Partner In . . .

Partner In . . .
Na Thur 49



"Tunggu, tunggu, tunggu!! Maksud dokter apa?" Tanya Esar untuk meyakinkan dirinya sekali lagi.


"Anda tidak tahu kalau istri Anda sekarang sedang hamil?" Dokter obgyn malah balik bertanya pada Esar.


Esar menggelengkan kepalanya.


Melihat Esar menggelengkan kepala, dokter pun menoleh ke arah Millie, hendak menanyakan hal yang sama pada Millie. Tapi belum dokter melontarkan pertanyaan, Millie sudah menggelengkan kepalanya terlebih dahulu.


"Jadi kalian berdua belum tahu kalau sebentar lagi kalian akan menjadi orangtua?"


Esar dan Millie pun kompak menggelengkan kepalanya.


Melihat pasangan suami-istri yang terlihat pintar tapi nyatanya o'on ini, dokter hanya menghela nafasnya panjang.


"Sus, siapkan ruang usg." Perintah dokter.


"Baik dok." Jawab suster lalu pergi dari hadapan dokter.


"Kita langsung usg saja yah, agar semua lebih jelas." Ucap dokter pada Millie dan Esar


"Sus, bawa Nyonya Muda ini keruang usg." Perintah dokter pada perawat yang lainnya.


"Baik dok." Jawab perawat.


Dokter obgyn pun pergi dari hadapan Millie dan Esar untuk pergi keruang usg.


💋💋💋


Ruang USG.


Dokter obgyn memutar-mutar alat usg di atas perut Millie yang sudah di olesi gel.


"Ini dia janin-nya." Ucap dokter sambil menunjuk lingkaran yang ada di layar monitor.


"Yang mana?" Tanya Esar sambil mendekatkan wajahnya kelayar.


"Yang ini." Jawab dokter.


"Ini kepalanya? Terus kaki-nya mana?"


Dokter obgyn menghela nafasnya kasar.


"Pernah. Kenapa?"


"Harusnya Anda tahu, usia janin dua bulan masih berbentuk embrio."


"Oh.." Esar membulatkan mulutnya.


"Maaf, saya tidak tahu. Pelajaran biologi hanya mengajari tentang reproduksi itu pun hanya teori. Tidak ada praktek cara menggunakan alat reproduksi untuk menanam benih. Apalagi meneliti perkembangan benih yang sudah ditanam." Jawab Esar.


"Saya rasa di sekolah manapun tidak ada praktek cara menggunakan alat reproduksi untuk menanam benih, biasanya tanpa ada praktek dari sekolah, mereka bisa langsung praktek di luar sekolah. Dan untuk meneliti perkembangan janin, memang harus mengambil jurusan khusus. Misalnya dokter kandungan dan bidan."


"Lalu kenapa Anda bertanya pada saya tentang hal yang memang bukan keahlian saya? Saya ini pebisnis bukan dokter kandungan atau bidan."


"Karena kalau Anda pernah belajar biologi, harusnya Anda tahu, janin usia 2 bulan belum memiliki organ tubuh."


"Sudah!! Sudah!! Sudah!!! Kenapa kalian jadi ribut sih!!" Sentak Millie. Telinganya sudah panas mendengar perdebatan Esar dan dokter kandungan.


Esar dan dokter itu terdiam.


"Lalu bagaimana dengan kandungan saya dok? Baik-baik saja kan?" Tanya Millie.


"Ya untungnya baik-baik saja." Jawab dokter.


"Karena sekarang sudah tau istri sedang hamil muda, jadi usahakan bermain dengan lembut. Kenyamanan istri lebih penting dari kepuasan Anda." Ucap dokter.


"Dan satu lagi, untuk sementara sampai usia kandungan tujuh bulan, pakai pengaman saat menjenguk. Karena cairan yang Anda semburkan memiliki zat prostaglandin yang bisa memicu kontraksi. Dan itu juga yang menyebabkan istri Anda sekarang mengalami nyeri." Lanjut dokter menjelaskan.


Dan hanya di respon dengan anggukan kepala oleh Esar.


"Apa Anda paham?" Tanya dokter.


"Ya, saya paham."


"Baguslah. Saya harap Anda benar-benar paham."


"Kalau paham, saya memang sudah paham! Tapi ketika praktek nanti, saya tidak yakin kalau saya ingat nasehat Anda ini, dok." Balas Esar sambil menyengir.


Dokter memutar bola matanya malas lalu mencetak hasil foto usg serta meminta perawat untuk memberikan obat penguat kandungan untuk Millie.


Bersambung...