
"Apa loe bilang? Semalem kalian makan malam bareng sama si Jas Ujan?" Tanya Millie dengan tatapan horornya.
DUAAAAAR. Otak Arthur langsung kejang bagai tersambar petir mendengar pertanyaan Millie. Ia baru sadar kalau barusan dirinya sudah membongkar konspirasi yang telah dirinya dan Esar lakukan terhadap Millie.
"Hah... Emang gue bilang gitu yah?" Arthur malah balik bertanya dengan tampang pura-pura bodoh.
Mata Arthur melirik ke arah Nancy dan memberi kode dengan sorot matanya untuk meminta bantuan pada Nancy.
"Cy... tolong gue Cy.." kira-kira begitu lah arti kode SOS Arthur melalui sorot matanya.
Dan Nancy yang mengerti arti sorot mata Arthur pun membalas dengan sorot matanya juga.
"Au ah gelap!!!" Kira-kira begitu lah arti balasan dari Nancy.
Tak ingin ikut terseret dalam konspirasi Arthur dan Esar, Nancy pun memilih untuk pergi.
"Aduh..." ringis Nancy tiba-tiba sambil memegang perutnya.
"Kenapa loe?" Tanya Millie.
"Perut gue mules. Gue ke toilet dulu yah." Nancy pun berdiri dari tempat duduknya dan buru-buru meninggalkan meja mereka.
"Njriiiit si Nancy, dia malah kabur lagi!!! Nasib gue gimana ini." Dumel Arthur dalam hatinya.
"Woooi!!! Loe belum jawab pertanyaan gue tadi!!" Senggak Millie.
Arthur menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Mmm... itu.. mmm.. anu.." Arthur gelagapan tak tau harus menjawab apa.
BUGH. Millie mendendang kaki Arthur.
"Cepetan jawab!! Jadi loe sama Esar semalem makan di luar bareng si Jas Ujan itu?!" Tanya Millie menggeram. Sebenarnya ia ingin berteriak membentak Arthur, tapi berhubung mereka sedang di restoran, jadi Millie hanya bisa menggeram sambil memberikan tatapan tajam pada Arthur.
Pasrah. Itu lah yang hanya bisa Arthur lakukan sekarang.
Arthur pun menganggukkan kepalanya lemah.
Mata Millie melotot dan hampir keluar, tangannya pun sudah mengepal, ancang-ancang untuk meninju Arthur.
Arthur yang sudah hapal mati tabiat Millie, cepat-cepat berlutut di depan Millie untuk memohon pengampunan si Nyai Kompeni.
"Maafin gue Mill, sumpah gue cuma di ajak Esar. Kalau loe mau ngamuk jangan sama gue, sama Esar aja, please." Mohon Arthur.
Sontak Millie dan Arthur sekarang menjadi tontonan pengunjung restoran.
"Berdiri loe, jangan bikin gue malu!!!" Geram Millie.
Arthur pun berdiri dan duduk kembali di tempat duduknya.
"Cepetan habisin makanan loe!!! Nanti di kantor baru gue kasih hukuman loe sama si Mr. Bloon itu!!" Kata Millie lagi.
Arthur pun cepat-cepat menghabiskan makanan yang ada di piringnya.
Sedangkan Nancy yang dari tadi mengintip dari balik tembok, langsung keluar dari persembunyiannya setelah melihat keadaan sudah agak membaik.
๐๐๐
Di Rumah Utama Adiguna.
Rencana Nini Madam untuk mengajak Aki Edwin menginap ke apartemen mereka pun berhasil.
Sekarang di rumah utama itu hanya ada Payo, Maca, Shine dan Fighter. Sedangkan para staf pekerja rumah utama tinggal di paviliun belakang rumah utama.
"Iiiikh kak, minggir dulu, aku pake skincare dulu." Omel Maca pada Payo, karena saat ini tangan nakal Payo sedang menggerayangi buah siicakama.
"Gak tahan sayang." Jawab Payo dengan suara beratnya. Kini bukan hanya tangannya, bibirnya juga mulai mengecupi leher Maca.
"Ish kak, minggir dulu." Omel Maca lagi karena Payo semakin menjadi-jadi.
"Kelamaan kamu!!! Aku gak tahan lagi." Payo yang sudah tidak bisa menahan hasrat lagi langsung menggendong istrinya menuju ranjang tempat eksekusi kenikmatan.
"Ish.. kakak apa-apaan sih, udah di bilang sabar dulu. Gak sabaran banget sih." Omel Maca setelah Payo membaringkan dirinya di ranjang.
