ke arah Millie ternyata Millie, Alpha, Nancy dan Arthur sudah tidak ada lagi di tempatnya.
"Hanya apa?"
"Hanya..."
TRING. Bunyi notifikasi pesan masuk pada ponsel Esar. Lagi dan lagi Esar menggantung kata-katanya dan lebih memilih membuka pesan masuk terlebih dahulu.
Dan ternyata itu pesan masuk dari Arthur.
Arthur : Pintu Teather 3.
Begitulah isi pesan Arthur untuk Esar. Sepertinya Arthur memberi kode pada Esar perihal film yang mereka tonton.
"Ayo, kita nonton film yang ada di teather tiga saja." Cepat-cepat Esar menarik tangan Jasmine ke loket pembelian tiket dan membeli tiket film yang sama dengan yang Millie tonton.
Di dalam teather tiga.
"Gimana udah loe kasih tau Esar belum kita ada di teather berapa?" Tanya Nancy.
"Udah." Jawab Arthur.
"Loe yakin kalau Esar bakal nyusul kesini?" Tanya Arthur.
"Yakin gue. Mau taruhan?!"
"Oke. Kalau menurut gue Esar gak akan nyusul kesini karena dia lebih mentingin film yang Jasmine pilih." Kata Arthur menerima tantangan Nancy.
"Kalau menurut gue, Esar pasti akan nyusul kesini karena dia penasaran dengan hubungan Millie dengan laki-laki itu." Balas Nancy.
"Kalau gitu apa taruhannya?"
"Loe akan jadi budak gue selama sebulan, ngerjain semua pekerjaan gue di kantor dan di apartemen di waktu weekend."
"Emang kerjaan loe di apartemen apaan?".
"Ya bersih-bersih apartemen lah."
"Oh. Oke gak masalah, tapi masak gak termasuk yah!!"
Nancy menganggukkan kepalanya.
"Terus kalau loe gimana?"
"Mmm... gue mau loe siapin gue sarapan, makan siang dan makan malam gue selama tiga bulan. Gimana?"
"Kok tiga bulan? Kan gue tadi cuma sebulan." Protes Nancy.
"Kan gue cuma minta di siapin makan, lah loe kan semua kerjaan loe gue kerjain." Balas Arthur.
"Gimana, setuju gak loe?!" Tanya Arthur lagi.
"Oke lah kalau gitu, siapa takut!!!" Jawab Nancy mantap.
Lampu studio pun mati, tanda kalau film sebentar lagi akan di mulai.
Tapi mata Nancy dan Arthur bukan menghadap layar besar yang ada di hadapan mereka melainkan menghadap pintu masuk untuk menunggu kedatangan Esar.
"Akh sial!!!" Umpat Arthur.
Esar dan Jasmine duduk kursi bagian C8 dan C9 sedangkan Millie, Alpha, Nancy dan Arthur duduk di kursi E3, E4, E5 dan E6. Dari tempat Esar duduk, Esar bisa melihat keberadaan Millie dan apa yang sedang Millie dan Alpha lakukan meski tidak terlihat jelas.
Lima belas menit sudah film terputar, tapi bagi Esar waktu lima belas menit itu seperti waktu lima belas bulan. Lama sekali. Bagaimana Esar tidak menganggap itu lama karena dari tempatnya duduk, Esar seperti melihat Millie dan Alpha sedang bermesraan. Padahal kenyataannya mereka sedang berdebat.
Rahang Esar makin mengeras kala melihat adegan Alpha yang seperti sedang mencium Millie.
Tangannya mengepal, nafasnya menderu hebat, dari lubang hidungnya juga keluar asap. Ia tak terima melihat Millie di cium laki-laki lain. Seandainya mereka bukan ada di dalam bioskop sudah di pastikan Esar menghampiri Alpha dan mendaratkan bogem mentahnya pada Alpha.
Jasmine melirik Esar dan melihat wajah kesal Esar, menurut Jasmine aneh saja kalau dengan raut wajah Esar yang kesal saat sedang menonton film komedi. Jasmine pun mengikuti arah pandang Esar dan disitu Jasmine baru sadar kalau ternyata sejak tadi pandangan Esar bukan pada layar kaca, melainkan pada Millie dan Alpha.
"Shiiit!!!" Umpat Jasmine dalam hati.
"Aku harus bergerak lebih cepat lagi sebelum Gry hubungan Gry dengan wanita itu membaik, dan Gry akan tau rencana ku dan Tuan Charles." Gumam Jasmine lagi dalam hati.
