Partner In . . .

Partner In . . .
Bab 35



Kini Esar sudah sampai di kampus, Esar langsung berjalan ke kelas dan mencari keberadaan Millie.


Rahangnya kembali mengeras begitu melihat Millie yang sudah duduk dengan Alpha dan mereka terlihat begitu sangat akrab. Padahal kenyataannya tidak seperti yang Esar lihat. Karena yang sebenarnya terjadi, Millie kembali bermain drama. Saat melihat Esar di depan pintu dan Millie yakini Esar sedang mencari keberadaan dirinya, Millie langsung berpura-pura mengajak ngobrol Alpha padahal semenjak mereka sampai kampus dan duduk di kelas, Millie selalu mengacuhkan Alpha.


Esar yang tak terima Millie terlihat akrab dengan laki-laki lain langsung mendekati Millie dan Alpha.


Tanpa basa-basi Esar langsung menarik tangan Millie agar pindah dari tempat duduk itu dan duduk bersamanya.


Tak terima Esar asal menarik tangannya, Millie pun menyentak tangan Esar agar melepaskan tangannya.


"Apa-apa an ini!! Kenapa kau asal menarik tangan orang!! Apa kau pikir aku ini kantong sampah asal main tarik saja, hah?!" Omel Millie dengan nada meninggi dan menggunakan bahasa Inggris.


"Cih.." decih Esar karena tau Millie sengaja memakai bahasa Inggris agar semua orang yang ada di kelas itu tau apa yang mereka bicarakan.


"Loe yang apa-apaan!! Udah ngasih ponsel pemberian gue ke orang lain, terus loe ninggalin gue dan sekarang loe duduk sama laki-laki itu!!! Loe sengaja mau bikin gue cemburu?!" Sepertinya Esar tidak sadar dengan kalimat terakhir yang dia ucapkan. Karena kalimat itu sama saja kalau dia mengakui dirinya sedang cemburu.


"Apa? Aku bikin kamu cemburu? Memangnya kita punya hubungan apa sampe aku harus bikin kamu cemburu? Dan masalah ponsel, kamu sudah kasih ke aku dan berarti ponsel itu sudah jadi hak aku. Ya terserah aku lah mau aku apakan ponsel itu, mau aku buang atau kasih orang atau aku jual kembali, jadi kamu gak punya hak untuk ngatur sesuatu yang sudah jadi hak aku!!"


"Gak usah pake bahasa Inggris!!! Pake bahasa Indonesia aja!!" Geram Esar karena Millie terus memakai bahasa Inggris dan jelas saja orang-orang di kelas itu tau apa yang mereka perdebatkan.


"Tidak mau!!!" Balas Millie penuh penekanan.


"Minggir!!!" Millie pun menyenggol Esar untuk kembali duduk di tempatnya semula.


Namun belum sampat Millie mendaratkan bokongnya, Esar kembali menarik tangan Millie.


"Jangan duduk disini. Kita duduk disana." Kata Esar sambil menarik tangan Millie.


"Gak mau!!!" Millie menyentak tangan Esar.


Jengah melihat perdebatan Millie dan Esar yang seperti anak kecil, Alpha pun turun tangan. Alpha pun menarik tangan Millie yang sebelahnya. Karena kekuatan tarikan Alpha lebih besar dari pada Esar, otomatis Millie pun langsung terlepas dari tarikan Esar dan masuk ke dalam pelukan Alpha.


"Kamu gak pa-pa?" Tanya Alpha pada Millie.


"Ya aku gak pa-pa. Aku takut Alpha, dia sangat kasar." Jawab Millie si Ratu Drama dengan suara yang di buat selembut mungkin. Sepertinya Millie ingin membalikkan adegan Jasmine yang sok ketakutan waktu di PUB.


Esar hanya ternganga melihat drama yang Millie mainkan.


"Hei bro!!! Apa yang sebenarnya kau ingin kan? Mengapa kau memaksa Nona cantik ku untuk ikut bersama mu? Apa kau kekasihnya? Ah, pastinya bukan, karena kalau kau kekasihnya tidak mungkin Nona cantik ku ini lebih memilih untuk pergi bersama ku di banding bersama mu."


"Apa Nona cantik???!!! Belum tau aja loe gimana sifat aslinya. Gajah aja di smackdown sama dia!!!" Gerutu Esar dalam hati.


"Apa pun hubungan ku dengan Nona cantik mu itu, bukan urusan mu!!! Memangnya kau siapa sok-sok melindungi Nona cantik mu itu?! Kau sendiri bukan siapa-siapanya kan?" Esar malah membalikkan kata-kata Alpha dengan tatapan tidak sukanya.


