Partner In . . .

Partner In . . .
Bab 36



Dan pesan dari Nini Madam itu sukses membuat mata Millie membulat sempurna, bahkan mulutnya juga menganga lebar, seluruh tubuhnya juga bergetar hebat.


"N I I I I N I I I I .......!!!!!!!" Teriak Millie.


Millie yang tadi sok jual mahal tidak mau mengangkat telepon dari sang Nini, kini berusaha menghubungi sang Nini. Keadaan pun berbalik, sekarang Nini Madam lah yang sok jual mahal tidak mau mengangkat telepon dari Millie.


"HUWAAAAA" Bagai anak kecil yang tidak di belikan kinderjoy, seperti itu lah sekarang Nyai Kompeni menangis meraung-raung di atas tempat tidur dengan kaki yang ia tendang-tendang ke udara.


Jelas saja saja tingkah Millie itu membuat bulu kuduk Nancy berdiri, karena ini pertama kalinya ia melihat sahabatnya yang tantrum seperti anak kecil.


"Loe kenapa Mill?" Tanya Nancy.


"Ini, loe liat ini Cy. Gue gak terima mereka begini Cy!!! Kenapa mereka liburan tanpa restu dari gue!!! Gue gak terima kayak gini Cy." Ucap Millie sambil menangis dan memberikan ponselnya pada Nancy.


Nancy yang penasaran pun mengambil ponsel itu dari tangan Millie.


Mata Nancy membulat sebesar jengkol, mulutnya pun menganga seperti lubang wc umum saat melihat foto Aki dan Nini Madam yang sedang berada di atas kapal pesiar, dan yang lebih parahnya lagi Nini Madam memakai bikini dan Aki Edwin bertelanjang dada dan hanya memakai boxer saja, pasangan bau tanah itu juga berpose mesra layaknya pengantin baru yang sedang honeymoon.


"Gila, Aki loe biar udah tua, tapi masih hot banget." Ucap Nancy.


Tak terima ada wanita lain mengagumi tubuh Aki nya, Millie langsung memberi tatapan tajam pada Nancy dan mendudukkan tubuhnya.


"Sini ponsel gue!! Enak aja loe ngelita tubuh Aki gue!!!" Omel Millie sambil merampas ponselnya dari tangan Nancy.


"Cih.." decih Nancy sambil memutar bola matanya malas.


"Ish.. nyebelin!!! Kok bisa sih mereka udah pergi liburan aja!!! Aki juga, pergi liburan gak bilang-bilang. Nyebelin iiikh!!!" Gerutu Millie sambil matanya terus memandangi foto pasangan bau tanah itu.


"Apa jangan-jangan ini cuma akal bulus si Nini aja?" Lirih Millie.


"Iya bener, pasti ini akal-akalan Nini aja. Mana mungkin sih Aki pergi liburan gak ngomong-ngomong sama gue!!!" Lirih Millie lagi.


"Gue harus telepon Aki!!" Dan Millie pun melakukan panggilan video ke nomor sang Aki.


Tuuut Tuuut Tuuut. Baru tiga kali nada sambung berbunyi, panggilan video Millie terjawab. Tapi sayangnya bukan sang Aki yang menjawab, melainkan Nini Madam, istri sah Aki Edwin.


"Hai Millie.." sapa Nini Madam sambil melambaikan tangannya. Lalu membalikkan kamera untuk memamerkan pemandangan yang ada di atas kapal pesiar.


"Kok bisa sih Nini liburan sama Aki? Kan Millie belum ngomong apa-apa sama Aki?" Protes Millie.


Nini Madam membalikkan kameranya.


"Hei bule tengil, cucu rese! kamu pikir saya baru bisa liburan sama suami tersayang saya, kalau kamu udah ngomong sama suami saya, hah!!!!" Jawab Nini ketus dengan nada penuh penekanan seolah menegaskan kepemilikannya atas sang suami.


"Tanpa kamu bujuk-bujuk suami saya, saya juga bisa merealisasikan liburan saya dengan suami saya, paham kamu!!" Kata Nini Madam lagi.


"Hish!!! Aki mana?! Millie mau ngomong sama Aki!!" Geram Millie


"Mau ngomong apa, hah? Mau merusak liburan kami?"


"Iiikh!!! Bukan urusan Nini!! Millie mau ngomong sama Aki!!" Marah Millie.


Nini Madam memutar bola matanya malas, lalu memanggil sang suami.


"Ed sayang... ada yang ingin bicara dengan mu." Panggil Nini Madam dengan nada yang manja.


"Kau saja yang menjawab sayang. Bilang aku sedang sibuk." Jawab Aki Edwin.


"Kau dengar sendiri kan bocah tengik, Aki mu sedang tidak bisa di ganggu. Kami benar-benar sedang menikmati liburan hari tua kami tanpa ada gangguan dari bocah pelakor. Blweeee." Kata Nini Madam dan diakhiri dengan menjulurkan lidahnya pada Millie.


Dan tanpa menunggu Millie mengamuk, Nini Madam langsung mengakhiri panggilan video mereka dan menonaktifkan ponsel suaminya.


"Ish... bener-bener nih si Nini!!! Pasti Aki udah di guna-guna deh, biar mau liburan sama tuh nenek-nenek!!!" Geram Millie.


Padahal yang sebenarnya terjadi sebelum liburan adalah....


FLASHBACK ON.


Pagi itu setelah melihat pesan m-banking yang ada di ponsel suaminya, Nini Madam pun mengamuk pada sang suami.


"Ed, bangun kau!!! Cepat kau lihat berapa uang yang di habiskan cucu mu itu!!!" Teriak Nini Madam sambil menarik selimut sang suami.


