
Lagi? Ya, karena tadi malam, Dewa tidak bisa tidur karena melihat penampakan tubuh Xena saat tidur.
Awalnya mereka tidur seranjang dengan berbagai batas yang Dewa buat persis seperti anak perawan yang mempertahankan keperawanannya, tapi karena Xena tidur seperti pemain silat, mau tak mau Dewa pun pindah ke sofa dan berniat menarik selimut yang Xena pakai, tapi saat Dewa menarik selimut ternyata celana pendek sleepwear yang Xena pakai, naik sampai ke atas hingga memperlihatkan paha Xena yang mulus.
Baru melihat penampakan itu saja, ulekan Dewa sudah ancang-ancang ingin berubah.
Sebelum ulekan benar-benar berubah, Dewa pun mengalihkan pandangannya dari tubuh Xena yang sangat menggoda jiwa kelaki-lakiannya.
Cepat-cepat Dewa berjalan menuju sofa dan berbaring menelungkup di sofa untuk menggagalkan perubahan ulekannya.
Sayangnya usahanya itu tidak berhasil, mau tak mau tengah malam itu Dewa harus menyerfis ulekan dengan sabun cair.
💋💋💋
Melihat Xena memakai bikini, spontan Dewa langsung terduduk.
"Loe ngapain pake begituan?" Protes Dewa sambil menaruh bantal sofa diatas pangkuannya, ulekan sudah berubah menjadi kentongan pos ronda.
"Kan mau ke pantai. Masa kepantai pake celana jeans sama kemeja." Balas Xena.
"Ya tapi gak pake itu juga!! Kan bisa pake celana pendek sama kaos!!"
"Ikkkh.. aku kan mau tenning kayak bule-bule."
"Tenning gundul mu!!! Ganti!!"
"Gak mau!!' Balas Xena.
"Haish..." geram Dewa.
"Ganti gak!! Atau loe gak boleh keluar sama sekali dari kamar ini!!" Gertak Dewa.
"Ya udah, gantiin kalau gitu." Ucap Xena sambil merentangkan kedua tangannya. Dan itu membuat bagian atas-bawah Xena yang masih tertutup bikini terpampang nyata di depan mata Dewa.
Melihat itu cepat-cepat Dewa mengalihkan pandangannya.
"Ya udah kalau gak mau gantiin!! Aku pergi kalau gitu." Ucap Xena sambil berjalan menuju pintu.
Mendengar Xena membuka pintu, sontak Dewa memutar lehernya kembali.
"Aaargh.. Bener-bener yah nih bocah!!" Geram Dewa saat melihat Xena sudah keluar kamar.
"Astaga!! Pake bangun segala lagi nih!!!" Dumel Dewa saat baru menyadari kalau ulekannya sudah berubah dan menjiplak di balik celana.
Dewa pun bimbang, antara mau menyusul Xena atau mengurus kentongannya dulu. Kalau dia mengejer Xena, pasti dirinya akan menjadi pusat perhatian orang-orang karena kentongan yang mengacung, tapi kalau mengurus kentongannya dulu, keburu Xena sampai di pantai.
"Ah... udah lah, kejar tuh bocah dulu aja!!" Akhirnya Dewa memilih untuk mengejar istri tengilnya.
Dewa berlari menuju lorong yang langsung kepantai tapi ia tak menemukan jejak Xena.
"Kemana dia?" Monolog Dewa.
"Apa jangan-jangan ke kamarnya Arthur? Wah bahaya nih kalau sampai Arthur lihat tuh bocah penampilannya kayak gitu!!" Monolog Dewa lagi.
Dewa pun berlari menuju lorong kamar Arthur-Nancy, yang sebenarnya ia tak tahu yang mana unit kamar Arthur-Nancy.
Sesampainya di lorong itu, mata Dewa membulat saat melihat Xena sudah ada di depan pintu sebuah kamar.
Dan tak lama pintu itu terbuka. Makin membulat saja mata Dewa saat melihat apa yang baru saja di lakukan Xena pada orang yang membuka pintu kamar.
💋💋💋
Pov Xena.
Setelah keluar dari kamar, cepat-cepat Xena berlari menuju lorong kamar Nancy-Arthur. Sesampainya di lorong itu, Xena kebingungan karena ia tak tahu unit kamar Nancy-Arthur. Dengan menggunakan insting yang tidak tajam dan perhitungan yang asal-asalan serta keahlian tebak-tebak buah manggis seperti saat ujian pilihan ganda, Xena pun memilih satu kamar yang menurutnya adalah kamar sepupunya itu.
Tok tok tok. Xena mengetuk pintu kamar itu.
"Kak Acy... Kak Acy!!" Teriak Xena dari depan pintu.
Tak lama pintu pun terbuka.
Mendengar suara kunci yang diputar, Xena pun ancang-ancang memberi kejutan pada Nancy.
Ceklek. Pintu terbuka.
"Ta.... da....." teriak Xena sambil membuka penutup bikininya tanpa melihat terlebih dulu siapa yang membuka pintu.
Bersambung...