
"Aaauw." Ringis Xena sambil mengelus keningnya.
"Loe tau kan artinya di nikahin? Jangan-jangan loe gak tau lagi artinya di nikahin itu apa?!" Tanya Dewa curiga.
"Ya tau lah emang aku anak kecil apa!!" Balas Xena.
"Terus kalau loe tau kenapa loe nekat bilang kayak gitu."
"Karena kamu harus bertanggung jawab!! Kan tadi kamu bilang mau bertanggung jawab sama aku, mau nikahin aku!!"
"Itu cuma akting Xena!! Loe lihat kan tadi disana ada mantan gue? Gue cuma mau balas dendam sama dia!"
"Kamu balas dendam sama dia, tapi aku yang jadi korban? Aku gak terima! Makanya kita harus harus nikah, biar skor kita sama." Balas Xena.
"Heh..!! Kita lagi gak main game sekarang!! Kalau loe mau balas dendam, ya udah balas dendam aja, tapi jangan dengan pernikahan!! Pernikahan itu sakral! Lagian gue cuma mau nikah sama perempuan yang gue cintai, bukan sama loe!! Loe itu gak tipe gue tau gak!!"
"Rrrrrrhh." Xena menggeram dan makin kesal mendengar kata-kata Dewa.
"Gue gak peduli!! Pokoknya kita harus nikah!! Gue akan buat loe ngongkosin gue ke Cappadocia!!" Balas Xena.
Setelah mengatakan itu Xena pun masuk kembali ke ruang tengah.
"Sial!!! Jangan mimpi loe!! Loe gak akan pernah jadi orang spesial buat hidup gue!!" Balas Dewa. Dewa pun cepat-cepat menyusul Xena keruang tengah. Ia harus menolak dinikahkan dengan Xena.
Sesampainya Xena di ruang tengah, Xena langsung berjalan menuju Bunda Nancy dan memeluknya sambil menangis.
"Tante... Kak Dewa gak mau tanggung jawab. Padahal tadi Kak Dewa bilang mau nikahin Xena. Gimana ini Tante, Xena udah suci lagi, kalau Kak Dewa gak mau nikahin Xena, Xena mau bunuh diri aja." Ucap Xena dalam pelukan Bunda Nancy.
Dewa yang baru sampai diruang tengah terkejut mendengar kata-kata Xena.
"Bener-bener yah nih anak!!" Geram Dewa.
"Dewa!!! Om gak nyangka kamu ternyata laki-laki pengecut!!! Kalau memang kamu gak mau bertanggung jawab, jangan nodai anak gadis orang!!" Bentak Papa Arthur.
"Tapi Om, Dewa gak ngelakuin apa yang dia katakan Om!" Balas Dewa.
"Ma, cepat telepon orangtua Dewa!! Kasih tau bagaimana kelakuan anaknya!" Perintah Papa Arthur pada istrinya.
"Hah? Minggu ini?!" Teriak Dewa, Arthur dan Nancy bersamaan mendengar kata-kata Papa Arthur.
"Tapi Om..."
"Gak ada tapi-tapian!!" Balas Papa Arthur tegas.
"Lagian Papa dan Ayah Nancy sudah mempersiapkan pernikahan yang harusnya untuk Arthur dan Nancy jauh-jauh hari. Kan sayang kalau semua harus dibatalkan. Daripada batal, jadi kamu dan Xena saja yang menggantikannya." Kata Papa Arthur lagi.
Dewa terduduk lemas mendengar kata-kata Om nya. Sama seperti Dewa, tubuh Arthur juga melemas mendengar kata-kata Papanya.
💋💋💋
Setelah cukup lama berembuk, akhirnya di putuskan lah besok pertemuan keluarga. Orangtua Dewa akan mengunjungi orangtua Xena di Bandung besok. Dan setelah kesepakatan itu, Dewa, Arthur beserta orangtua Arthur pun pulang.
Lalu bagaimana dengan Arthur dan Nancy? Yang jelas rencana mereka untuk menggagalkan pernikahan mereka dengan orang yang di jodohkan untuk mereka berhasil. Walau ujung-ujungnya mereka menyesal karena sudah menolak perjodohan itu, terutama Arthur.
"Ayah.." Nancy memanggil Ayahnya yang hendak masuk ke dalam kamar.
"Apa?" Tanya Ayah Nancy.
"Arthur beneran anaknya Papa?" Tanya Nancy. Sejak tadi otaknya berkutat memecahkan teka-teki identitas Arthur, yang bisa-bisanya ia tidak tahu kalau Arthur adalah anak dari teman Ayahnya yang sudah membantu membiayai kuliahnya.
Ayah Nancy menganggukkan kepalanya.
"Kok Ayah gak ngenalin Arthur waktu dibandara?" Tanya Nancy.
"Ya karena Ayah belum pernah lihat dia."
"Katanya Ayah udah temenan lama sama Papa, kok bisa Ayah gak pernah ketemu sama Arthur?"
"Ayah kan baru ketemu lagi sama Papa kamu baru empat tahun ini, itu pun semenjak kejadian itu. Jadi Ayah belum pernah ketemu sama semua anak-anaknya Arlan." Balas Ayah Nancy.
Yang di maksud Ayah Nancy 'Tragedi itu', adalah kejadian enam tahun lalu saat dimana usaha Ayah Nancy bangkrut karena ditipu dan saat itu Ayah Nancy bertemu dengan teman lamanya semasa SD, siapa lagi kalau bukan Papa Arthur.
Bersambung...