Partner In . . .

Partner In . . .
Na Thur 35



London.


"Siapa tadi yang nelpon?" Tanya Millie.


Sekarang mereka sedang berada di sebuah restoran dan baru selesai mengisi perut mereka makan siang.


"Arthur." Jawab Esar.


"Oh. Dia jadi di jodohin?" Tanya Millie.


"Loe belum tau?" Esar malah bertanya balik.


"Tau apa?"


"Nancy gak ada kasih tau apa-apa sama loe?"


Millie menggelengkan kepalanya.


"Apa sih, jangan bikin penasaran deh."


"Loe tanya aja deh sama Nancy." Balas Esar.


"Hish!! Kasih tau gak!! Gue palang nih goa kramat biar Casper gak bisa masuk!" Ancam Millie.


"Dih.. kok gitu sih ngancemnya?!"


"Makanya kasih tau, cepetan!"


"Si Arthur udah nikah." Jawab Esar.


"Terus apa hubungannya sama si Nancy?"


"Ya nikahnya sama Nancy!!" Balas Esar.


"Uhuk... uhuk.. uhuk.." Millie sampai tersedak salivanya sendiri karena mendengar berita itu.


"Serius loe? Kok bisa? Kok Nancy gak ada bilang apa-apa sama gue?! Gak bisa dibiarin nih!! Jangan-jangan si Nancy di pelet lagi sama si Arthur. Atau jangan-jangan...." pikiran buruk memenuhi kepala Millie.


Cletak. Esar menyentil kening Millie.


"Auw..." ringis Millie sambil mengusap dahinya.


"Sakit be•go!!" Kesal Millie.


"Lagian, otak loe mikirnya kejauhan sih!!" Balas Esar.


"Terus kenapa mereka bisa nikah?"


"Kalau itu loe tanya langsung aja sama Nancy. Tapi tadi Arthur bilang sih, ternyata yang di jodohin sama dia itu Nancy. Eh.. gara-gara Arthur dan Nancy sama-sama nolak, jadinya sepupu mereka yang di nikahin. Tapi pas acara nikahan, si Arthur nekat langsung ngelamar Nancy. Disitu ngelamar, disitu juga langsung nikah."


"Maksudnya Nancy-Arthur nikahnya nebeng sama sepupu mereka?"


Esar menganggukkan kepalanya.


"Kapan mereka nikah?" Tanya Millie.


"Hari ini katanya. Tadi pas Arthur nelpon, mereka udah di Bali, lagi honeymoon." Jawab Esar.


Millie pun mengambil ponselnya lalu menghubungi sang Aki.


Tuuut.. tuuut.. tuuut.


Baru tiga kali nada sambung berdering, Aki Edwin langsung menjawab panggilan telepon Millie.


"Akiiiiiii." Teriak Milie.


Mendengar teriakan Millie, Aki Edwin langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya, bahkan Esar juga sampai menutup telinganya.


"Apa Mill?"


"Aki, Nancy nikah."


"Terus?"


"Beliin mereka rumah Ki, bilang itu kado dari Millie." Ucap Millie.


Mata Esar membulat mendengar kata-kata Millie.


"Sial, harusnya gak gue kasih tau tadi!!" Gerutu Esar.


"Dapet kado dua kali dong mereka." Gerutu Esar lagi, karena Esar baru saja menelpon Mama Nia untuk mengirimkan mobil sebagai kado pernikahan Arthur-Nancy. Esar membelikan mobil karena tadi Arthur meminta kado pernikahan mobil.


💋💋💋


Keesokan harinya.


Bali.


Jam masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Setelah puas melihat sunrise sendiri karena Dewa susah sekali di bangunkan, Xena pun bersiap pergi kepantai.


Dengan memakai satu set bikini dan penutupnya, Xena pun bersiap untuk kepantai.


"Kak.. Kak Dewa, bangun Kak!! Ke pantai yuk." Ajak Xena sambil menggoyang-goyangkan tubuh Dewa.


Dewa dan Xena tidak tidur seranjang, Dewa memilih untuk tidur di sofa.


"Mmmm.. apaan sih loe akh!! Gue ngantuk!!!" Balas Dewa masih dengan mata yang terpejam.


"Makanya kepantai, biar gak ngantuk lagi!! Ayo dong Kak!!" Rengek Xena.


"Loe pergi aja sana sendiri sana!!"


"Nanti aku di culik! Terus kalau penculiknya ganteng, terus aku jadi jatuh cinta sama penculiknya, gimana?"


Mendengar itu Dewa langsung membuka matanya, bukan karena menakutkan hal yang Xena katakan tapi karena ingin memastikan apa Xena bicara seperti itu dalam keadaan sadar atau tidak.


Mata Dewa langsung membulat sempurna saat melihat penampakan Xena yang memakai bikini, meski sudah memaki penutup, tapi saat ini Xena tidak mengikat penutup bikini itu, hingga terpampang jelas lah penampakan apel Hawaii.


Bangun tidur dengan suhu kamar yang rendah, langsung disuguhkan dengan apel Hawaii, lengkap sudah penderitaan Dewa lagi karena ulekan-nya berubah menjadi kentongan pos ronda.


Bersambung...