
Micha akhirnya melahirkan anak ke dua dan ke tiganya, karena kali ini Micha mendapatkan anak kembar laki-laki dan perempuan. Yang kini ia beri nama Nathan Lexmond dan juga Sandara Lexmond.
Usia Krisna dengan kedua adiknya terpaut hampir 5 tahun. Karena saat Micha mengandung umur Krisna sudah berjalan ke 5 tahun. Sedangkan kini giliran Enzi, Yora dan juga Joel yang sedang mengandung anak ke dua dan pertama mereka.
Kebahagiaan kini terus menghampiri keluarga mereka, meskipun terkadang ada selisih paham akan pendapat mereka yang berbeda. Akan tetapi masalah tersebut masih bisa mereka kendalikan dan selesaikan secara bersama.
Di tahun berikutnya Enzi melahirkan anak laki-laki yang ia beri nama Reno. Begitu juga dengan Joel yang sama mendapatkan anak laki-laki yang telah ia di beri nama Jeremy. Sedangkan Yora mendapatkan gadis mungil pertamanya yang ia beri nama Jenny.
Kehidupan rumah tangga mereka semakin lengkap akan kehadiran buah hati mereka. Usaha yang mereka rintis pun semakin meluas, sukses dan mendapat banyak client.
****
19 tahun kemudian
Krisna Lexmond salah satu pewaris dari keluarga Lexmond yang kini memiliki sifat dingin dan banyak memiliki scandal hubungan dengan banyak wanita cantik terutama para artis terkenal dan juga para calon pewaris perusahaan besar.
Di usianya yang mulai menginjak 25 tahun, Krisna berhasil banyak mengembangkan perusahaan orang tuanya. Dan salah satu cabang yang dia dirikan di Los Angles, minggu ini pun dia akan terbang ke sana untuk memimpin dan mengelola langsung cabang perusahaan tersebut.
Krisna menjadi sosok yang sangat bebeda, setelah kejadian penculikan yang menimpa dirinya saat di usianya yang ke 15 tahun. Tak lagi banyak interaksi yang ia lakukan dengan keluarganya ataupun dengan Fiona sekalipun. Gadis yang sudah sangat ia cintai dan sayangi selama ini.
Fiona sendiri bahkan merasa bingung dengan sikap Krisna yang menjadi dingin padanya. Bahkan gadis-gadis di sekolah yang mengejar-ngejarnya dulu selalu saja Krisna hindari demi menjaga perasaan Fiona.
Tapi saat ini Krisna membiarkan mereka mendekatinya tapi juga tidak menanggapi mereka. Seakan krisna menjadi sebuah mayat hidup, begitu dingin, acuh dan tak memiliki emosi.
Fiona sempat frustasi karena dirinya sendiri pun tak mampu mengubah kepribadian Krisna seperti sebelumnya yang ceria, hangat dan penuh perhatian. Akan tetapi Fiona terus berusaha membuat Krisna mau berinteraksi dengannya.
Micha dan juga Axelle sendiri tak mampu berbuat apapun meski mereka telah banyak membawa Krisna berobat dan terapi di tempat terbaik. Namun hasilnya tetap nihil, karena kepribadiannya ini hanya bisa di ubah oleh dirinya sendiri.
Namun selama pengobatan, tetap harus dengan dorongan orang di sekitarnya, Krisna membutuhkan lebih banyak perhatian lagi. Karena rahasia di balik penculikan yang menimpanya hanya dia sendiri yang tahu.
Pihak keluarga maupun kepolisian tak mampu mengungkap apa yang terjadi saat Krisna di culik, karena sang kepala penculik melarikan diri saat kakinya sudah tertembak oleh polisi dan tubuhnya terjatuh ke jurang sehingga nyawanya tak terselamatkan.
Sedangkan anak buahnya, mereka hanya tahu perintah untuk membantu menangkap Krisna, setelahnya mereka pergi usai mereka mendapatkan bayarannya. Sehingga mereka sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di gudang kosong tempat menyekap Krisna tersebut.
Saat Axelle dan pihak berwajib menemukan lokasi penyekapan Krisna. Kondisi Krisna sangat buruk, sorot mata yang kosong dan seakan tak punya semangat hidup. Begitu juga dengan sekujur tubuh dan wajahnya di penuhi luka lebam.
Pengobatan yang di lakukan Axelle dan juga Micha hanya membuahkan hasil kembalinya kemauan hidup Krisna. Namun kepribadiannya yang dingin dan acuh membuat mereka merasa sedih.
Saat bekerja di perusahaan pun, sekertaris pribadinyalah yang banyak bicara dengan client, sedangkan Krisna memilih diam dan memperhatikan. Siapapun client Krisna, mereka pasti akan tertunduk takut padanya.
Meski Krisna tak bicara namun sorot matanya yang tajam sudah sangat membuat clientnya tak berani macam-macam dengannya.
Isyarat matanya sudah banyak di mengerti karyawan dan sebagian besar clientnya. Sehingga Krisna tak harus banyak berdebat dengan mereka. Proyek yang ia kerjakan selalu berhasil sukses dan membuat para clientnya puas.
