Partner In . . .

Partner In . . .
Bab 27



Millie berjalan masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dan mengambil kunci mobil. Sama seperti Millie, Nancy pun masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya.


Kini mereka sudah bersiap melakukan penyelamatan Mr. Bloon. Millie dan Nancy pun keluar dari dalam unit apartemen mereka.


Mereka singgah ke apartemen Esar untuk menanyakan alamat tempat tinggal Jasmine.


Ting Tong Ting Tong. Dengan tidak sabarannya Millie menekan bel unit apartemen Esar.


"Hemh... pasti kerjaan si Nyai Kompeni nih!!!" Gerutu Arthur yang sedang asyik menonton film orang primitif yang tidak pakai baju.


Karena Millie terus menerus menekan bel, mau tak mau Arthur mengangkat bokongnya dari sofa dan membenahi letak pisang molennya yang sedang mengeras lalu berjalan menuju pintu.


"Bener-bener gak bisa bikin orang tenang yah!!!" Gerutu Arthur sambil berjalan.


Sebelum membukakan pintu, Arthur terlebih dulu melihat orang yang menekan bel dari layar monitor, hanya untuk memastikan saja kalau yang menelan bel memanglah si Nyai Kompeni.


"Tuh kan bener si Nyai." Kata Arthur saat melihat wajah bringas Millie terpampang jelas di layar monitor.


Ceklek. Arthur pun membuka pintu.


Tanpa ba bi bu be bo, Millie langsung menarik tangan Arthur dan menyeret Arthur menuju lift.


"Woiii...woiii...woiii, apa-apaan nih!!! Kok asal main tarik aja!!!" Teriak Arthur.


"Gak usah banyak protes, sekarang loe tunjukin sama gue apartemen si Jas Ujan." Balas Millie.


Tau Millie akan berbuat onar di malam minggu pertama Esar, Arthur langsung menyentak tangan Millie. Bukan karena Arthur berpihak pada Esar tapi karena Arthur tidak mau terbawa-bawa dengan apa yang akan di lakukan Millie. Arthur takut Esar akan mendepaknya menjadi asisten Esar jika Arthur memberitahu pada Millie dimana apartemen Jasmine.


"Gue gak mau!!! Kalau loe mau pergi, pergi aja berdua. Gue kasih alamatnya aja." Tolak Arthur.


"Kalau soal alamat sih gue juga tau!!! Tapi kita perlu loe untuk masuk ke apartemen si cacing tanah itu!! Ini tuh urgent Thur!!! Bukan Esar aja yang dalam bahaya, tapi perusahaan juga dalam bahaya." Ucap Millie.


"Kok gitu?"


Millie pun menunjukkan laporan yang dikirimkan intelnya Nini Madam pada Arthur.


Arthur membaca dengan seksama laporan yang ada di ponsel Millie itu.


"Anjiiiir!!! Dasar tupai burik!!! Berani-beraninya dia mau di jadiin Esar batu loncatan." Geram Arthur.


"Ayo lah kita bongkar kebusukan para tupai burik itu." Kini Arthur lah yang paling bersemangat.


Mereka pun berjalan ala-ala gengster menuju lift.


"Eits tunggu dulu." Tiba-tiba saja Arthur menahan tangan Millie dan Nancy.


"Kenapa?"


"Kita kumpulin kekuatan dulu." Arthur terlebih dulu menjulurkan tangannya lalu meminta Millie dan Nancy menumpuk tangan mereka di atas tangan Arthur.


Walau tindakan Arthur sangat konyol dan absurd tapi tetap saja Millie dan Nancy mau mengikuti arahan Arthur.


"Demi keselamatan dan kesejahteraan IYG Archie & Properteam, mari kita selamatkan Esar dari tupai burik. Ye Ye Ye." Teriak Arthur mengumandangkan yel penyemangat aksi mereka.


Millie dan Nancy kompak menganga mendengar yel yang Arthur kumandangkan. Untung saja tidak ada orang melihat kelakuan absurd nan konyol Arthur itu.


💋💋💋


Kini mereka sudah berada di depan pintu unit apartemen Jasmine.


Millie dan Nancy agak kepinggir agar tidak terlihat kamera pintu.


"Cepet pencet bel nya." Perintah Millie.


Arthur pun menekan bel.


Satu kali, dua kali Arthur menekan bel pintu tak kunjung terbuka.


Makin khawatir saja Millie.


