Partner In . . .

Partner In . . .
Bab 46



Arthur dan Nancy kini sedang duduk di teras swalayan yang ada di dekat apartemen.


Dengan bermodal minuman bir kaleng dan beberapa cemilan, Arthur dan Nancy menghabiskan malam disana.


"Pulang yuk Thur." Ajak Nancy, karena mereka sudah hampir dua jam duduk disana, lagi pula sekarang sudah tengah malam.


"Ya elah Cy, bentar lagi yah. Gue masih mau menghirup kebebasan ini." Ucap Arthur.


"Kebebasan? Emang bentar lagi loe mau di penjara?" Tanya Nancy.


Arthur menganggukkan kepalanya.


"Di penjara dalam sebuah rumah tangga dengan orang yang gue gak cinta. Bahkan gak gue kenal!!" Jawab Arthur pasrah.


"Maksudnya?"


"Loe be•go atau polos sih Cy? Maksudnya tuh gue di jodohin!!" Ucap Arthur.


Deg. Mendengar Arthur akan di jodohkan, hati Nancy tiba-tiba terasa ngilu.


Lama bersama dengan kedok berpartner, membuat Nancy tak bisa mengelak dengan perasaannya, kalau dalam hatinya juga mulai tumbuh benih-benih cinta.


"Sama siapa?" Tanya Nancy pelan.


"Kan gue udah bilang, gue gak tau. Ngeliat orangnya aja gue gak pernah." Jawab Arthur.


"Terus loe terima dengan perjodohan itu?"


Arthur menggedikkan bahunya.


"Gak tau Cy, gue juga bingung. Disatu sisi gue gak mau ngecewain orang tua gue. Tapi disisi lain, gue udah suka dengan seseorang." Jawab Arthur.


"Orang yang loe suka cewek?"


"Ya iyalah!!! Ngadi-ngadi loe!! Maksud loe gue pemain anggar gitu?!" Omel Arthur sambil melempar kulit kacang ke wajah Nancy.


"Ya kali aja kan!!" Balas Nancy.


"Gue juga sempet mau di jodohin sama orang tua gue sama anak temennya orang tua gue. Tapi gue nolak. Makanya gue terima tawaran kerja dari Millie untuk jadi asistennya. Dan sejak itu, orang tua gue gak pernah lagi bahas soal perjodohan." Ucap Nancy curhat.


"Loe enak, orang tua loe kayak gitu, gak memaksakan kehendak mereka sama anak. Lah gue, orang tua gue suka banget maksa anak-anaknya melakukan mau mereka, dengan dalih untuk kebaikan kami anak-anaknya." Balas Arthur.


"Mungkin cara loe nolak perjodohan juga dengan cara yang keras. Coba loe omongin baik-baik dengan orang tua loe, pasti juga mereka ngerti." Balas Nancy.


"Gue juga mikirnya sih gitu. Tapi gue juga harus bikin plan cadangan kalau sampai dengan di omongin baik-baik pun, orang tua gue gak mau ngerti."


"Plan cadangan? Plan apa?"


"Gue harus dapetin hati cewek yang gue suka, terus gue hamilin. Kalau udah hamil kan berarti gue harus tanggung jawab. Gak mungkin dong orang tua gue terus maksain perjodohan gue dengan perempuan pilihan mereka."


Nyes. Makin ngenes saja hati Nancy mendengar kata-kata Arthur.


"Cih... dasar playboy licik!!" Ejek Nancy.


"Enak aja playboy!! Loe pernah gak lihat gue gonta-ganti cewek?"


"Ya mana gue tau!!" Balas Nancy.


"Emangnya siapa sih cewek yang loe suka itu?" Tanya Nancy penasaran.


Arthur tidak menjawab, ia hanya menatap dalam bola mata Nancy sambil tersenyum penuh arti.


💋💋💋


Kembali ke Esar dan Millie.


Setelah mengoleskan obat di wajah Esar, Millie pun membahas masalah Mama Clive dengan Esar, karena tadi Millie sudah terlanjur menjanjikan akan membiayai pengobatan Mama Clive.


Esar pun menyetujui usul Millie.


"Nancy sama Arthur kemana sih!! Kok mereka belum balik-balik jam segini?"


"Biar aja lah mereka berduaan, manatau dengan mereka sering berduaan, hubungan kita nular ke mereka." Balas Esar.


