
Kini Esar sudah berada di taman yang Arthur katakan padanya.
Matanya berkeliling ke penjuru taman untuk mencari keberadaan Millie dan Alpha.
"Itu dia." Ucap Esar saat melihat Millie dan Arthur duduk di bangku taman yang ada di pojokan.
Esar pun hendak berjalan mendekati Millie dan Alpha dan berniat menggagalkan Millie menerima Alpha. Tapi niatnya itu ia urungkan, kala mengingat gengsinya yang terlalu besar. Esar pun tak jadi mendekati Millie, dia tetap berdiri di tempatnya sambil matanya tak lepas dari Millie dan Arthur.
"Aish... mereka ngomongin apaan sih!!!!" Geram Esar tak sabaran. Karena rasa penasaran yang sangat besar sampai-sampai mengalahkan rasa gengsi, Esar pun berjalan mendekati Millie dan Alpha. Tapi ia tidak berniat untuk mengganggu Millie dan Alpha, ia hanya ingin menguping pembicaraan mereka saja.
Esar pun berjongkok di balik pohon cemara yang ada tepat di belakang Millie dan Alpha.
"Sebenarnya apa yang mau kau katakan Millie? Daritadi pembicaraan mu hanya berputar-putar saja, seperti bukan kamu." Tanya Arthur, karena sudah hampir lima belas menit mereka duduk di taman itu, Millie belum juga mengatakan tujuannya menyuruh Alpha datang.
"Mmmm... Alpa sebenarnya tujuan ku mengajak mu bertemu disini karena aku ingin memberikan jawaban untuk mu." Jawab Millie dengan sangaaaaat lembut dan tingkah malu-malu.
Mendengar Millie berbicara dengan sangat lembut di tambah tingkah yang sok malu-malu itu, ingin rasanya Esar melempar batu gunung ke arah Millie.
"Uweeeeek!!! Sok imut!!!" Lirih Esar ngedumel.
Esar tidak sadar kalau dumelannya itu sampai terdengar di telinga Millie dan Alpha.
"Aku seperti mendengar suara orang." Kata Alpha.
"Dasar Mr. Bloon!!! Mau apa lagi sih dia!!!" Gerutu Millie yang tau kalau itu suara Esar dan sekarang Esar sedang berada di belakang mereka. Tapi Millie berusaha pura-pura tidak tahu kalau sekarang Esar sedang menguping pembicaraan mereka.
"Ya jelas lah kau mendengar suara orang. Apa kau pikir orang-orang yang lalu lalang itu makhluk astral begitu?" Tanya Millie.
"Akh bukan begitu tapi..."
"Sudah jangan di pikirkan, mungkin yang kau dengan memang suara makhluk astral." Kata Millie
"Oke baik lah kalau begitu. Kalau begitu kita kembali ke topik." Ucap Alpha.
"Lalu apa jawaban mu?" Tanya Alpha tak sabaran.
"Mmmm.... Al.."
"Hei Paman, apa yang sedang kau lakukan disitu?!" Teriak seorang anak kecil sekitaran umur 6-7 tahun saat melihat Esar berjongkok.
"Shiiit!!!" Umpat Esar sambil memberi pelototan tajam pada anak kecil itu karena geram.
Dan teriakan anak kecil itu pun sampai ke telinga Millie dan Alpha.
Alpha pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati tempat persembunyian Esar.
"Bodoh!!" Umpat Millie dalam hati sambil berjalan mengikuti Alpha dari belakang. Siapa lagi yang dia umpat kalau bukan si Mr. Bloon.
Mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya Esar pun jadi kalang kabut. Ingin kabur, ketahuan sekali kalau dirinya sedang menguping, ingin diam ditempat, tapi ia masih bingung harus memberi alasan apa pada Millie dan Alpha.
"Gry!!!" Kaget Alpha saat melihat Esar sedang berjongkong dan matanya menghadap ke tanah seolah Esar sedang mencari sesuatu.
Esar pun mendongakkan wajahnya dan pura-pura memasang wajah kaget.
"Kalian!" Balas Esar.
"Kalian ada disini juga?!" Tanya Esar.
"Cih.." decih Millie melihat akting Esar.
"Sedang apa kau disini?" Tanya Alpha.
"Sedang mencari sesuatu. Waktu itu aku pernah ke taman ini dengan Jasmine, tapi aku tidak sadar telah menjatuhkan sesuatu. Dan aku baru menyadarinya sekarang. Makanya aku kesini untuk mencari benda itu." Jawab Esar. Sengaja ia membawa-bawa Jasmine untuk membuat Millie cemburu.
