
Tak perlu menunggu persetujuan dari Nancy, Arthur langsung menarik tengkuk Nancy dan mendaratkan bibirnya di bibir Nancy.
Nancy pun membalas ciuman Arthur. Mereka pun saling mengunyah bibir dan lidah mereka pun saling membelit.
Sambil bibir mereka berciuman panas, tangan Arthur pun tak tinggal diam, tangan nakal itu menyelinap dibalik sleepwear dan mera•ba punggung Nancy lalu berusaha membuka pengait penutup gunung Enendayan yang belum aktiv mengeluarkan lahar susu.
CLETAK. Pengait pun terbuka lalu menarik penutup gunung Enendayan dari balik sleepwear lalu membuangnya kesembarang arah sampai teronggok di lantai.
Setelah berhasil membuang penutup itu, tangan Arthur pun beralih kedepan dengan bibir yang masih saling mengunyah dan lidah yang saling membelit.
"Ah..." des•ah Nancy saat tangan besar Arthur memilin lembut puncak Enendayan.
Mendengar des•ahan Nancy, Arthur pun makin menggila.
Arthur melepaskan tautan bibir mereka dan berhenti sejenak memilin puncak kenyal itu lalu membuka sleepwear atas Nancy lalu membuangnya kesembarang arah.
Arthur menelan salivanya susah payah saat melihat penampakan gunung Enendayan secara langsung. Tak kecil, tak juga terlalu besar, tapi untuk di katakan sedang pun tidak juga, tapi sangat pas di telapak tangan Arthur yang cukup besar.
"Ikh.. jangan di lihatin gitu dong!! Malu tau!!" Protes Nancy sambil menutup gunung Enendayannya.
"Jangan ditutup Cy, gue lagi mau manjain mata gue dengan pemandangan indah gunung Enendayan loe." Ucap Arthur sambil menarik tangan Nancy.
"Tapi gue malu Thur!!" Balas Nancy sambil berusaha menutupi-nya lagi. Tapi sayang, usaha Nancy sia-sia karena Arthur menahan tangannya kuat-kuat.
"Lepas Thur... gue malu!!" Ronta Nancy masih terus berusaha. Karena Nancy terus saja meronta, Arthur pun langsung membungkam mulut Nancy dengan bibirnya lalu mengunyah kembali bibir manis itu.
Nancy pun diam seketika dan malah membalas kunyahan bibir Arthur.
Tangan Nancy yang tadi meronta Arthur letakkan ke leher-nya. Setelah tangan Nancy mengalungi leher-nya, barulah tangan Arthur bermain kembali dengan gunung Enendayan.
Permainan pun semakin panas, tubuh Nancy juga sudah menggeliat-menggeliat bagai ular yang sedang ganti kulit.
"Kita pindah ke kamar yuk." Ajak Arthur.
Nancy menganggukkan kepalanya tanda setuju. Melihat anggukan istrinya, Arthur langsung menggendong Nancy seperti anak koala keluar dari dalam kamar mandi lalu berjalan mendekati ranjang tempat eksekusi kenikmatan.
Arthur tak langsung menindih tubuh Nancy, melainkan ia membuka lebar kaki Nancy terlebih dulu. Arthur ingin melihat panorama indah destinasi yang akan menjadi tempat favorite Abang Jago.
Lagi dan lagi Arthur menelan salivanya susah payah saat melihat penampakan goa Nembem milik Nancy yang terpampang nyata di depan matanya, bahkan mata Arthur sampai tak berkedip melihat panorama indah goa Nembem yang masih tembem dan rapat.
Bukan hanya Arthur yang terpukau melihat pemandangan goa itu, bahkan Bang Jago pun ikut terpukau, sangking terpukau-nya Bang Jago sampai ngences-ngences, rasa-rasanya Bang Jago sudah tidak sabaran untuk memasuki goa itu.
Tak hanya ingin memandang, Arthur pun memberi sengatan di kulit paha Nancy secara bergantian. Mulai dari kiri lalu ke kanan lalu naik terus ke atas hingga melewati goa Nembem, dan terus naik ke atas hingga ke gunung Enendayan.
Mulut Arthur bermain sejenak di gunung Enendayang secara bergantian dan setelah dirasa cukup, bibir Arthur naik lagi ke leher dan tak lupa meninggalkan jejaknya disana.
Puas bermain di leher, bibir Arthur kembali melanjutkan perjalanannya menuju bibir Nancy. Mereka pun berciuman panas untuk beberapa menit.
Dirasa cukup saling membakar gelora, Arthur melepas tautan bibir mereka.
"Loe udah siap? Gue masukin sekarang yah?" Tanya Arthur.
Nancy yang hasratnya sudah di ubun-ubun pun menganggukkan kepalanya.
Melihat Nancy menganggukkan kepalanya, Arthur pun menumpukan tubuhnya pada kedua lututnya, lalu mengarahkan Bang Jago menuju goa Nembem.
Tapi ternyata perjalanan Bang Jago untuk masuk ke dalam goa tidak lah mudah.
Beberapa kali Bang Jago berusaha mendorong pintu goa, tapi hasilnya nihil, pintu tak kunjung berhasil Bang Jago buka.
Tapi bukan Bang Jago namanya kalau langsung menyerah. Arthur menarik nafasnya dalam-dalam sambil memejamkan matanya seolah sedang memanggil khodam dalam tubuhnya untuk memberi kekuatan pada Banh Jago.
Setelah merasa khodam dalam tubuh Arthur berpindah pada Bang Jago, Arthur pun kembali mengarahkan Bang Jago menuju pintu goa Nembem. Dan...
"Akkkh..." jerit kesakitan Nancy saat Bang Jago berhasil mendobrak pintu goa dengan gagah-nya.
Bersambung...