"Ya gak bisa gitu dong, ini kan udah malem!!! Kalau Arthur bawa Nancy ke tempat yang aneh-aneh, terus ngajak Nancy minum sampe ma•bok gimana? Arthur juga yang menang banyak!!" Dumel Millie.


"Kenapa? Loe juga mau menang banyak kayak Arthur?" Goda Esar.


"Nancy juga gimana sih, ponselnya pake gak aktif segala lagi!!" Dumel Millie lagi sambil mengangkat bokongnya dari sofa.


"Aaakh..." teriak Millie saat Esar menarik tangannya sampai ia terduduk di pangkuan Esar.


"Ish apaan sih loe!!" Omel Millie sambil memukul dada Esar pelan.


"Masa loe mau pergi gitu aja!!"


"Terus, mau loe gue ngapain? Ngelonin loe dulu, gitu?" Tanya Millie.


"Kalau loe mau, ayo." Balas Esar.


"Ish..." geram Millie sambil mencubit roti sobek Esar pelan.


"Aaargh..." jerit Esar kesakitan luar biasa, seolah Millie mencubit roti sobek Esar sangat kencang.


"Sakit banget yah? Kan gue nyubitnya pelan!!" Tanya Millie panik.


"Pelan tapi kalau pake kekuatan avatar mah sama aja Mill!!!" Jawab Esar.


"Sini gue lihat." Millie yang khawatir pun perlahan membuka kaos yang Esar pakai.


Esar tersenyum penuh kemenangan, karena sebenarnya ia sama sekali tidak merasakan sakit sedikit pun, ia hanya ingin mengerjai Millie saja.


"Yang ini yah?" Tanya Millie masih panik.


"Mmm." Jawab Esar sambil menahan tawa.


Millie pun menggosok-gosok bagian roti sobek Esar yang tadi ia cubit.


Sayangnya niat Esar yang ingin mengerjai Millie malah menjadi boomerang untuknya. Karena gara-gara Millie menggosok-gosokkan tangannya ke roti sobek Esar, si Casper mulai bangun dan hendak bergentayangan mencari goa keramat untuk bersemedi.


"Udah Mill, stop!!" Ucap Esar sambil menahan tangan Millie.


"Kenapa? Kan biar sembuh!!" Jawab Millie. Ia masih berusaha menggosok roti sobek Esar.


"Gak usah-gak usah!!" Balas Esar yang bersikeras menolak perhatian Millie. Ternyata perhatian Millie membahayakan kesejahteraan Casper.


Millie tetap tidak mau berhenti, karena Millie tau kalau tadi Esar hanya lah berpura-pura, dan Millie sengaja tidak mau berhenti karena ingin membalas Esar yang sudah mengerjainya, tanpa Millie ketahui alasan kenapa Esar meminta Millie berhenti menggosok roti sobeknya.


Geram karena Millie tak mau juga berhenti, tanpa banyak bicara, Esar langsung menarik tengkuk Millie dan mengunyah bibir Millie.


"Hemph... hemph..." gantian, kini Millie lah yang meronta meminta Esar berhenti mengunyah bibirnya.


Esar yang sudah di selimuti kabut hasrat, langsung mengambil tangan Millie dan membaringkan Millie di sofa lalu menindih dan mengunci tubuh Millie.


"Esar lepas!!! Gue tonjok loe yah!!!" Teriak Millie mengancam.


Esar tak menghiraukan teriakan Millie dan malah melanjutkan mengunyah bibir Millie.


"Hemph... hemph..." ronta Millie.


Makin Millie meronta, di dalam goa kain, Casper juga makin meronta.


"Jangan gerak-gerak Mill, ada yang mau gentayangan!!" Ucap Esar memberi peringatan.


"Makanya minggir!!! Loe kok jadi mesum gini sih sekarang Sar!!!" Bentak Millie.


"Gak tau, gue juga bingung." Balas Esar.


"Ya udah minggir!!! Gue aduin ke Aki nih yah!!!"


"Aduin aja, gue gak takut!!!"


"Iiiikh Esar lepas!!!" Teriak Millie lagi sambil meronta.


Ceklek. Tiba-tiba saja suara pintu apartemen Esar terbuka.


Siapa lagi pelakunya kalau bukan Arthur.


Cepat-cepat Esar berpindah dari atas tubuh Millie dan duduk di single sofa sambil menaruh bantal sofa di pangkuannya, agar Millie atau Arthur tidak melihat Casper yang sudah gentayangan di balik goa kain.


Bersambung...