"Memang sekarang aku bukan siapa-siapanya tapi sebentar lagi aku akan menjadi kekasihnya." Balas Alpha penuh percaya diri.


"Selamat pagi..." belum sempat Esar membalas kata-kata Alpha tiba-tiba saja dosen masuk ke dalam kelas.


Mau tak mau Esar duduk di tempat kosong tanpa Millie bersamanya.


Alpha menengok kebelakang dan memberikan senyum ejekan pada Esar sambil mengacungkan jari tengahnya lalu mengacungkan jari jempol yang ia turunkan ke bawah.


💋💋💋


Seminggu berlalu dan selama seminggu itu juga Millie terus mengacuhkan Esar meski Esar sudah menggunakan berbagai cara untuk mendapat maaf dari Millie. Hubungan Millie dan Alpha juga semakin dekat. Millie yang awalnya merasa Alpha orang yang menyebalkan dan hanya menjadikan Alpha sebagai alat untuk memanas-manasi Esar saja, lama kelamaan menjadi nyaman karena tingkah Alpha yang absurd dan menjengkelkan itu. Tapi meski merasa nyaman, Millie belum memiliki perasaan apa-apa terhadap Alpha. Berbeda dengan Millie, Alpha menganggap sikap Millie yang melunak itu karena Millie sudah mulai menyukai dirinya.


Untuk Papa Irlan dan Mama Nia pun sudah pulang ke negaranya setelah urusannya dengan Tuan Charles dan Jasmine selesai, dan Dirgantara Group bersedia menyokong dana untuk mengganti uang perusahaan Tuan Charles yang mengalir di proyek yang sedang berjalan.


Malam ini adalah malam minggu. Dan malam ini rencananya Millie akan pergi menonton bersama Alpha, Nancy dan Arthur. Lalu Esar? Yang jelas Esar hanya akan jadi penguntit mereka saja.


Disaat Millie sedang bersiap-siap, telpon dari Nini Madam selalu saja mengusiknya, mungkin sudah lebih sepuluh kali Nini Madam menghubunginya tapi Millie tak menjawab panggilan Nini nya itu.


"Siapa sih Mill yang nelpon? Esar?" Tanya Nancy yang baru keluar dari ruang ganti.


"Si Nini." Jawab Millie dengan wajah tak berdosanya.


"Kok gak loe jawab? Jawab gih, manatau penting!"


"Heleh, paling juga nagih janji."


"Janji apa?"


"Janji minta liburan pake kapal pesiar."


"Woah.. mau honeymoon lagi Aki-Nini loe?"


Millie memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan Nancy.


"Tau tuh nenek-nenek!! Udah tua bukannya diem di rumah, ngerajut di kursi goyang lah ini maunya di polosin sama di goyang mulu!!" Gerutu Millie.


Nancy tertawa terbahak-bahak mendengar gerutuan Millie.


"Loe kok cemburuan amat sih. Biarin aja kalo Mill, mungkin masa mudanya kurang puas karena kan Aki-Nini loe sama-sama pengusaha, sama-sama sibuk, jadi gak punya banyak waktu berduaan. Lah sekarang kan Aki-Nini loe udah pada punya generasi penerus tahta kerajaan bisnis, yah udah waktunya lah mereka santai." Ceramah Nancy.


"Siapa tau aja dengan mereka berdua liburan make kapal pesiar, pulang-pulang langsung bawa calon tante buat loe." Kata Nancy lagi.


"Enak aja, gak boleh!!! Nanti Aki gue lebih perhatian lagi sama si calon tante ketimbang sama gue!!! Gak boleh itu!! Kalau gitu gak akan pernah gue tepatin janji gue!!" Jawab Millie ketakutan.


Melihat wajah Millie ketakutan, Nancy pun menggelembungkan pipinya menahan tawa.


TRING. Kali ini bukan nada dering panggilan masuk melainkan nada pesan masuk di ponsel Millie.


Millie yakin kalau itu pesan dari Nini Madam. Millie pun mengambil ponselnya dan melihat nama si pengirim. Dan benar saja, Nini Madam lah yang mengirim pesan.


Sebenarnya Millie enggan membuka pesan yang di kirim Nini Madam, tapi berhubung yang Nini Madam kirim adalah pesan bergambar, membuat Millie menjadi penasaran, Millie pun membuka pesan yang Nini Madam kirimkan itu.


Dan pesan dari Nini Madam itu sukses membuat mata Millie membulat sempurna, bahkan mulutnya juga menganga lebar, seluruh tubuhnya juga bergetar hebat.


"N I I I I N I I I I .......!!!!!!!" Teriak Millie.


Bersambung...