
Pernikahan adalah hal yang sakral dan tentunya suci. Pernikahan hanya dilakukan sekali dalam seumur hidup. Mungkin bagi orang-orang tertentu atau kondisi tertentu, pernikahan itu bisa dilakukan lebih dari satu kali. Misalnya kalau pasangan mereka meninggal, itu bisa menikah lagi. Namun, apabila pasangan mereka sehat walafiat dan mereka menikah lagi, itu adalah hanya urusan naf*su semata.
Mereka bilang pernikahan lebih dari satu kali itu dianjurkan, mungkin seperti baginda Rasulullah yang menikah lebih dari satu kali karena perintah langsung dari Allah.
"Saya terima nikahnya Nessa Ibrahim Halana binti Ibrahim Wijaya, dengan maskawin tersebut dibayar tunai!" dengan satu kali tarikan nafas, sosok pria berusia dua puluh enam tahun itu berhasil mengucap kata yang teramat sakral tersebut dengan lantang tanpa ada kesalahan sedikitpun.
"Bagaimana para saksi?"
"SAH!"
"Alhamdulillah."
"Allahumma allif bainahuma kama allafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina Ibrahim wa Sarah, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina Yusuf wa Zulaikha, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa sayyidatina Khadijatal kubra, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina ‘Aly wa sayyidatina Fathimah az-Zahra."
Semuanya mengarahkan tangan begitu penghulu membacakan do'a. Setelah do'a tersebut dipanjatkan semuanya langsung mengaminkan.
"Selamat, kalian sudah sah menjadi suami istri. Semoga sakinah mawaddah warahmah. Aamiin."
Keduanya saling memasangkan cincin secara bergantian. Nessa begitu gugup sekaligus terharu. Statusnya sekarang sudah menjadi istri dari seorang Dimas Endi Rey.
Setelah cincin terpasang, kini waktunya Nessa mencium punggung tangan Endi untuk yang pertama kalinya. Dan untuk pertama kalinya tangan mereka bersentuhan karena selama proses pendekatan, keduanya memang menjaga jarak.
Nessa begitu khusyuk saat mencium punggung tangan Endi. Setelahnya gantian, Endi yang akan mencium kening Nessa.
Endi menyentuh ubun-ubun Nessa sambil memanjatkan do'a.
"Allahumma inni as aluka khoyrohaa wa khoyro maa jabaltahaa alaih. Wa a'udzubika min syarri haa wa min syarri maa jabaltahaa alaih."
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau ciptakan atasnya dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekan atas yang Engkau ciptakan.
Pria itu mulai menjauhkan wajahnya dari kening istrinya. Sambil menatap netra mata itu dalam, mencoba menyelami.
" Ekhem... liatinnya nanti aja, Rey. Masih ada tamu di sini."
Keduanya tersadar saat suara Papi Ibra memecahkan lamunan mereka.
"Tangan kamu dingin, Rey. Grogi ya?" goda Papi Ibra saat-saat itu. Saat tangan mereka berjabatan, dan Papi Ibra sebagai wali Nessa.
Endi hanya tersenyum tipis tanpa mau menanggapi. Kalau ditanggapi, pastinya ia akan malu.
Tidak terasa tamu-tamu inti yang datang sudah pulang, begitu juga dengan penghulunya karena masih ada acara yang harus beliau ikuti.
Kini tinggallah kedua orang tua Nessa, Nenek dan Kakeknya, kedua orang tua Endi lengkap dengan formasinya yaitu Kakak dan adiknya sementara Nenek Kakeknya tidak bisa ikut hadir.
"Rey, sekarang Nessa bukan lagi tanggung jawab Papi. Papi serahkan tanggung jawab itu semua kepada kamu, tolong jaga Nessa, bimbing dia, didik dia hingga menjadi istri yang baik. Kalau ada salah, tolong nasehati."
"Pi." panggil Nessa berurai air mata. Gadis itu begitu cantik dengan memakai kebaya putih dengan banyak aksesoris di kepalanya.
"Jangan nangis, nanti make up kamu luntur. Kan kita belum ambil foto keluarga." sahut Papinya sambil tersenyum. Tangannya terulur untuk menghapus sisa-sisa air mata Nessa yang baru saja menetes.