"Oh ya?? Apa kau masih berhubungan dengan wanita itu?" Tanya Alpha. Ia tahu cerita tentang Jasmine dari si Ember Arthur.
"Woaaah. Aku tidak menyangka kalau kau punya hati yang sangat baik. Sampai-sampai kau masih bisa berhubungan baik dengan wanita yang hampir saja menghancurkan diri mu." Balas Alpha.
Blush. Wajah Esar memerah seketika mendengar kata-kata Alpha. Kata-kata yang sangat menohok usus dua belas jarinya.
Sedangkan Millie hanya menggelembungkan pipinya menahan tawa.
"Baik lah kalau begitu, kami tinggal dulu. Kami masih ada urusan." Kata Alpha.
"Ayo Mill." Alpha pun menarik tangan Millie untuk pergi dari hadapan Esar.
"Aish!!!" Geram Esar sambil menendang udara saat melihat Alpha menggandeng tangan Millie.
Karena sudah malu, Esar pun tak lagi mengikuti Millie dan Alpha dan memilih pulang ke apartemennya.
"Terserah!!! Terserah!!! Terserah!!!" Teriak Esar geram.
💋💋💋
Sedangkan Alpha dan Millie masih tetap berada di taman, hanya tempat nya yang berbeda. Jika tadi berada di pojokkan di sisi taman bagian kiri. Kini mereka sudah berada di bangku taman di sisi taman bagian kanan.
"Apa kita bisa melanjutkan pembicaraan kita yang tadi " tanya Alpha.
Millie menganggukkan kepalanya.
"Alpha, sebelumnya aku minta maaf kalau mungkin jawaban ku ini tidak sesuai keinginan mu. Tapi aku harus mengatakan ini." Ucap Millie.
"Alpha, maaf aku tidak bisa menerima mu. Jujur aku mulai merasa nyaman dengan mu, tapi hati ku sama sekali tidak bergetar pada mu. Jadi lebih baik kita berteman saja." Ucap Millie lagi.
Alpha menghela nafasnya kasar. Jawaban Millie ini memang sudah Alpha duga. Setelah seminggu di gantung Millie, Alpha sadar rasanya kemungkinan Millie untuk menerimanya hanya sekitar satu persen saja.
"Kalau bukan aku yang bisa membuat hati mu bergetar, apa ada laki-laki lain yang bisa membuat hati mu bergetar? Apa itu Gry?" Tanya Alpha. Dari awal bertemu Millie, Alpha sudah bisa melihat ada cinta dari tatapan Millie ke Esar, tapi setelah tau hubungan Esar dan Millie hanya sebatas sahabat dan partner bisnis, Alpha tak jadi putus asa.
"Kenapa kau bisa berpikir begitu? Sedangkan aku yang punya hati saja tidak pernah merasakan getaran pada laki-laki mana pun." Jawab Millie.
"Itu karena kau selalu menyangkal hati mu. Coba kau selami lagi lubuk hatimu yang paling dalam, pasti kau akan tau siapa sebenarnya laki-laki yang sudah menetap dalam hati mu, sampai-sampai tidak ada satu pun laki-laki yang bisa menggetarkan hati mu." Balas Alpha.
Millie diam sejenak memikirkan kata-kata Alpha.
"Baik lah Nona, karena kau sudah memberi ku jawaban, aku jadi merasa lega sekarang. Tapi apa kita masih bisa berteman?" Tanya Alpha sambil menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Millie.
"Pastinya." Jawab Millie sambil menyambut uluran tangan Alpha. Mereka pun berjabat tangan, lalu berpelukan sejenak.
"Terimakasih sudah berbesar hati menerima keputusan ku. Jarang-jarang ada orang seperti mu." Kata Millie.
"Tenang lah Nona, kau itu bukan wanita pertama yang menolak ku, jadi aku sudah biasa." Jawab Alpha merendah, padahal kenyataannya banyak wanita yang mengejar-ngejar Alpha dan Millie adalah wanita pertama yang menolaknya.
"Cih. Kasihan sekali kau!!" Ejek Millie yang percaya dengan kerendahan hati Alpha.
"Ya sudah, ayo pulang. Biar ku antar kau pulang."
"Tidak usah, biar aku pulang naik taksi atau bus saja." Balas Millie.
"Benar?"
Millie menganggukkan kepalanya.
"Baik lah kalau itu mau mu. Tapi ijinkan aku menemani mu sampai kau mendapat taksi atau bus."
Millie menganggukkan kepalanya.
Dan mereka pun keluar dari area taman.
Bersambung...