"Udah gak tahan sayang, Jeki udah berubah jadi Hulk, kalau gak segera di turutin maunya nanti jeruji kainnya koyak karena amukan Jeki. Lagian ngapain sih make skincare, orang nanti juga luntur lagi gara-gara keringetan." Balas Payo sambil membuka kain yang menempel di tubuh Maca. Setelah Maca berhasil di buat polos Payo, baru lah Payo membuka kain yang menempel di tubuhnya.
Kini mereka sudah seperti bayi raksasa yang baru lahir karena sudah sama-sama polos. Payo yang sudah tidak tahan langsung melahap buah siicakama dengan sangat rakusnya.
"Pelan-pelan kak, nanti tersedak loh." Ucap Maca memberi peringatan pada Payo.
Payo yang sudah kesurupan arwah bayi kelaparan tak memperdulikan peringatan istrinya dan terus melahap buah siicakama dengan rakusnya. Dua jari Payo pun sudah mengoโขbok-oโขbok terowongan Icablanca.
"Ssh..aah..uh...aah.." desau Maca sambil menggeliat tak tentu arah merasakan permainan dua jari suaminya.
"Uhuk..uhuk..uhuk.." Suara batuk Payo karena tersedak berhasil mengganggu aktifitas mereka yang sedang panas-panasnya.
"Tuh kan udah aku bilang pelan-pelan." Omel Maca.
"Heran deh, udah tua juga masih aja rakus. Ini semua tuh buat kamu kak, gak akan ada yang ambil." Omel Maca lagi pada bayi besarnya.
Jika Millie, Shine dan Fighter berhasil di sapih saat umur dua tahun, tapi tidak dengan Payo, sampai tua pun Maca tidak bisa berhasil menyapih bayi tua nya itu.
"Habisnya buahnya makin tua makin manis, makin kenyal, manisnya murni lagi gak kayak penjajak buah yang di jalan, udah kewer-kewer pake pemanis buatan lagi." Jawab Payo.
"Cih.." decih Maca sambil memutar bola matanya malas.
Dan mereka pun melanjutkan ritual penyengatan sampai pada ritual pelepasan kenikmatan yang hakiki.
๐๐๐
Kembali ke London.
Setelah Millie, Nancy dan Arthur selesai makan siang, mereka pun kembali ke kantor.
Kobaran api emosi Millie karena di tipu Esar dan Arthur pun belum juga memadam, malah kobaran api itu makin berkobar dan tak sabar untuk menyidang Esar dan Arthur.
Kini mereka sudah sampai dilantai dimana ruang kerja mereka berada.
Cepat-cepat Millie berjalan menuju ruang kerja Esar, tapi baru sampai di depan meja sekretaris Esar, Millie menghentikan langkah kakinya kala mendengar suara tawa seorang laki-laki dan perempuan.
"Apa jangan-jangan si Jas Ujan ada di dalam?" Gumam Millie dalam hati.
Millie pun bertanya pada Jerry, sekretaris Esar.
"Apa Tuan Gry ada tamu?" Tanya Millie.
"Ada Nona, Nona Jasmine, sekretaris Tuan Charles." Jawab Jerry.
Seketika ia ingat dengan pertengkarannya dengan Esar tadi pagi. Meski emosinya semakin membuncah, tapi Millie tak bisa berbuat apa-apa. Mau tak mau Millie melangkah mundur menjauhi ruang kerja Esar dan membiarkan Esar bersama Jasmine di dalam ruang kerja Esar.
Melihat Millie menjauhi ruang kerja Esar, Arthur yang sejak tadi tidak berani melangkah dari depan pintu lift merasa heran. Ia pun memberanikan dirinya berjalan mendekati Millie.
"Kenapa Mil?" Tanya Nancy saat Millie sudah sampai di depan meja sekretarisnya.
Millie tidak menjawab, matanya malah teralihkan dengan kedatangan Arthur yang berjalan mendekati Millie dan Nancy.
"Cepetan loe masuk, temenin tuh si Mr. Bloon. Pokoknya loe jangan sampe ninggalin mereka berduaan." Ucap Millie pada Arthur.
"Mereka? Maksud loe Jasmine ada di ruangan Esar?" Tanya Arthur.
Arthur menghela nafasnya kasar.
"Masa iya gue jadi obat nyamuk lagi." Gerutu Arthur dalam hati. Tapi mau tak mau ia harus melakukan itu.
"Ya udah sana cepetan!!!" Sentak Millie.
Arthur pun berjalan lemas menuju ruang kerja Esar.
Setelah Arthur pergi, Millie pun masuk ke dalam ruang kerjanya dan diikuti Nancy dari belakang.
Bersambung...