
"Ayo masuk dan kalian harus menjelaskannya di dalam." Ucap Tante Anya pada Dewa dan Xena.
Tante Anya pun berjalan terlebih dahulu ke dalam rumah dengan perasaan kesal, sangking kesalnya sampai-sampai buah tangan yang niat awalnya ingin ia ambil dari dalam mobil pun lupa ia ambil.
Dewa dan Xena pun pasrah. Mereka pun menyusul Tante Anya dari belakang.
Kini mereka sudah berada di ruang tengah. Sudah ada Ayah dan Bunda Nancy serta Papa Arthur.
"Loh bingkisannya mana Ma?" Tanya Papa Arthur saat melihat istrinya kembali masuk keruang tengah tanpa membawa apa-apa.
Mama Arthur tak menjawab dan malah mendaratkan bokongnya kasar diatas sofa.
Tak lama Dewa dan Xena pun masuk kedalam ruang tengah.
"Kalian kenapa?" Tanya Papa Arthur saat melihat wajah Dewa dan Xena yang memucat.
"Sekarang kalian jelaskan didepan kami semua." Ucap Mama Arthur tegas.
"Ada apa ini?" Tanya Papa Arthur.
"Tanya saja pada mereka berdua." Jawab Mama Arthur.
"Ada apa ini Xena?" Kini Ayah Nancy yang membuka suara.
Xena diam, ia masih enggan membuka kebenarannya.
"Dewa, bisa kamu jelaskan?" Ucap Papa Arthur.
"Gini Om....." Dewa pun menceritakan apa yang sebenarnya yang terjadi.
"Hahahahahahaha..." Papa Arthur malah tertawa terbahak-bahak setelah Dewa selesai bercerita. Sedangkan Ayah dan Bunda Nancy hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Dewa dan Xena ternganga melihat reaksi Papa Arthur. Diluar ekspektasi Dewa dan Xena memang reaksi para orang tua yang ada di ruang tengah itu.
"Kalian duduk. Kita tunggu mereka disini." Ucap Ayah Nancy.
Dewa dan Xena pun duduk di sofa panjang.
"Om gak marah sama kita?" Tanya Xena setelah mendaratkan bokongnya di sofa.
"Buat apa marah. Kan kamu hanya disuruh." Jawab Ayah Nancy.
Xena bernafas lega. Tapi tidak dengan Dewa, meski respon para orangtua terkesan biasa saja, tapi Dewa merasa ada sesuatu yang lebih berbahaya dibalik respon para orangtua yang ada diruangan itu. Bukankah air yang tenang menandakan dasar yang dalam?
FLASHBACK OFF.
Nancy pun berjalan menuju ruang tengah dan pastinya Arthur mengekor dari belakang.
Mata Nancy membulat saat melihat orang-orang yang ada diruang tengah. Bukan hanya Nancy, mata Arthur tak kalah membulat.
"Papa.." lirih Nancy dan Arthur bersamaan.
Mendengar Nancy memanggil Papa, sontak Arthur menoleh Nancy, sama seperti Arthur, Nancy juga menoleh Arthur saat Arthur memanggil tamu yang datang dengan panggilan Papa.
"Itu bokap loe?" Tanya Nancy kaget.
Arthur menganggukkan kepalanya.
"Loe kenal bokap gue?" Arthur bertanya balik.
"Kalian berdua, sini!" Perintah Ayah Nancy tegas.
Nancy dan Arthur pun berjalan mendekati Ayah Nancy.
"Kok Dewa ada disini?" Gumam Arthur dalam hati.
"Siapa laki-laki yang ada disamping Xena? Apa dia laki-laki yang mau di jodohin sama gue? Xena gimana sih, kok bisa bawa laki-laki itu kesini?" Gumam Nancy dalam hati.
"Duduk." Perintah Ayah Nancy tegas.
Nancy dan Arthur pun duduk di sofa panjang.
"Ngapain loe disini?" Bisik Arthur pada Dewa.
"Diem loe!!! Gara-gara loe ini tau gak!!" Balas Dewa.
"Ekhem." Ayah Nancy berdehem.
"Jadi ini anak kamu yang namanya Arthur, Lan?" Tanya Ayah Nancy pada Papa Arthur.
Papa Arthur menganggukkan kepalanya.
"Kayaknya kita pernah ketemu deh, tapi dimana yah?" Ucap Ayah Nancy sambil memperhatikan wajah Arthur.
"Di bandara Om, waktu Om jemput Nancy." Jawab Arthur.
"Oh.. iya." Balas Ayah Nancy.
"Jadi kamu sama Nancy saling kenal Thur?" Tanya Mama Arthur.
"Iya Ma. Kan Nancy asistennya Millie. Jadi kita bareng terus di London." jawab Arthur.
Papa Arthur menghela nafasnya.
"Memang yah kalau jodoh, mau kita menentang sekuat apapun tetap saja ujung-ujungnya di pertemukan lagi. Ya, walaupun dengan cara yang berbeda." Celetuk Papa Arthur.
"Maksud Papa?"
"Kamu tahu kan kalau Papa mau jodohin kamu dengan anak temen Papa?" Tanya Papa Arthur.
Arthur menganggukkan kepalanya.
"Kamu tahu siapa anak temen Papa itu?" Tanya Papa Arthur lagi.
Arthur melihat ke arah Dewa dan Xena. Melihat sosok Xena disamping Dewa, Arthur yakin sosok Xena lah yang di jodohkan dengannya.
"Perempuan itu." Jawab Arthur lirih.
Papa Arthur tersenyum tipis menanggapi jawaban Arthur.
"Kamu salah!!! Yang mau Papa jodohkan dengan kamu itu, perempuan yang ada disebelah kamu." Jawab Papa Arthur.
Mata Arthur dan Nancy pun membulat sempurna mendengar kata-kata Papa Arthur.
Bersambung...