
Dan adegan itu tertangkap oleh netra Esar yang baru saja keluar dari toilet.
"Millie!!!!" Teriak Esar.
Sontak Millie dan Jasmine menoleh ke arah orang yang berteriak.
Cengkraman tangan Millie pun melemah, dan itu di jadikan Jasmine kesempatan untuk dirinya kabur dari Millie dan berlari menghampiri Esar lalu memeluk Esar sambil menangis sesunggukkan.
"Kamu gak pa-pa?" Tanya Esar pada Jasmine sambil mengelus rambut Jasmine.
"Aku takut Gry. Benar yang kamu katakan Nona Millie sangat buas." Jawab Jasmine dengan suara yang bergetar khas orang yang ketakutan.
"Apa sih mau loe Mill?! Kan gue udah bilang jangan campurin kehidupan pribadi gue lagi!!" Bentak Esar.
"Denger yah Sar, kalau bukan karena menyangkut perusahaan, gue juga ogah nyampurin urusan loe!! Mau loe hancur kek apa kek, gue gak gak peduli!!! Tapi masalahnya siluman cacing kepanasan itu deketin loe karena mau ngancurin perusahaan!!!" Teriak Millie tak kalah keras dari bentakan Esar.
Meski Jasmine tak tau apa yang sedang di bicarakan Esar dan Millie tapi Jasmine tau kalau saat ini Millie hendak membongkar kebusukannya.
Sebelum Millie menunjukkan bukti kebusukannya, Jasmine pun memulai aktingnya.
"Apa yang dia bicarakan Gry? Apa dia sedang menjelekkan ku?" Tanya Jasmine dengan wajah memelas.
"Bukan apa-apa sayang." Jawab Esar sambil mengelus rambut Jasmine.
"Cih, dasar perempuan ******!!" Decih Millie saat melihat akting Jasmine.
"Tutup mulut mu Millie!!! Jangan menghina kekasih ku seperti itu!!!" Bentak Esar.
"Aku rasa kalau kau tau siapa wanita itu yang sebenarnya, kau akan jijik dengan wanita itu." Jawab Millie. (Mereka udah pake bahasa inggris yah.)
Millie pun membuka ponselnya dan membuka email yang di kirim orang suruhan Nini Madam dan hendak memberikan ponselnya pada Esar untuk menunjukkan bukti itu.
Melihat itu, Jasmine pun bergerak cepat. Ia pura-pura menangis.
"Aku tau kau sangat membenci ku Nona Millie, kalau kau tidak setuju dengan hubungan ku dengan Gry, aku akan mundur, tapi aku mohon jangan memberikan bukti palsu agar Gry membenci ku. Apalagi menghina ku di depan orang banyak. Aku juga punya keluarga Nona Millie, kalau kau memfitnah ku seperti ini, nama baik keluarga ku juga akan menjadi taruhannya." Ucap Jasmine pada Millie.
Sekarang Jasmine menatap wajah Esar masih dengan mata yang berlinangan air mata.
"Gry, maaf. Aku rasa lebih baik kita akhiri hubungan kita sekarang. Aku tak mau Nona Millie terus-terus memfitnah ku seperti ini. Aku tak mau fitnah yang Nona Millie buat membuat nama baik keluarga ku tercoreng." Kata Jasmine pada Esar. Setelah mengucapkan itu Jasmine pun pergi dari hadapan Esar dan Millie.
Jelas saja akting Jasmine yang luar biasa itu membuat Millie, Nancy dan Arthur ternganga.
"Daebak!!!" Lirih Nancy.
"Ini London woy!!" Celetuk Arthur saat mendengar Nancy mengungkapkan keterkejutannya dengan bahasa Korea.
"Cih!!!" Decih Nancy sambil memutar bola matanya malas.
Melihat Jasmine pergi, Esar pun mengejar Jasmine.
"Jasmine tunggu." Teriak Esar.
Tapi saat Esar melewati Millie, Millie pun menahan tangan Esar.
"Gue mohon Sar, jangan percaya sama siluman cacing kepanasan itu."
Esar menggertakan giginya, tangannya pun sudah mengepal. Seandainya Millie bukan sahabatnya dan bukan perempuan, Esar sudah melayangkan bogem mentahnya pada Millie.
"Minggir loe!!!" Bentak Esar sambil menyentak tangan Millie, lalu berlalu dari hadapan Millie dan kembali mengejar Jasmine.
Tak ingin menyerah begitu saja, Millie pun mengejar Esar dan diikuti Nancy dan Arthur.
"Loe kok diem aja sih, bukannya ikut nahan si Esar." Omel Nancy pada Arthur di sela-sela mereka berlari mengejar Esar.
"Loe gak lihat mukanya si Esar nyeremin banget tadi? Bisa-bisa bonyok muka gue kalau gue ikut nahan si Esar." Jawab Arthur.
"Terus apa guna nya loe dibawa?!" Omel Nancy lagi.