Millie pun menekan bel apartemen Jasmine dengan tidak sabaran, tapi tetap saja tidak ada yang membukakan pintu.


BUGH..BUGH..BUGH. Kesal karena pintu tak kunjung dibuka, Millie pun menendangi pintu apartemen Jasmine.


"Buka!!! Esar loe harus hati-hati sama perempuan itu, loe cuma dimanfaatin sama dia!!!" Teriak Millie sambil terus menendangi pintu apartemen Jasmine.


Melihat Millie seperti orang kesurupan, Arthur dan Nancy pun menarik tubuh Millie agar berhenti menendangi pintu.


"Sabar Mil, sabar." Kata Nancy mencoba menenangkan Millie.


"Gue telpon Esar dulu, manatau mereka memang gak ada di dalam." Kata Arthur.


Arthur pun menghubungi Esar dan pura-pura bertanya dimana keberadaan Esar. Mata Arthur membelalak saat tau kalau sekarang Esar sedang berada di Pub dengan Jasmine.


"Dimana dia?" Tanya Millie saat Arthur telah mengakhiri panggilan teleponnya dengan Esar.


"Em... itu...anu.." Arthur ragu mengatakan pada Millie.


"Cepetan bilang dimana dia?!" Teriak Millie kesal.


"Dia lagi di Pub, Mill."


"Apaaaa?!!!" Teriak Millie kaget.


Sebenarnya bukan hal yang luar biasa bagi mereka pergi ke club atau pub hanya saja karena mereka tau orang yang bersama Esar memiliki tujuan yang tidak baik makanya hal ini menjadi sesuatu yang luar biasa.


"Kita harus cepet kesana, sebelum si cacing tanah itu masukkin obat tidur ke minuman Esar."


Mereka bertiga pun bergegas meninggalkan gedung apartemen Jasmine dan menuju Pub tempat Esar dan Jasmine berada.


Tak sampai dua puluh menit, mobil yang Millie kendarai dengan ugal-ugalan persis seperti Jeki yang sedang balapan akhirnya sampai di pub. Mereka pun keluar dari dalam mobil dan berjalan memasuki pub.


Sesampainya di dalam pub mata mereka langsung mencari keberadaan Esar ke segala arah.


"Itu Jasmine." Kata Nancy saat melihat Jasmine yang duduk seorang diri.


"Loh Esar mana?!" Timpal Arthur saat tak melihat keberadaan Esar.


Millie tidak memperdulikan dimana keberadaan Esar, malah ini lah kesempatan Millie untuk melabrak Jasmine. Millie melangkahkan kakinya panjang menuju meja dimana Jasmine berada dan diikuti Arthur dan Nancy dari belakang.


BRAAAK. Millie langsung menggebrak meja.


Sontak Jasmine yang sedang memainkan ponselnya kaget dan langsung mendongakkan wajahnya.


"Hai Mill.. Ada apa? Kenapa kau datang langsung menggebrak meja?" Tanya Jasmine sok lembut.


"Cih... dasar wanita sampah!!! Tidak perlu lagi bersandiwara dengan ku, aku sudah tau siapa kau!!!" Ucap Millie dengan tatapan membunuhnya.


Jasmine menelan salivanya kasar, tatapan Millie benar-benar membuatnya sangat terintimidasi.


"Apa yang sedang anda bicarakan Nona Millie? Saya tidak paham." Jawab Jasmine sambil tersenyum tenang.


"Mill, tenangin diri loe!!! Kita jadi pusat perhatian sekarang." Ucap Nancy saat melihat sekeliling mereka.


"Breng•sek!!! Sini ikut aku!!!" Geram Millie karena apa yang di katakan Nancy benar apa adanya. Millie pun menarik tangan Jasmine dan hendak membawa Jasmine keluar dari pub.


"Aku tidak mau!! Kenapa aku harus ikut dengan mu. Dan kenapa anda sangat kasar sekali Nona Millie?!" Sepertinya Jasmine sengaja berteriak agar terlihat seperti sedang terintimidasi.


"Tidak perlu banyak tanya, lebih baik sekarang kau ikut saja dengan ku sebelum ku bongkar kebusukan mu di depan Gry!!" Ancam Millie.


Tapi ancaman Millie itu sama sekali tidak membuat Jasmine gentar, Jasmine tetap saja bertahan di mejanya meski Millie sudah mencengkram erat lengannya.


"Millie!!!!"


Bersambung...