Partner In . . .

Partner In . . .
Na Thur 6



Kini Nancy sudah berada di depan restoran.


"Private room tiga yah Xen." Ucap Nancy memberitahu Xena ruangan yang sudah di persiapkan.


"Kakak gak ikut masuk?" Tanya Xena dengan raut wajah terkejut.


"Ya gak lah Xen!! Udah sana masuk. Nanti kalau udah selesai hubungin aku. Aku nunggu di mall sebelah."


Xena pun mengangguk lalu berjalan memasuki restoran.


"Xen..." teriak Nancy.


Xena pun memutar tubuhnya.


"Apalagi?"


"Inget tujuan kamu!! Pokoknya kamu harus bisa buat laki-laki itu ilfeel sama kamu!!! Awas aja kalau kamu malah tebar pesona!!"


"Tergantung. Kalau cowoknya ganteng, yah Xena tebar pesona lah!!"


Mata Nancy membulat.


Melihat tanduk di kepala kakak sepupunya hampir keluar, cepat-cepat Xena meralat ucapannya.


"Iya-iya, becanda doang kok." Ucap Xena.


"Ya udah sana masuk!!" Perintah Nancy.


Xena pun kembali melanjutkan langkah kakinya memasuki restoran. Dan setelah tubuh Xena sudah tak terlihat, Nancy pun pergi dari area restoran menuju mall yang ada di sebelah restoran.


💋💋💋


Lima belas menit setelah Nancy meninggalkan area restoran, barulah Arthur dan Dewa datang.


Karena ingin cepat-cepat menyelesaikan misinya, Dewa pun cepat-cepat turun dari dalam mobil.


"Eits." Arthur menarik tangan Dewa yang sudah membuka pintu dan hendak mengeluarkan kakinya ke aspal.


"Buru-buru amat loe!!! Gak sabaran loe mau ketemuan sama itu cewek?" Tanya Arthur.


"Aneh loe yah!!! Loe yang minta gue gantiin loe, tapi loe juga yang nuduh gue gak sabaran ketemuan sama cewek itu!! Gue tuh cepet-cepet biar cepet juga urusan gue sama loe selesai!! Nyesel gue jemput loe di bandara!!" Balas Dewa mengomel.


"Dih gitu aja marah. Kan gue cuma nanya." Balas Arthur.


"Udah ah, gue masuk dulu!! Jangan kemana-mana loe!!" Ucap Dewa memberi peringatan.


Sedangkan Arthur, ia memilih mendengarkan musik di dalam mobil.


Lima menit di dalam mobil, Arthur pun merasa bosan.


"Be•go!!! Kenapa juga gue nurutin omongan si Dewa, nungguin dia disini!!! Ke mall sebelah akh, cuci mata. Sekalian mau cari boneka buat Nancy." Ucap Arthur.


Arthur pun melajukan mobilnya keluar dari tempat parkir restoran menuju mall yang ada disebelah restoran.


💋💋💋


Meninggalkan Arthur dan Nancy yang ada di mall sebelah dan tidak tahu apakah akan bertemu atau tidak, kini di private room tiga ada Xena dan Dewa yang sedari tadi tidak mengeluarkan sepatah kata pun setelah mereka saling berkenalan.


"Nih cowok gayanya kok gini banget sih!!! Urakan!!" Gumam Xena dalam hati mengomentari penampilan Dewa.


"Astaga, kok Om Arlan tega banget jodohin Arthur sama cewek model tante-tante gini. Alis udah kayak Tante Lala, bibir udah kayak habis makan orok, pipi juga itu merah-merah udah kayak kena tabok malaikat maut." Gumam Dewa dalam hatinya mengomentari penampilan Xena.


"Ekhem." Xena berdehem memecahkan suasana hening yang seperti kuburan saat malam Jumat, apalagi saat ini Xena memakai parfume wangi melati yang tadi di semprotkan Nancy.


Netra Dewa pun melihat wajah Xena.


"Kakak gak nawarin aku makan?" Tanya Xena blak-blakan karena sebelum pergi tadi, Xena belum makan malam.


"Cih.. nih cewek, gak ada malunya banget ngomong gitu." Decih Dewa dalam hati.


"Maaf, lupa." Hanya itu yang bisa Dewa jawab. Dewa pun berdiri lalu berjalan mendekati pintu dan menekan tombol yang ada di dekat pintu. Tombol yang langsung terhubung ke meja resepsionis sebagai tanda kalau saat ini Dewa membutuhkan pelayan melayani room mereka.


Setelah menekan tombol itu, Dewa pun kembali duduk di kursinya.


Tak sampai lima menit, pelayan pun datang.


"Selamat malam Tuan, Nona." Sapa pelayan.


"Ada yang bisa di bantu Tuan, Nona?" Tanya pelayan.


"Mau pesan makanan. Menunya mana?" Jawab Xena dengan gaya songongnya. Bukan tanpa alasan Xena melakukan itu, Xena melakukan itu hanya untuk sekedar melakukan misi membuat Dewa ilfeel padanya.


Bukankah rata-rata laki-laki menyukai wanita yang manis? Jadi dengan Xena bergaya songong, harapan Xena Dewa bisa ilfeel dengan dirinya. Dan Mission Completed.


Dan benar saja, Dewa makin ilfeel pada Xena. Melihat penampilan Xena yang seperti tante-tante saja, Dewa sudah ilfeel dan sekarang di tambah lagi dengan gaya Xena yang songong, Dewa hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


Bersambung...