Nancy memutar bola matanya malas.
Meninggalkan Nancy dan Arthur yang sedang mendebatkan hal yang tidak jelas.
Ada Esar yang sedang mencoba meyakinkan Jasmine.
"Jasmine aku mohon jangan seperti ini. Aku tidak ingin hubungan kita berakhir karena hal konyol." Teriak Esar sambil terus mengejar Jasmine.
"Maaf Gry aku tidak bisa, tolong mengerti perasaan ku dan nama baik keluarga ku." Jawab Jasmine.
"Aku percaya pada mu Jasmine dan aku pastikan Millie tidak akan menyebar fitnah tentang mu. Percaya pada ku Jasmine, aku akan melindungi mu." Balas Esar.
Jasmine pun berhenti berjalan dan memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan Esar. Ternyata ada Millie yang tak jauh dari belakang Esar.
"Kalau memang kau sangat menginginkan hubungan kita tetap berjalan, kau urus terlebih dulu sahabat mu itu, setelah itu baru lah kau datang pada ku." Setelah mengatakan itu Jasmine kembali memutar tubuhnya dan pergi dari hadapan Esar.
"Jasmine.." Saat Esar hendak berlari mengejar Jasmine lagi, Millie langsung menahan tangan Esar.
"Esar stop!!! Loe lihat dulu bukti yang akan gue kasih. Setelah loe lihat dan loe masih gak percaya, gue janji gak akan ganggu hubungan loe dengan siluman itu!!!" Ucap Millie tegas.
Esar mengeraskan rahangnya.
"Mana?" Esar pun menadahkan tangannya untuk meminta bukti yang ingin Millie berikan.
Millie pun memberikan ponselnya pada Esar. Dan tanpa Millie sangka, belum juga Esar membaca apa yang dikirimkan intel Nini Madam, Esar langsung membanting ponsel Millie ke tanah.
PRAAAANG. Ponsel seharga satu unit motor itu pun hancur berantakan di tanah.
Mata Millie membelalak saat melihat ponsel mahalnya hancur berantakan di banting Esar.
"Esaaaaar!!!!!" Teriak Millie, emosinya sudah sampai di ubun-ubun.
Millie melayangkan tangannya untuk menampar Esar tapi dengan cepat Esar menangkap tangan Millie yang sudah melayang di udara.
"Loe kenapa sih Mill, selalu nyampurin kehidupan pribadi gue?! Loe suka sama gue, hah?!! Makanya loe selalu ngejelek-jelekin perempuan-perempuan yang suka sama gue!!! Iya kan?! Loe cemburu kan kalau gue pacaran sama Jasmine? Karena sebenarnya loe yang pengen jadi pacar gue?" Tanya Esar dengan tatapan membunuhnya.
"Sinting loe!!!!" Millie menghempaskan tangan Esar yang sedang mencengkram tangannya.
"Gue ngelakuin ini karena emang siluman itu wanita ****** Sar!! Dia itu orang suruhan Tuan Charles untuk nguasain saham Uncle Irlan!!!"
"Diaaam!!!" Teriak Esar.
"Cukup yah Mill loe ngehina Jasmine!!! Yang wanita siluman itu loe!!! Jadi jangan harap gue percaya sama loe!!" Teriak Esar lagi.
"Dan satu lagi, ini terakhir kalinya loe nyampurin kehidupan pribadi gue!! Kalau loe masih nyampurin urusan pribadi gue, gua gak akan segan-segan lagi sama loe!!!" Ancam Esar. Setelah mengatakan itu Esar pun pergi meninggalkan Millie dan berencana menyusul Jasmine.
Millie mematung di tempatnya karena kaget dengan kata-kata Esar yang menghinanya wanita siluman. Air mata lolos begitu saja dari matanya.
"Mill..." Nancy menyentuh pundak Millie dari belakang, walau Nancy tidak melihat air mata Millie, tapi dari pundak Millie yang bergetar Nancy tau kalau saat ini Millie sedang menangis.
"Biarin gue sendiri Cy." Ucap Millie lalu pergi dari hadapan Nancy dan Arthur yang ada di belakangnya.
"Mill.. Millie.. loe mau kemana?" Teriak Nancy saat Millie terus melangkah maju. Nancy pun hendak mengikuti Millie, tapi Arthur langsung menahan Nancy.
"Biarin Millie sendiri dulu Cy. Mungkin Millie mau bertapa ngisi batre keganasannya yang udah mulai lobet." Ucap Arthur.
"Tapi Thur..."
"Sst.. gak ada tapi-tapian. Loe gak inget siapa Nyai Kompeni itu, hah? Percaya deh, dia baik-baik aja." Kata Arthur lagi untuk meyakinkan Nancy.
Arthur pun menarik leher Nancy agar pergi dari tempat itu menuju mobil yang terparkir di parkiran PUB.
Bersambung...