
Disaat semua orang sedang asyik mengobrol dengan Millie dan Esar, diam-diam Aki Edwin keluar dari dalam kamar.
Untuk apa? Dia ingin menemui dokter yang menangani Millie.
Aki Edwin berjalan mendekati loket jaga.
"Sus."
"Iya Tuan, ada yang bisa di bantu?"
"Saya ingin menemui dokter yang menangani Nona Millionaire."
"Apa ada masalah Tuan?"
"Tidak ada, hanya ada hal penting yang harus saya bicarakan dengan dokter itu. Tolong tunjukan saya dimana ruangan dokter itu."
"Tunggu sebentar Tuan, saya sambungkan dulu dengan dokter yang menangani Nona Millionaire."
Perawat itu pun mengangkat gagang telepon lalu menghubungkan ke meja dokter yang menangani Millie.
PUK.. Tiba-tiba saja tangan besar menepuk pundak Aki Edwin dari belakang.
Sontak Aki Edwin menoleh ke belakangnya. Ternyata si bule tengil yang tak lama lagi akan mendapat gelar baru yang menepuk pundaknya. Ya, dia adalah Payo, alias Yordan alias si bule tengil.
"Kamu bikin kaget Daddy aja!!" Omel Aki Edwin.
"Ngapain Daddy disini?" Tanya Payo.
"Dad-"
Belum sempat Aki Edwin menjawab, perawat sudah memotong pembicaraan Aki Edwin.
"Mari Tuan, ikuti saya ke ruangan dokter yang menangani Nona Millionaire." Ucap perawat.
Perawat itu pun berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan lebih dulu. Aki Edwin pun mengekori perawat itu dari belakang dan mau tak mau Payo juga ikut bersama Aki Edwin.
"Daddy mau ngapain ke ruangan dokter yang menangani Millie?" Tanya Payo sambil mereka berjalan.
"Nanti juga kamu tahu!"
"Daddy gak lagi merencanakan sesuatu kan?" Tanya Payo curiga.
Aki Edwin tak menanggapi kecurigaan Payo dan hanya melirik anak tunggalnya itu sejenak.
"Dad, ingat Dad, daddy udah tua. Gak usah buat yang macem-macem kalau gak mau di tinggal si bule bar-bar." Kata Payo.
"Apaan sih kamu!! Justru Daddy bertujuan baik, mau menjaga Millie ekstra ketat."
"Mau menjaga Millie ekstra ketat? Jangan bilang Daddy mau bawa Millie pulang ke Indonesia?"
"Itu kamu paham!! Kalau disini kan gak ada yang perhatiin gizi-nya. Menantu kamu yang bloon itu mana tau apa-apa!!"
"Itu urusan kamu sama temen-temen kamu, bukan urusan Daddy!!" Balas Aki Edwin ketus.
Kini mereka sudah berada di depan pintu ruangan dokter yang menangani Millie.
Perawat pun membuka pintu ruangan itu, "Silahkan masuk Tuan." Ucap perawat yang menunjukkan ruangan dokter yang menangani Millie sambil mem
"Terimakasih Sus." Jawab Aki Edwin.
Aki Edwin dan Payo pun masuk kedalam ruangan dokter.
"Selamat siang Tuan." Sapa dokter yang duduk di kursi kebesarannya.
"Selamat siang dok." Balas Aki Edwin.
"Silahkan duduk." Kata dokter lagi sambil menunjuk kursi yang ada di depan meja kerjanya.
Aki Edwin dan Payo pun duduk di kursi yang dokter tunjuk.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Tanya dokter.
"Jadi begini..." Aki Edwin pun mengutarakan niatnya untuk memboyong Millie ke Indonesia.
"Begini Tuan, boleh saja Nona Millionaire di boyong ke Indonesia. Tapi jangan sekarang, karena kondisi kandungan Nona Millionaire masih lemah. Kalau saran saya, kita tunggu sampai kandungan Nona Millionaire memasuki bulan ke tujuh." Balas dokter.
"Nah bener tuh Dad, lagian kan tiga bulan lagi mereka selesai kuliah. Kan nanggung kalau di bawa pulang sekarang." Timpal Payo.
"Seneng kamu kan!!!" Sindir Aki Edwin ketus.
"Baiklah dok. Tapi tolong bilang ke suami-nya cucu saya itu untuk tidak menjenguk calon anaknya sampai melahirkan. Saya tidak mau terjadi apa-apa dengan calon cicit saya."
"Ya gak bisa gitu dong Dad!! Kalau selama dalam kandungan gak pernah di jenguk, nanti anaknya gak kenal siapa bapaknya atau gak nanti wajahnya gak mirip sama bapaknya!" Protes Payo. Seolah ia bisa merasakan apa yang akan dirasakan menantunya nanti kalau sampai dilarang menjenguk calon anak-nya.
"Bukannya Daddy mau ada keturunan Adiguna yang berwajah Asia kayak Daddy?" Kata Payo lagi mengompori.
"Tapi yang Millie lahirkan nanti bukan keturunan Adiguna, bodoh!!!" Dumel Aki Edwin.
Perseteruan Ayah dan anak pun terjadi di ruangan dokter. Dokter yang menangani Millie sampai geleng-geleng kepala melihat perseteruan itu. Yah, meski dokter tidak mengerti apa yang sedang diucapkan Aki Edwin dan Payo karena saat ini mereka adu mulut dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Maklumi saja dok, namanya juga keluarga Cemarlah. Dimana-mana akan selalu mencemarkan telinga dan mata orang-orang yang ada disekitar mereka.
Bersambung...
💋💋 Yang kemaren minta ceritanya Xena-Dewa, tolong tanggung jawab yah, harus singgah, kasih like, absen komen, tebar bunga dan ngasih kopi seember untuk aku, dan kalau ikhlas jatah vote yang kalian punya kasih ke kamar mereka, biar aku semangat nulis kisah mereka. Soalnya aku udah buat cerita mereka di kamar Jerat Cinta Gadis Tengil. 💋💋
Nih, yang begini covernya.
Ditunggu yah 💋💋