
"Hei!!!" Teriak Dewa. Dewa pun mengejar gadis itu.
Xena berlari masuk ke dalam toilet wanita.
"Huh... aman." Lirih Xena sambil mengatur nafasnya.
"Shiit!!!" Geram Dewa.
Dewa tahu maksud gadis yang ia kejar itu masuk kedalam toilet.
"Dasar gadis licik!!! Loe pikir loe bisa lebih licik dari gue!!" Monolog Dewa sambil tersenyum licik.
Dewa pun meninggalkan area toilet dan bersembunyi di balik dinding toko yang ada didekat toilet.
"Aneh, kenapa dia kabur?! Apa jangan-jangan gadis itu adalah gadis yang sama dengan tante-tante yang ada di restoran.
Sangking penasarannya dengan sosok Xena, sampai-sampai Dewa lupa dengan sakit hatinya pada Sagita karena perselingkuhan Sagita.
Lima belas menit kemudian.
Setelah lima belas menit, Xena pun mengintip keluar.
Kosong. Tidak ada sosok Dewa di lorong toilet.
Xena pun keluar dari dalam toilet wanita dan berjalan dengan sangat perlahan sambil clingak-clinguk.
"Huh, kayaknya laki-laki tadi udah pergi deh." Lirih Xena sambil bernafas lega karena tidak melihat Dewa.
Xena yang merasa keadaan sudah aman pun berjalan dengan santainya menuju lift untuk menemui Nancy yang masih asyik bermain di lantai atas.
Namun saat Xena sudah hampir mendekati lift, tiba-tiba dari belakang ada lengan besar yang membekap mulut Xena.
"Mmhhh... Mmmmhhh!!!" Ronta Xena sambil memukul-mukul lengan besar itu.
Tenaga Dewa yang berkali-kali lipat dari Xena membuat pukulan Xena rasanya hanya seperti di pijat refleksi.
Dewa membawa Xena kembali ke lorong toilet.
Sesampainya di lorong toilet, Dewa langsung mendorong Xena ke tembok.
"Minggir!!! Minggir!!!" Ronta Xena sambil mendorong tubuh Dewa yang hanya berjarak beberapa centi dari tubuhnya.
Kesal karena Xena yang tak mau diam, Dewa langsung mengunci tangan Xena agar Xena tak bisa mendorongnya.
Mata Dewa memicing menatap dalam wajah Xena.
"Loe cewek yang di restoran tadi kan!!!" Tanya Dewa to the point.
"Ce-wek yang di-res-toran? Res-toran apa?! Ng-gak ngerti a-aku maksud kamu!! A-ku aja gak ada ke res-toran se-belah kok dari tadi!!" Xena yang awalnya ingin menyangkal tapi sangkalannya, ia patahkan sendiri di kalimat terakhirnya. Sangking gugupnya Xena sampai tidak sadar dengan apa yang barusan ia katakan.
"Kok loe tau restoran yang gue maksud, restoran sebelah!!" Tanya Dewa dengan tatapan mengintimidasi.
Mata Xena membulat saat sadar kalau ia sudah keceplosan.
"A-aku..."
"Dewa!!!" Panggil Sagita. Ternyata Sagita masih belum menyerah mengejar Dewa.
Dewa dan Xena pun menoleh ke arah sumber suara.
Melihat sosok Sagita, spontan Dewa menarik tengkuk Xena dan mendaratkan bibirnya di bibir Xena.
Mata Sagita membulat lebar saat melihat Dewa mencium perempuan lain.
Bukan mata Sagita saja, mata Xena pun tak kalah besar dari Sagita saat bibir Dewa mendarat di bibirnya. Sangking kagetnya, Xena sampai tak berkutik, ia mematung di tempatnya.
Merasa tidak ada perlawanan dari Xena, Dewa pun mengunyah lembut bibir Xena. Kurang lebih satu menit Dewa mengunyah lembut bibir Xena setelah itu melepaskan ciumannya dari bibir Xena.
"Maafin aku yah sayang. Aku cinta banget sama kamu. Aku akan bertanggung jawab!!" Ucap Dewa sambil menyeka sisa salivanya yang ada di bibir Xena.
Mendengar kata-kata Dewa pada Xena, kaki Sagita sampai lemas.
Sedangkan Xena, ia masih mematung di tempatnya, otaknya masih belum bisa mencerna apa maksud perkataan Dewa.
"Apa maksud kamu bertanggung jawab Wa?" Tanya Sagita.
Dewa pun mengalihkan pandangannya dari wajah Xena dan melihat Sagita.
"Gadis ini hamil anak ku!!! Jadi aku harus bertanggung jawab!!" Jawab Dewa tegas.
"Hah!!!" Kaget Sagita.
"Berarti kamu juga selingkuh dari aku?!" Tanya Sagita.
"Iya. Satu sama kan? Eh.. gak deh, 2-1 karena aku akan menikah dengan gadis ini. Sedangkan kamu..." jawab Dewa sambil memberi tatapan mengejek pada Sagita.
"Kamu jahat Wa!!!" Bentak Sagita.
"Terus kamu gak jahat!!! Aku udah tau perselingkuhan kamu dari lama, makanya aku bales juga dengan berselingkuh. Makanya jangan sok-sok'an jadi buaya betina kalau lawan mu itu yang punya penangkaran buaya!!!" Balas Dewa.
"Ayo sayang, kita pergi dari sini. Kita kerumah orangtua kamu sekarang, aku akan langsung melamar kamu malam ini." Dewa pun menarik tangan Xena dan meninggalkan Sagita.
Xena yang kesadarannya belum kembali seratus persen karena ciuman dari Dewa pun pasrah-pasrah saat Dewa menarik tangannya.
Bersambung...