Partner In . . .

Partner In . . .
Na Thur 30



Mobil yang ditumpangi Dewa dan Xena pun melaju meninggalkan bandara menuju hotel.


Saat sedang di perjalanan, mata Xena yang sejak tadi menatap jalanan tak sengaja melihat sosok yang mirip dengan Nancy.


"Kang.. Kang.. stop Kang!" Perintah Xena.


Sontak Bli Nyoman yang sedang mengendari mobil pun menepikan mobilnya di bahu jalan.


"Kang, Kang, Kang!! Loe pikir ini lagi di Bandung apa!" Omel Dewa.


"Eh.. sorry, Bli maksudnya." Balas Xena sambil cengengesan.


"Ngapain kita berhenti disini? Laper loe! Nanti aja makannya di hotel!" Dumel Dewa lagi.


"Aku tadi tuh kayak ngeliat Kak Nancy di warung makan itu." Ucap Xena sambil menunjuk warung makan yang ada diseberang mobil mereka.


Dewa pun ikut menengok ke arah warung makan yang Xena tunjuk.


"Eh.. bener, itu si Arthur!!" Lirih Dewa saat melihat sosok Arthur.


"Kampret memang tuh anak!! Bisa-bisa'nya dia udah di Bali!! Pantesan tadi gak ada di tempat resepsi!!" Dumel Dewa lagi.


"Bli tunggu sebentar yah." Ucap Dewa pada Bli Nyoman.


"Iya Gus, gak pa-pa." Balas Bli Nyoman.


Dewa dan Xena pun turun dari dalam mobil dan menyebrang jalan lalu menghampiri Arthur dan Nancy yang sedang berada di warung makanan.


"Bagus loe berdua yah!!! Udah gara-gara kalian berdua gw nikah sama titisan ondel-ondel, eh.. sekarang kalian berdua malah enak-enakan disini!" Protes Dewa sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Bulan madu juga loe Wa?" Tanya Arthur, ia tidak menanggapi kata-kata Dewa.


"Iya Kak, kita mau langsung program bayi kembar." Jawab Xena. Dan selalu saja jawaban Xena membuat Dewa naik tensi.


"Mimpi loe!!" Balas Dewa dan Xena hanya merespon dengan menjulurkan lidahnya kecil.


"Sabar Wa.. sabar!! Mungkin di kehidupan sebelumnya, nih cewek jadi cicak makanya suka melet-melet!" Gumam Dewa dalam hati.


"Wah.. kayaknya enak tuh makanannya Kak, aku pesen yah tapi Kakak yang bayar." Ucap Xena saat melihat makanan yang ada di depan Nancy.


"Loe kan punya suami, suruh suami loe lah yang bayarin!!" Balas Nancy.


"Udah gak pa-pa Cy, biar aja kita yang bayarin, kasihan Dewa kan dia harus kenceng nabung mulai sekarang, soalnya mau ngongkosin kita jalan-jalan keliling dunia paket tiga bulan." Sahut Arthur.


"Yang bener?" Tanya Nancy terlihat antusias, siapa yang tidak senang jalan-jalan gratisan.


"Iya. Tanya aja Dewa kalau gak percaya. Ya kan Wa?" Tanya Arthur mengejek.


💋💋💋


Arthur, Nancy dan Xena pun selesai makan. Sedangkan Dewa yang tidak mau makan, ia kembali ke mobil dan menunggu sampai ketiga orang itu selesai makan.


Ceklek. Xena membuka pintu mobil bagian belakang.


"Maaf yah Bli, lama." Ucap Xena.


"Gak pa-pa Gek." Balas Bli Nyoman.


"Kak.. Kak Dewa, bangun Kak!!" Xena menepuk paha Dewa yang sedang tidur.


Mata Dewa pun mengerjap.


"Udah selesai?" Tanya Dewa.


"Udah."


"Ya udah naik!! Ngapain berdiri disitu!!" Omel Dewa.


"Ayo Kak Acy, Kak Arthur." Ajak Xena tanpa dosa.


"Apa-apaan loe!! Ngapain loe ngajak mereka berdua?" Protes Dewa.


"Cie... Kak Dewa mau berduaan aja yah sama aku?" Ledek Xena.


"Grrrrh.." geram Dewa.


"Ya udah lah, masuk deh loe berdua!!" Ucap Dewa tak ikhlas.


PLAAK. Xena memukul paha Dewa.


"Aaakh.. sakit!!" Teriak Dewa kesakitan.


"Loe apa-apaan sih mukul gue!!" Omel Dewa.


"Pindah ke belakang!! Biar Kak Acy sama aku yang duduk disini!!" Perintah Xena.


"Grrrh!!! Bener-bener loe yah!!" Geram Dewa. Namun meski geram Dewa menuruti perintah Xena dan pindah ke kursi belakang.


Setelah Dewa pindah, barulah Nancy dan Xena masuk ke mobil sedangkan si tidak tahu diri Arthur malah duduk di kursi depan samping pak supir.


"Dasar gak tau diri!! Udah nikah numpang, sekarang mau pulang ke hotel juga numpang!!!" Dumel Dewa. Sayangnya tidak ada satupun yang menghiraukan ocehan Dewa itu.


Bersambung...