
Jam sudah menunjukkan pukul enam pagi.
Arthur terbangun karena mendengar suara alarm di ponselnya.
Dengan mata yang masih terpejam, ia meraba nakas untuk mengambil ponselnya lalu mematikan alarmnya.
Setelah mematikan alarmnya, Arthur pun mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya lalu menoleh kesebelahnya, ia melihat Nancy masih tertidur pulas.
Melihat istrinya tertidur pulas, dengan sangat perlahan Arthur memindahkan tangan Nancy dari atas dadanya, gerakan Arthur saat ini persis seperti gerakan ibu-ibu yang hendak meletakkan bayi yang sedang tertidur pulas dalam gendongan keatas tempat tidur. Sangat pelan dan hati-hati.
Dan Arthur pun berhasil memindahkan tangan Nancy dari atas dada-nya tanpa membangunkan bayi besarnya itu.
Perjuangan tidak hanya sampai disitu saja, Arthur masih harus berjuang untuk bangkit dari atas tempat tidur tanpa membangunkan bayi besarnya. Dengan sangat perlahan dan hati-hati Arthur bangkit dari atas tempat tidur, dan berhasil. Sepertinya tidur Nancy sangat pulas, sampai-sampai ia tidak merasakan pergerakan Arthur itu.
Setelah berhasil bangkit dari atas ranjang, Arthur pun berjalan mengendap-endap menuju kamar mandi. Sesampainya dikamar mandi barulah Arthur bernafas lega. Arthur pun bisa mandi dengan tenang.
Tapi ketenangan Arthur itu hanya berlangsung selama sepuluh menit saja. Karena di menit kesebelas, tiba-tiba pintu kamar mandi terketuk dengan sangat keras.
"Arthur.... buka pintunya!!!! Loe jahat ninggalin gue sendiri!!!" Suara siapa lagi kalau bukan Nancy. Ia menangis sambil menggedor pintu kamar mandi persis seperti anak batita yang yang ditinggal Mama-nya mandi.
"Sebentar, udah mau selesai!" Balas Arthur.
Tapi sayangnya kata-kata Arthur tak sanggup menenangkan Nancy. Nancy masih saja menangis sambil menggedor pintu dan meminta Arthur untuk segera membuka pintu kamar mandi.
"Arthur buka pintunya!!! Loe selingkuh yah didalem!!" Tuduhan-tuduhan pun keluar dari mulut Nancy karena Arthur tak kunjung membuka pintu kamar mandi.
"Selingkuh apaan sih!! Orang gue lagi mandi!!" Balas Arthur.
"Bohong!!! Kalau loe gak selingkuh kenapa pintu-nya di kunci!!" Balas Nancy masih sambil menangis.
Didalam kamar mandi Arthur hanya bisa menghela nafasnya kasar. "Drama apalagi ini tuhan!!!!" Gerutu Arthur.
Tak ingin Nancy makin rusuh di pagi hari, Arthur pun cepat-cepat menyelesaikan mandinya.
Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka.
Begitu pintu kamar mandi terbuka, Nancy langsung menyerobot masuk kedalam kamar mandi.
"Dimana perempuan itu, hah!!" Teriak Nancy sambil mencari keberadaan sosok perempuan imajanasinya. Nancy mencari di balik pintu, di bath up, di closet, di lubang pembuangan air, di lemari tempat penyimpanan handuk, pokoknya ia mencari di setiap sudut yang ada di kamar mandi.
"Apaan sih Cy!! Udah dibilang gue mandi, kok bisa-bisanya loe nuduh gue selingkuh sih!"
"Kalau loe gak selingkuh kenapa loe gak bangunin gue? kenapa loe ngunci pintu? Kenapa loe tega ninggalin gue sendiri ditempat tidur!!"
"Astaga Cy, masa perkara gue ngunci pintu kamar mandi aja, loe jadi nuduh gue selingkuh sih!!! Gimana kalau gue tinggal dinas keluar kota nanti!!" Balas Arthur. Lain maksud perkataan Arthur, lain juga yang ditangkap Nancy.
Mendengar kata-kata dinas keluar kota, tangis Nancy semakin menjadi-jadi.
"Loe jahat Thur, loe jahat!!" Raung Nancy sambil memukul-mukul dada Arthur.
"Nih anak kayaknya lagi kesambet setan deh!!" Gumam Arthur dalam hati.
Arthur pun menangkap tangan Nancy yang sedang memukuli dada-nya lalu menepuk jidat Nancy, berharap setan yang sedang merasuki tubuh Nancy keluar dari dalam tubuh istrinya itu.
Bukannya malah diam, Nancy malah makin mengamuk pada Arthur. Ia menggigit tangan Arthur lalu keluar dari dalam kamar mandi.
Nancy melanjutkan rauangannya diatas tempat tidur sambil meracau tidak jelas.
Melihat tingkah istrinya Arthur semakin yakin pasti saat ini Nancy sedang kerasukan. Arthur pun mengambil ponselnya lalu menghubungi Mama-nya sekaligus meminta Mama-nya untuk membawa orang pintar kerumahnya.
💋💋💋
Dua puluh menit kemudian.
Mama Arthur yang panik setelah mendapat telepon dari Arthur pun langsung cepat-cepat kerumah Arthur, tapi ia tidak membawa orang pintar seperti yang Arthur minta. Mama Arthur hanya membawa daun kelor serta air kembang tujuh rupa. Bahkan sangking paniknya, Mama dan Papa Arthur pergi dengan menggunakan motor agar cepat sampai kerumah Arthur.
Kini Mama dan Papa Arthur sudah sampai di rumah Arthur, karena pintu masih terkunci, Mama dan Papa Arthur pun menggedor-gedor pintu rumah.
Arthur yang mendengar suara gedoran pintu rumah pun langsung cepat-cepat keluar dari dalam kamar meninggalkan Nancy yang masih tantrum dan turun kelantai bawah untuk membukakan pintu rumah.
"Nancy mana?" Tanya Mama Arthur begitu pintu rumah terbuka.
"Di atas." Jawab Arthur.
Mereka bertiga pun berjalan dengan langkah panjang menuju tangga.
"Mama gak bawa orang pinter?" Tanya Arthur.
"Gak! Tapi Mama bawa daun kelor sama air kembang tujuh rupa. Kata Mbak dirumah coba aja Nancy di kepret pake daun kelor sama disembur pake air kembang tujuh rupa ini!" Jawab Mama Arthur sambil menaikki anak tangga.
Kini mereka sudah sampai di lantai atas.
Tidak ada lagi suara Nancy terdengar dan itu membuat Arthur panik, takut-takut Nancy melakukan hal-hal yang di luar nalar. Arthur pun langsung berlari menuju kamarnya, dan diikuti Mama-Papa Arthur.
Sesampainya di dalam kamar, Arthur pun bernafas lega karena Nancy tidak melakukan hal-hal yang sempat terlintas dipikirannya.
Namun meski lega, tapi ada rasa kesal juga melihat istrinya saat ini.
"Loh kok Nancy tidur?" Tanya Mama Arthur saat melihat menantunya itu sedang tertidur lelap.
Karena lelah meraung-raung selama kurang lebih dua puluh menit, akhirnya Nancy pun tertidur pulas.
Bersambung...