Setelah kurang lebih dua jam berada dalam ruangan gelap dengan layar besar di hadapan mereka. Kini Millie, Alpha, Nancy dan Arthur sudah meninggalkan area bioskop dan hendak masuk ke toko pakaian. Trip Millie dan Nancy selanjutnya adalah shopping.
Sebenarnya Millie ingin mengusir Alpha agar tidak lagi mengikuti rombongan sirkusnya. Tapi saat Millie menyadari Esar sedang mengintili mereka, Millie pun membiarkan Alpha untuk masuk ke dalam rombongan sirkusnya. Malah, sebelum mereka masuk ke toko pakaian, Millie sengaja meminta Alpha membelikannya ice cream dengan gaya manja.
Dan jelas saja, melihat Millie bermanja-manja dengan Alpha, Esar makin panas seperti orang yang sedang di rukyah.
Sangking mata Esar terlalu fokus pada Millie, Esar sampai melupakan Jasmine yang ada disampingnya.
Kesal karena Esar tidak memperhatikannya, Jasmine pun menarik tangan Esar dan meninggalkan tempat mereka berdiri saat ini.
"Apa yang kau lakukan Jasmine? Kenapa kau menarik tangan ku?" Tanya Esar kesal.
Jasmine menghela nafasnya, ia tidak boleh menampakkan kemarahannya pada Esar karena Esar tipe orang yang makin meledak-ledak jika di kasari.
"Aku lapar sayang. Ayo kita makan." Ajak Jasmine dengan nada selembut mungkin dan senyum semanis madu campuran. Karena kalau madu asli ada sedikit rasa pahitnya.
"Mmm...ta..." Esar ingin menolak karena ia masih ingin mengintili Millie, tapi belum juga Esar mengungkapkan penolakannya, Jasmine kembali menarik tangannya dan membawanya ke restoran cepat saji.
💋💋💋
Keesokan harinya.
Setelah selesai mata kuliah selesai, Millie pun pergi ke kampus dan kali ini Nancy yang menjemputnya di kampus.
Berbeda dengan Esar, ia harus menghadapi drama sok manja Jasmine yang memintanya untuk datang ke apartemennya nanti malam. Tapi sayangnya, Esar tetap saja tidak terenyuh dengan bujuk rayu Jasmine. Entah kenapa sejak ia melihat Millie dengan Alpha, rasa-rasanya Esar ingin terus berada disisi Millie agar Alpha tidak bisa mendekati Millie.
Ia masih penasaran dengan hubungan Millie dengan Alpha bahkan tidak rela jika Millie mempunyai hubungan spesial dengan Alpha. Sangking penasarannya dengan hubungan Millie dan Alpha, Esar sampai bertanya pada Arthur, tapi Arthur tidak menjawab dan malah membalikkan kata-kata Esar pada Millie yang meminta Millie untuk tidak mencampuri urusan pribadi Esar.
"Aku mohon sayang, nanti malam datang yah ke apartemen ku. Aku ada menu baru yang ingin ku tunjukkan pada mu." Rayu Jasmine lagi.
"Maaf sayang, pekerjaan ku banyak. Aku janji setelah pekerjaan ku yang menumpuk itu selesai, aku akan datang ke apartemen mu dan merasakan menu baru masakan mu." Jawab Esar.
"Lalu nanti malam, kau dan Arthur makan apa?" Tanya Jasmine.
"Tenang saja, kami bisa makan makanan cepat saji."
"Tapi itu tidak sehat sayang."
"Hanya sementara, karena aku sudah meminta Mama ku untuk mengirim staf dapur di rumah kesini khusus memasak untuk kami." Jawab Esar berbohong. Padahal hari ini ia berniat ingin meminta maaf pada Millie.
"Benarkah?" Tanya Jasmine menyelidik.
"Benar sayang." Jawab Esar sambil mengusap puncak kepala Jasmine.
"Ya sudah kalau memang kau tidak bisa datang malam ini. Beritahu aku kalau pekerjaan mu sudah selesai, agar aku bisa mempersiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu." Kata Jasmine.
Esar menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah, aku pergi yah." Pamit Esar.
Jasmine pun menganggukkan kepalanya lalu melepaskan Esar berjalan keluar dari gedung kampus menuju parkiran tanpa dirinya.
Bersambung...
💋💋💋 Promo bentar yah... 💋💋💋
Dengan tidak mengurangi rasa sayang dan rasa hormat serta rasa yang tak pernah hilang. Othor mohon kesudiannya mampir di karya othor yang satu ini. Kenapa? karena ini adalah karya lomba pertama othor. Jangan lupa di jadiin FAVORITE dan tinggalin jejak kalian dengan kasih LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE.
MAKASIH 🙏🙏🙏 💋💋💋