
Indonesia.
Kediaman Adiguna.
Pukul 07.00.
Baru bangun tidur, Aki Edwin langsung membuat heboh seisi rumah karena kabar yang baru ia terima dari anak buahnya yang ia suruh untuk tetap memantau Millie dan Esar dari jarak jauh.
"Mom.. Mommy..!!! Sarah!!!" Teriak Aki Edwin sambil berjalan ke dapur.
Mendengar teriakan suami-nya yang memanggil namanya, Nini Madam pun bergegas meninggalkan dapur dan menghampiri suaminya yang sudah hampir sampai ruang makan.
"Ada apa Dad?" Tanya Nini Madam.
"Kita harus ke London sekarang!"
"Untuk apa?"
"Millie.." Aki Edwin menggantung kalimatnya.
"Millie kenapa?" Tanya Nini Madam penasaran karena selain kalimat yang menggantung, raut wajah Aki Edwin juga sangat panik.
"Millie masuk rumah sakit Mom." Jawab Payo dengan santainya dari arah belakang Aki dan Nini. Ia turun ke lantai bawah karena mendengar Aki Edwin berteriak-teriak.
Sontak Nini Madam dan Aki Edwin menoleh kebelakang.
"Anak mu masuk rumah sakit kok kau malah santai!!!" Bentak Aki Edwin tak terima melihat wajah tengil anak semata wayangnya.
"Orang Millie masuk rumah sakit juga bukan karena sakit kok!!" Balas Yordan.
"Lalu kenapa dia masuk rumah sakit?" Tanya Nini Madam.
"Millie hamil Mom! Sebentar lagi Kak Yordan mau jadi Aki." Jawab Maca dari belakang Yordan.
"Enak aja Aki!!! GePa yah!!!" Protes Payo. Ia tak mau di panggil Aki. Masa wajah bule di panggil Aki, begitu lah pikirnya.
"Daddy aja di panggil Aki sama cucu-cucunya!! Masa Kakak mau di panggil GePa sama cucu-cucu mu!!" Balas Maca.
"Mampus rasakan!!! Makanya, dulu jangan ngajarin anak mu manggil Aki-Nini!! Kena karma kau sekarang kan!!" Timpal Nini Madam.
"Kamu tau darimana Millie hamil?" Tanya Aki Edwin.
"Tadi Esar nelpon Dad, kasih tau kabar baik ini." Jawab Maca.
"Yordan, urus keberangkatan kita ke London malam ini. Dan kamu Ca, telepon Millie tanya dia apa yang harus kita bawa kesana, manatau dia mau makan sesuatu dari sini. Kamu Mom, siapkan semua produk frozen food khusus untuk ibu hamil." Perintah Aki Edwin.
"Baik Dad." Jawab tiga orang yang di beri perintah Aki Edwin.
London.
Pukul 10.00
Setelah kurang lebih 20 jam berada di udara, akhirnya rombongan Adiguna dan Pratama yang terdiri dari Aki Edwin, Nini Madam, Payo, Maca, Nia dan Irlan pun tiba juga di London.
Sesampainya di bandara, rombongan itu langsung diantar ke rumah sakit tempat Millie dirawat. Rasa jetlag, lelah dan sakit pinggang sudah tidak lagi mereka rasakan sangking bersemangat karena kabar kehamilan Millie.
Setengah jam kemudian.
Kini rombongan itu sudah sampai di rumah sakit.
Ceklek. Aki Edwin yang paling tidak sabar bertemu dengan cucu kesayangannya itu membuka pintu kamar rawat Millie dengan kasar.
"Aki!!!" Teriak Millie kesenangan saat melihat Aki tersayang yang ternyata membuka pintu dan sedang berjalan mendekatinya.
Sesampainya di dekat Millie, Aki Edwin langsung memeluk cucu-nya itu.
"Cih!!! Aki-aki ngedrama!!" Celetuk Payo. Untung saja Aki Edwin tidak mendengar, kalau mendengar, sudah pasti sudah Payo di tempeleng Aki Edwin.
"Kamu gak pa-pa kan?" Tanya Aki khawatir.
"Gak pa-pa Ki." Jawab Millie.
Aki pun melepas pelukannya lalu memberi tatapan tajam pada Esar.
"Kamu tuh yah!! Pasti kamu gak jaga Millie dengan baik kan, makanya Millie sampe masuk rumah sakit!!" Aki Edwin mengomeli Esar.
PLAK. Nini Madam langsung memukul punggung Aki Edwin pelan agar Aki Edwin tidak mengintimidasi Esar.
"Diem, jangan bikin ribut!!!" Ucap Nini Madam memberi peringatan Aki Edwin kemudian mendekati Millie.
"Selamat yah cucu Nini, sebentar lagi kamu jadi Emak-emak!!"
"Kok Emak sih Ni!! Mommy dong!!"
"Panggilan Mommy udah biasa!! Jadi panggil Emak aja!! Kapan lagi bule dipanggil Emak!" Sindir Nini Madam. Sepertinya Nini Madam ingin balas dendam pada Payo dan Millie karena sudah memanggil-nya Nini.
"Gak, pokoknya Mommy!!"
"Kita lihat saja nanti, racun siapa yang paling berbisa!!" Bisik Nini Madam sambil tersenyum licik.
Setelah Nini Madam memberi selamat. Payo-Maca dan Irlan-Nia pun memberi selamat pada Millie dan Esar.
Bersambung...