
Tanpa banyak bicara, Esar pun mengubah posisi mereka hingga Millie sekarang yang berada dalam kungkungannya.
Merasa tak perlu lagi memberi sengatan karena memang mereka berdua sudah dalam tegangan tinggi, ditambah lagi Millie yang sudah mendekati puncak klimakstation, Esar langsung mengarahkan Casper ke dalam goa kramat milik Millie.
"Aaahh..." erang keduanya saat Casper sudah terbenam sempurna di dalam goa kramat dan siap untuk bersalto ria di dalam sana.
Esar pun mulai menggerakkan pinggulnya maju-mundur sambil tangannya bermain dengan bakpao susu.
"Ah.. Sar, faster Sar!!!" Racau Millie.
"Sesuai permintaan Sayang." Balas Esar. Esar pun mempercepat gerakan pinggulnya.
"Aaarrrgh..." erangan panjang keluar dari mulut Millie, tubuhnya juga membusur saat Esar berhasil mengantarnya di puncak klimakstation.
"Jangan lemes dulu Mill, gue belum selesai!!" Ucap Esar saat melihat Millie yang terkulai lemas.
"Gantian loe yang diatas." Pinta Esar sambil mengeluarkan Casper dari dalam goa kramat.
Lalu menarik tangan Millie untuk membantu Millie duduk.
Millie pun naik keatas pangkuan Esar sambil mengarahkan Casper ke dalam goa kramatnya.
"Sssh... ah.." desau keduanya lagi saat Casper yang belum menyemburkan air kentalnya masuk kembali ke dalam goa kramat.
Millie pun meliuk-liukkan tubuhnya diatas pangkuan Esar.
Sambil Millie meliuk-liuk dengan seksi-nya, Esar pun sembari melahap bakpao susu Millie dan memilin kutil yang tumbuh diatas bakpao susu dengan lidahnya.
Dan itu membuat hasrat Millie kembali berkobar-kobar. Gerakan Millie yang awalnya lembut, lama kelamaan semakin cepat dan kasar.
"Lebih cepat lagi Mill.." racau Esar saat dirinya hampir sampai di puncak klimakstation.
Millie pun mempercepat gerakan pinggulnya dan Esar ikut membantu Millie mempercepat gerakan pinggulnya.
Lima menit kemudian...
"Aargh.." erangan panjang keluar dari mulut keduanya saat mereka sama-sama sampai di puncak klimakstation.
Millie pun langsung tumbang diatas tubuh Esar karena dirinya sudah dua kali terlempar di puncak klimakstation.
"Mill..."
"Mmm.."
"Loe dahsyat banget tau gak. Gue suka." Puji Esar.
"Iiikh!! Apaan sih!!" Balas Millie malu sambil memukul pundak Esar pelan.
"Mill.."
"Hemh... apalagi?"
"Kita gak pake pengaman loh." Ucap Esar.
"Kok gak pake sih!!" Omel Millie.
"Kok jadi nyalahin gue sih!!! Siapa suruh loe agresif banget tadi!!" Balas Esar yang tak mau disalahkan.
"Iiikh.. kalau gue hamil gimana?"
"Ya udah lah biar aja!! Kita udah nikah ini!!"
"Terus kuliah gue gimana?"
"Ya tetap kuliah lah. Toh juga tugas kampus gue yang ngerjain!!" Balas Esar.
"Terima aja yah Mill. Pasti orangtua kita juga udah pengen punya cucu dari kita." Ucap Esar sambil memeluk tubuh Millie.
Millie diam sejenak untuk berpikir. Tak lama ia pun menganggukkan kepalanya dalam pelukan Esar.
💋💋💋
Seminggu kemudian.
Indonesia.
Hari ini adalah hari pernikahan Dewa dan Xena.
Hari yang sangat tidak diinginkan Dewa namun hari yang sangat di nantikan Xena. Bukan karena Xena menyukai Dewa namun karena ingin membalas penghinaan Dewa pada dirinya.
Karena menurut Xena, membuat Dewa terikat dalam hubungan pernikahan dengannya adalah pembalasan terkejam untuk Dewa.
Di ruang tunggu pengantin.
"Loe bener mau nerima pernikahan ini?" Tanya Arthur pada Dewa.
"Ya mau gimana lagi, tapi gue akan buat si titisan Tante Lala nyesal karena udah jebak gue dengan pernikahan ini!!" Geram Dewa.
"Caranya?"
"Gue bakal bayar cewek untuk pura-pura jadi cewek gue, terus gue bawa kedepan Xena!! Nangis darah-nangis darah deh tuh anak nanti!!"
Arthur menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Jangan terlalu membenci Wa, nanti jatuh cinta loh!!" Ucap Arthur memberi nasehat.
"Cih.. gak akan!! Kalau sampe gue jatuh cinta sama dia, gue ongkosin loe sama Nancy keliling dunia paket tiga bulan!!" Jawab Dewa.
"Wah... kalau gitu gue harus sering-sering ibadah nih!! Biar loe bisa jatuh cinta sama Xena." Ejek Arthur.
"Sialan loe!!! Gara-gara loe tau gak nih!!" Balas Dewa sambil menoyor kepala Arthur.
"Tapi ngomong-ngomong, kok penampilan loe rapih banget, mau ikut nikah juga loe!!!" Tanya Dewa saat melihat penampilan Arthur yang rapihnya sebelas-dua belas dengan dirinya yang notabene adalah pengantin pria pada hari ini.
Bersambung...