My Teacher

My Teacher
Guru Baru



Pagi itu Erlyn bangun lebib awal seperti biasanya untuk menyiapkan sarapan sebelum kesekolah. Erlyn menyiapkan sarapan dengan telaten hingga beberapa saat kemudian Angel turun dengan menggunakan seragam lengkap.


Rambutnya tergerai rapi, wajahnya terlihat sangat segar dan kecantikan alami melekat dengan dirinya.


"Morning" Sapa Angel sambil duduk di deoan Erlyn. "Morning too.." Jawab Erlyn.


"Mm... Erlyn hari ini aku akan berangkat bersama Daniel" Cetus Angel.


"Apakah Daniel akan menjemputmu?" Angel mengangguk.


"Baiklah"


Mereka menghabiskan makanan dalam diam hingga Daniel datang menjemput Angel.


"Erlyn apa kau mau ikut bersama kami?" Erlyn terkekeh ia menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja tidak, aku tidak mungkin ada ditengah tengah kalian" Jawabnya.


"Apa yang kau katakan? Ayolah berangkat bersama kami. Kau tidak akan terlambat atau merasa canggung" Bujuk Daniel. Angel mengangguk menyetujuinya.


"Tidak usah, aku akan berangkat menggunakan taxi saja. Lagi pula aku harus membeli buku dulu"


"Baiklah kalau begitu, aku akan berangkat lebih dulu. Bye"


"Bye bye"


--


Angel duduk dengan tenang di dalam mobil lain hal nya dengan Daniel. Ia tampak gelisah.


"Daniel, apa kau baik baik saja? kau terlihat gelisah" Daniel menggenggam tangan Angel. Ia tersenyum sekilas.


"Aku tidak apa apa, aku hanya khawatir Mr. Harry akan memarahiku nanti karna aku pergi di jam pelajarannya"


"Itu semua karna kesalahanmu, kenapa kau meninggalkan kelas saat pelajarannya?"


"Itu karna aku mengkhawatirkanmu" Kata Daniel sambil mengelur rambut Angel. Itu adalah rutinitasnya ketika berada di mobil. Salah satu tangannya akan mengendalikan stir mobil dan yang satunya aktif mengelus rambut Angel.


Angel tidak pernah keberatan Daniel melakukan itu. Angel merasa tenang dan nyaman. Angel mengulur tangannya mengambil sebuah botol kecil yang tiba tiba menarik perhatiannya.


"Daniel botol apa ini? Apa kau sedang mengonsumsi obat?" Daniel mengambil botol itu dari tangan Angel.


"Mmm.. ini adalah obat dari doker, aku sering merasa pusing akibat terlalu lama bermain game, jadi dokter memberikanku obat" Angel menggelengkan kepalanya.


"Lain kali kurangilah aktifitasmu itu. Aku lelah bila terus terusan mengerjakan tugas mu" Daniel terkekeh.


"Tentu saja"


Mereka mengobrol sepanjang jalan hingga akhirnya mereka tiba di sekolah. Daniel memarkir mobilnya di parkiran khusus lalu keluar untuk membukakan Angel pintu. Tentu saja hal itu menyita seluruh perhatian siswa lain yang berada disana.


pasangan ideal yang berada di sekolah mereka menjadi pusat perhatian dunia.


Mereka tiba di kelas, Angel melihat ketiga teman Daniel sudah berada disana.


"Hai Angel apa kau sudah sehat" Tanya Lardo, Angel tersenyum lalu mengagguk.


"Baguslah kalau bagitu, Daniel kau bisa tenang sekarang. Ratumu sudah baik baik saja" Lanjut Kenzo yang menggoda mereka. Daniel terkekeh mendengarkannya.


"Dimana Erlyn?" Angel mengalihkan pandangannya kepada Arlan. Pria dingin itu tiba tiba bicara.


"Dia bilang dia akan menyusul karna akan membeli buku terlebih dulu" Jawab Angel.


"Ekhem. Waktu aku sakit satu minggu diruang ICU kau bahkan tidak menanyai bagaimana kabarku" Cetus Kenzo tiba tiba menyindir Arlan. Melihat hal itu Lardo ikut bertindak.


"Itu benar. Ketika tangan ku patah kau bahkan tidak menjengukku. Dan sekarang saat Erlyn tidak ada di hadapanmu kau langsung bertanya pada Angel. Inikah yang kau sebut Best Friend Foreber?" Kata Lardo dengan gaya berlebihan.


Arlan benar benar tidak menanggapinya dia hanya diam dan menatap mereka dengan tajam.


"Sudah sudah.. tidak baik bertengkar dipagi hari" Lerai Angel.


