
"Mau diantar ke hotel mana Gus?" Tanya Bli Nyoman.
"Hotel esek-esek, Bli!" Malah Dewa yang menjawab.
"Sialan loe!!" Balas Arthur.
"Hotel X, Bli." Arthur menjawab pertanyaan Bli Nyoman.
"Oh.. sama kalau begitu. Tujuan kita juga mau ke hotel itu." Balas Bli Nyoman.
"Wah.. yang bener Bli?" Tanya Arthur dengan wajah terkejut.
Bli Nyoman menganggukkan kepalanya.
"Bokap kita emang the best yah Wa.." ucap Arthur pada Dewa. Entah itu memuji atau mengejek.
"Cih..." Dewa malah berdecih sambil memutar bola matanya malas.
Empat puluh lima menit kemudian.
Karena jalanan cukup padat, membuat perjalan mereka dari bandara ke hotel menjadi sangat lama.
Setelah mobil berhenti mulus di depan lobi hotel, dua pasangan pengantin baru itu pun dari dalam mobil begitupun dengan Bli Nyoman.
Bli Nyoman turun karena harus mengantar Dewa dan Xena sampai di depan unit kamar.
"Kamar kalian dimana?" Tanya Dewa.
"Di belakang." Jawab Arthur.
"Kamar kalian dimana?" Arthur bertanya balik.
"Sama Gus, kamar-nya Gus Dewa dan Gek Xena di belakang." Jawab Bli Nyoman.
"Kok sama lagi? Jangan-jangan kamar kita sebelahan lagi!!" Balas Arthur.
"Memangnya kamar Gus dimana?" Tanya Bli Nyoman.
"Lupa nomor berapa, tapi itu satu-satunya kamar yang bisa langsung lihat sunset." Jawab Arthur.
"Loh, sama Gus. Kamarnya Gus Dewa juga satu-satunya kamar yang bisa lihat sunrise." Balas Bli Nyoman.
"Berarti kamar Gus Dewa ada di kamar belakang kamar Gus Arthur." Kata Bli Nyoman.
"Woaaah.. bener-bener bokap-bokap kita luar biasa yah Wa!!" Ucap Arthur.
"Au ah gelap!! Udah yuk Bli kita ke kamar, udah capek nih, pengen rebahan." Ucap Dewa.
"Ish!!! Apaan sih loe!! Minggir loe!!" Omel Dewa sambil menepis tangan Xena.
"Ayo Bli." Ucap Dewa sambil berlalu dari hadapan Xena.
"Sabar yah Xen, Dewa emang gitu orangnya." Ucap Arthur memberi semangat pada Xena.
"Santai aja Kak. Jangan panggil aku Xena kalau gak bisa naklukin Kak Dewa." Ucap Xena penuh percaya diri.
"Ya udah, aku susul suami aku dulu yah, takut nanti kangen." Ucap Xena.
"Woy!! Loe mau pesen kamar sendiri!!" Teriak Dewa karena Xena tak kunjung menyusulnya.
"Tuh kan.. apa aku bilang, baru jauh beberapa meter aja udah kangen kan!!" Ucap Xena pada Arthur dan Nancy. Setelah mengatakan itu, Xena pun berlari menyusul Dewa.
Melihat itu Arthur menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Udah yuk." Ajak Nancy setelah Dewa dan Xena jauh.
"Itu si Xena emang gitu?" Tanya Arthur.
Nancy menganggukkan kepalanya.
"Loe salah tadi ngasih support tadi. Harusnya yang loe kasih support tuh si Dewa karena punya istri kayak Xena. Ada aja cara-nya bikin tensi orang naik." Ucap Nancy.
"Cocok lah kalau gitu, untuk Dewa yang warna hidupnya cuma abu-abu." Balas Arthur.
💋💋💋
Kini Arthur dan Nancy sudah berada di dalam kamar mereka.
"Loe apa gue nih yang mandi duluan?" Tanya Nancy.
"Loe duluan lah." Jawab Arthur.
"Gue mandi lama loh." Balas Nancy.
"Heleh paling juga setengah jam. Udah sana mandi duluan." Balas Arthur.
Nancy pun berjalan menuju kamar mandi dan mandi terlebih dahulu.
Sambil menunggu Nancy mandi, Arthur pun menghubungi Esar untuk memberitahu kalau dirinya dan Nancy sudah menikah. Selain memberitahu, tak lupa Arthur meminta hadiah pernikahan pada Esar.
Bersambung...