"Mami cuma berpesan kepada kamu, Rey. Nanti kalau sudah bosan dengan putri kami. Tolong kamu kembalikan baik-baik. Semuanya kami serahkan ke kamu Rey." sambung Mami Hana.
"Insyaa Allah. Rey akan berusaha menjaga Nessa, Rey juga akan mendidiknya dengan baik. Papi sama Mami boleh tampar Rey kalau Rey membuat Nessa menangis."
Winanti mengelus bahu putranya begitu juga dengan Resa yang menepuk-nepuk pundak Endi.
"Anak orang, jaga baik-baik." kata Resa. Hanya itu.
"Kak, jangan lupa bikinin Tasya ponakan baru." celetuk gadis remaja yang memakai pakaian senada dengan Mamanya. Sontak hal itu membuat suasana seketika buyar.
"Sekolah yang bener, Cil!" Nessa berucap sambil menahan malu. Biar bagaimanapun juga, statusnya masih baru, masih perlu penyesuaian diri.
"Oke, Kak." jawab Tasya dengan polosnya. Sungguh! Remaja itu membuat Nessa ingin mengikatnya di pohon jambu.
Sementara itu, keluarga mereka hanya tertawa saat mendengar perkataan Tasya barusan. Bagaimana tidak, remaja itu bahkan sudah meminta hal yang tidak-tidak. Belum lagi dia sudah membuat Nessa dan Endi malu sekaligus.
"Iya, Ma." jawab Wulan menurut.
"Mi, Pi, semuanya. Bentar ya? Nessa nemuin Vella dulu." seru gadis itu teringat akan sahabatnya yang sedang duduk di salah satu kursi. Karena tidak ingin mengganggu, jadilah Vella duduk sambil menunggu terlebih dahulu.
"Hai, Vel."
"Mmm... selamat ya. Gue ikut seneng liatnya. Seneng banget malah, makasih karna udah ijinin gue buat liatnya." balas Vella.
"Lo tuh bestie gue. Mana pernah gue lupa. Liburan masih lama ey, jalan yuk!"
"Eh kucing! Lo udah nikah, harus ijin dulu sama Pak suami."
"Hehe, canda kali, Vel. Sini, peluk dulu!"
Sontak keduanya berpelukan. Untuk yang pertama kalinya Vella melihat adegan live acara akad nikah atau ijab kabul. Dan itu membuat Vella terkagum-kagum hingga tidak bisa mengekspresikannya.
🌼🌼🌼
Untuk sementara waktu, Endi akan tinggal di rumah Nessa terlebih dahulu. Mereka akan membuat jadwal antara rumah Nessa dan rumahnya.
Barang-barang Endi juga sudah dipindahkan setengah ke rumah Nessa. Alhasil, ruang kamar Nessa bertambah satu lemari untuk pakaian Endi.
Status baru, perubahan baru. Canggung, gugup, gerogi, bahkan campur aduk.
"Assalamu'alaikum." keduanya mengucap salam saat baru memasuki kamar Nessa.
Kamar yang biasanya terlihat biasa-biasa saja, kini malah berubah menjadi tidak biasa. Bukan karena berantakan atau kasurnya retak dua ataukah atapnya jebol. Malahan keadaan itu membuat keduanya saling menatap dengan tatapan sulit diartikan.
"Mami, Papi?!"
"Papa, Mama!?"
Kedua hanya bisa membatin. Mereka pasti tau itu kerjaan siapa. Kamar Nessa sudah disulap ala pengantin baru. Ya karena menang mereka pengantin baru.
Nessa sungguh mati kutu dibuatnya. Sungguh sangat canggung dan malu serta gugup tentunya. Matanya berulang kali terpejam berusaha menganggap semua yang terjadi itu mimpi.
"Nessa."
"Pak."
Kedua saling pandang, mereka reflek berkata di waktu yang sama.
"Bapak duluan."
"Kamu duluan."
Kedua kalinya terjadi.
"Saya mau bersih-bersih dulu."
Endi langsung ngacir masuk ke dalam kamar mandi, tidak lupa ia membawa handuk dan baju ganti.
"Huftt!!!" Nessa hanya menghela nafas panjang dibuatnya. Gadis itu memegang dadanya yang terasa berdisko.
.
.
.
yg mau request malam pertamanya silahkan komen nnt author buatin🤣klo ga ada yg komen ngga author buatin ya wkwk🤣