"Angel apa kau tau kabar terbaru tentang kita?" Tanya Daniel tiba tiba.


Angel menggeleng. Ia melihat layar handphon Daniel yang di sodorkan kearahnya.


"Apa mereka selalu membuntutimu Daniel?" Tanya Angel yang merasa heran ketika melihat foto Daniel memeluknya kemarin.


"Entahlah. Mereka sangat ingin mengetahui urusan pribadiku" Jawab Daniel. Ia merasa sangat kesal. Ia dan Angel harus menjadi sorotan publik ketika ketahuan melakukan sesuatu bersama Angel.


"Ah aku juga sudah tau. Kemarin ibuku menontonya di berita. Kau tau apa yang mereka katakan?" Daniel menggeleng. Ia menatap Kenzo yang sedang berlagak menjadi pembawa acara.


"Ekhhem. Kembali membuat heboh, Calon pewaris Xiloner, Daniel Xiloner di kabarkan benar benar menjalin hubungan asmara bersama sorang gadis. Terbukti ketika sebuah foto yang di unggah di salah satu media sosial yang memperlihatkan bahwa keduanya tengah berpelukan di depan rumah" Cerca Kenzo yang menirukan pembawa acara di tv itu.


Daniel mengusap wajahnya kasar. Ia menatap Angel yang sedikit kesal mendengarkan kabar itu.


"Angel, tenanglah aku akan berusaha meyakinkan mereka" Kata Daniel berusaha menenangkan mereka.


Hingga akhirnya Erlyn datang membawa buku yang baru ia beli.


"Erlyn dari mana saja kau? Lihatlah Arlan hampir menyewa detektif untuk mencarimu" Erlyn tersentak kaget mendengarkan Lardo yang tiba tiba membentaknya. Arlan tidak terima melihat Erlym diperlakukan seperti itu. Dia melempari Lardo dengan bolpoin. Akhasil Lardo meringis kesakitan. .


"Berani sekali kau membentaknya" Desis Arlan. Lardo hanya terkekeh melihat reaksi sahabatnya itu.


Hingga akhirnya Bel masuk berbunyi. seluruh siswa masuk kedalam kelas.


"Selamat pagi semua"


Seluruh siswa membeku melihat sesosok pria asing berdiri di depan kelas. Tidak sanggup untuk di deskripsikan lagi. Tubub atletisnya di balut kemeja merah maroon dan celana panjang serta sepatu hitam mengkilap membuat penampilanya sangat sempurna.


"Apalah kalian tidak mendengarkan sapaan saya? Baiklah akan saya ulangi lagi, selamat pagi semua"


"Pagi sir"


selurus siswi berbisik bisik kagum melihat pria setampan itu berada di kelas mereka.


"Sebelumnya perkenalkan saya adalah William Aldrexon pengganti Mr. Harry" Jelasnya singkat.


"Apa tidak ada yang mau kalian tanyakan tentang saya? Jika tidak saya akan mulai melanjutkan materi. Untuk materi terakhir kalian di Bab dua belas kalian harus mengerjakan semua soal yang ada di bab ini. Tulis soal dan jawabannya jika nilai kalian kurang dari standar saya akan menyuruh kalian untuk mengulang kembali dari awal"


Seluruh siswa histeris mendengarkan hal sekejam itu. Mereka berteriak tidak terima.


"Maaf sir, bukankah anda belum menjelaskan materi di bab ini?" Tanya Angel dengan sopan. William melirik sekilas kearah Angel.


"Anda tidak lagi berada di sekolah dasar. Saya pikir anda cukup pintar untuk membaca dan memahami langsung materi ini" Jawab William. Angel merasa sedikit tersinggung dengan perkataan itu. Daniel melirik Angel yang terlihat kesal ia berdiri dari duduknya.


"Apa yang anda pikirkan? Kami bahkan belu. mempelajarinya dan anda menyuruh kami untuk mengerjakan semua soal soalnya? Lalu tugas anda sebagai guru apa? setidaknya berikan kami waktu untuk bertanya kepada anda tentang hal yang balum kami pahami" Daniel menatap kesal kearah William. Bagaimana bisa seorang guru baru bertindak seperti itu.


"Setiap guru memiliki caranya sendiri untuk mengajar. Dan cara saya adalah memberikan soal terlebih dahulu sebelum saya menjelaskannya. Jadi saya bisa lebih mudah mengetahui dimana letak kesulitan kalian" Daniel hendak membantah namun Angel mengkodenya agar tetap diam.


"Saya tidak memiliki waktu jadi kerjakan sekarang juga saya kasi waktu duam jam dari sekarang"


Seluruh siswa mau tidak mau harus mengerjakan soal yang mereka tidak pahami sama sekali.


'Gadis menarik'