"Tiga ratus juta Ed!!! Dia belanja apa disana sebanyak itu!!!" Jawab Nini Madam emosi.


"Oh.. Biarkan lah sayang, toh uang bulanan yang ku berikan tiap bulan pada mu lima kali lipat dari itu." Jawab Aki Edwin masih dengan santainya.


"Tapi tetap saja kau tidak boleh memanjakan Millie seperti itu Ed!!! Aku tidak mau tau, kau harus memblokir kartu mu itu!!!" Balas Nini Madam.


"Kalau aku blokir, nanti cucu ku kesusahan disana sayang."


"Kesusahan bagaimana!!! Dia tinggal di apartemen mewah milik Yordan, dan berkerja di perusahaan Yordan. Dan Yordan juga mengirim uang setiap bulannya. Terus di bagian mana cucu mu itu susah, hah!!" Protes Nini Madam.


"Tetap saja, aku tidak tenang kalau Millie tidak memegang kartu itu." Balas Aki Edwin.


"Ish!!!" Geram Nini Madam sambil memukul ranjangnya.


Merasa tak ada hasil dari perdebatannya dengan sang suami. Nini Madam pun keluar dari dalam kamarnya dan naik ke lantai dua menuju kamar Payo dan Maca. Ia berniat meminta ganti rugi pada ayah kandung Millie.


Dor Dor Dor. Nini Madam menggedor pintu kamar orangtua Millie.


Ceklek. Maca membuka pintu kamarnya.


"Mommy. Ada apa Mom? Kok pagi-pagi udah kayak orang kesurupan?" Tanya Maca.


"Emang Mommy lagi kesurupan. Kesurupan gara-gara anak kamu." Jawab Mommy sambil berjalan masuk ke dalam kamar.


"Anak Ica yang mana Mom? Millie, Shine, apa Fight?" Tanya Ica. Ia pun mengikuti sang Mommy mertua dari belakang.


"Siapa lagi sih sayang kalau bukan Millie. Mereka berdua kan udah kayak anjing herder betina yang berebutan anjing herder jantan." Malah Payo yang menjawab.


"Diam kamu!!!" Bentak Nini Madam yang tak terima dengan jawaban Payo yang terkesan mengejek itu.


"Mommy kesini mau ganti rugi."


"Ganti rugi? Ganti rugi apa?" Tanya Payo.


"Gara-gara kamu suruh Millie ke London, Daddy mu jadi ngasih kartu hitam tanpa batasnya sama Millie. Dan asal kamu tau, anak mu itu udah menghabiskan uang suami Mommy sebanyak tiga ratus juta."


"Heleh... kirain ganti rugi apaan!!" Payo merespon dengan ekspresi wajah sepele.


"Lagian tiga ratus juta doang yang di habisin Millie. Gak bakalan buat Daddy bangkrut. Lagian mau siapa lagi yang ngabisin harta Daddy kalau bukan cucu-cucu nya. Santai aja kali Mom, gak usah kayak orang kebakaran 100 unit apartemen gitu. Heboh banget!!"


"Gak anak, gak bapak, sama aja!!! Sama-sama tengil!!! Pokoknya Mommy gak mau tau, kamu harus ganti uang itu, kalau gak Mommy gak kasih kamu libur dalam setahun ini!!! Mommy suruh kamu keliling kota buat ngecek pabrik!!" Ancam Nini Madam.


"Eh..kok gitu Mom? Millie yang bikin masalah kok Yordan yang apes?!"


"Ya itu kan anak kamu, tanggung jawab kamu!!!" Jawab Nini Madam dengan nada suara meninggi.


"Ya tapi gak gitu juga kali Mom. Udah gini aja, Mommy pengen banget kan liburan sama Daddy pake kapal pesiar?" Tanya Payo dengan senyum licik mereka di bibirnya.


"Dari mana kamu tau?" Tanya Nini Madam menyelidik, karena keinginannya itu hanya Millie yang tau.


"Ya tau lah. Kan Millie cerita ke Ica. Ica cerita ke Yordan." Jawab Payo dengan songongnya.


"Emangnya kenapa kalau Mommy pengen banget liburan sama Daddy?" Tanya Nini Madam tak kalah songongnya.


"Yordan punya ide. Gimana kalau Mommy pura-pura ngambek gara-gara pengeluaran Millie ini. Terus minta liburan pake kapal pesiar. Kalau Daddy gak mau, ancam aja kalau Mommy mau pulang kampung. Yordan yakin, pasti Daddy langsung nurutin apapun yang Mommy mau." Kata Payo memberi ide cemerlang untuk sang Mommy.


Nini Madam terdiam sejenak memikirkan kata-kata Payo. Dia pun setuju dengan ide Payo. Daripada harus menunggu Millie yang tak kunjung membujuk Aki nya, lebih baik menggunakan cara licik Payo.


"Boleh juga ide kamu. Oke Mommy coba. Kalau cara kamu berhasil, utang Millie lunas. Tapi kalau gak berhasil, kamu gak akan Mommy kasih libur dan harus keliling kota ngecek pabrik."


"Iya... iya." Jawab Payo pasrah.


"Dan kamu Ca, awas kamu kasih tau Millie sebelum Mommy berangkat. Pokoknya jangan ada yang kasih tau Millie dulu. Biar nanti Mommy yang kasih tau Millie langsung. Kalau Millie sampai tau sebelum Mommy berangkat, Mommy tutup butik mu." Ancam Nini Madam.


"Iya Mom." Jawab Maca malas. Ia sudah malas terlibat dalam keributan anak dan mommy mertuanya itu. Keributan yang terjadi hanya kerena berebutan laki-laki, yaitu Aki Edwin.


Nini Madam pun keluar dari dalam kamar Payo-Maca dengan raut wajah senang.


Bersambung...