Namun kini Krisna harus meninggalkan Star Group dan harus memimpin cabang perusahaan terbarunya di Los Angeles. Dia menyerahkan posisinya kepada adiknya Nathan yang masih berumur 20 tahun.
Meski masih muda namun Nathan memang tak kalah pintar dan cerdik dari sang Kakak. Nathan memiliki kepribadian yang cukup hangat dan ramah. Sehingga banyak karyawan wanita yang menggilai bos mudanya ini.
Sebenarnya kepribadian Nathan saat ini tak jauh beda dengan Krisna sebelum insiden penculikan itu. Nathan kini hanya mampu berinteraksi dengan kakaknya bagai atasan dan bawahan.
Tak banyak kata yang terucap dari Krisna saat Krisna menyuruhnya untuk menggantikan posisinya sementara waktu.
“Kapan Kak Kris berangkat ke Los Angeles?” Tanya Nathan hati-hati.
“Lusa.”
“Baiklah Kak, aku akan melakukan yang terbaik saat Kakak tidak berada disini.” Ucap Nathan lagi dengan sopan.
“A..apakah malam ini Kakak akan pulang?”
“Besok.”
“Baik Kak, aku akan menanti Kakak di rumah besok.” Sahut Nathan senang.
Nathan kemudian kembali ke ruang kerjanya yang tak jauh dari ruangan Krisna. Sesegera mungkin Nathan menghubungi Sandara kembarannya namun ia anggap sebagai adiknya karena kelahirannya yang lebih dulu daripada Sandara.
“Hallo Dara, bilang sama Mama kalau Kak Krisna besok akan pulang ke rumah.” Ucap Nathan begitu senang.
“Benarkah..!! Baiklah, aku akan beritahu Mama dan Papa sekarang. Semoga Kak Kris benar-benar datang besok.” Sahut Dara yang tak kalah gembiranya.
“Aku pastikan Kak Kris akan datang, karena lusa dia akan ke Los Angeles dan mungkin akan lama di sana.”
“Apa..?! Bagaimana dia bahkan tidak memberitahu kita terlebih dahulu. Huh..!! Terkadang aku sangat kesal dengan Kak Kris.” Ketus Dara.
“Sudahlah, jangan permasalahkan hal itu. Kamu sendiri juga tahu apa penyebabnya.”
“Lagi-lagi hal itu, ya sudahlah Nat aku tutup panggilannya. Aku juga mau bantu Mama di dapur.”
“Baiklah.”
Usainya mengakhiri panggilannya dengan Sandara, Nathan kembali di sibukkan dengan pekerjaannya yang masih menumpuk. Apalagi lusa dia harus memegang kendali penuh atas perusahaan papanya ini. Meski terkadang papanya masih membantu dalam pengelolannya.
***
Makan malam di kediaman Axelle pun begitu lengang hanya dentingan sendok dan garpu yang saling sahut menyahut. Krisna lebih dulu menyelesaikan makannya, padahal makanan yang di piringnya hanya termakan setengahnya saja.
“Apa masakan Mama tidak enak Kris?”
“Enak Ma.”
“Mengapa makananmu tidak di habiskan?”
“Kris kenyang.”
Micha dan Axelle pun hanya menghela nafas mereka bersamaan. Mereka tahu tujuan Krisna mau makan malam bersama keluarga. Karena besok Krisna akan meninggalkan negara ini dan sementara waktu akan menetap di Los Angeles mengurus cabang perusahaan barunya.
“Besok Krisna berangkat jam berapa?” Tanya Micha dengan lembut.
“Jam 07.00 pagi Ma.”
“Jaga dirimu baik-baik di sana. Jika butuh bantuan segera hubungi Papa.” Celetuk Axelle pada Krisna.
“Baik Pa.”
Tanpa Emosi, tanpa expresi Krisna menjawab pertanyaan kedua orang tuanya dengan wajah dingin dan datarnya. Hal itu sebenarnya cukup menyiksa Axelle dan Micha, karena mereka merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Krisna. Karena mereka tak mampu melindungi salah satu anak mereka.
Sedangkan di sisi lain Fiona tergopoh-gopoh berlari ke rumah Axelle. Tanpa menunggu izin dari sang pemilik rumah Fiona menerobos masuk dan mencari sosok Krisna di rumah itu.
Saat Fiona mendapati Krisna dan yang lain masih di ruang makan. Dirinya pun segera menghampiri mereka dengan nafas yang masih tersengal, raut wajah yang menahan marah dan air mata yang mulai mengembang di pelupuk matanya.
“Kak Kris, kamu benar-benar akan meninggalkan negara ini? Bagaimana denganku? Apa Kak Kris tidak peduli dengan perasaanku?” Teriak Fiona tiba-tiba, hingga membuat mereka yang di sana terkejut.
Namun tidak dengan Krisna, dia masih tetap dengan wajah dingin dan datarnya. Fiona terus mengoceh ke sana kemari demi untuk menghalangi Krisna agar membatalkan keputusannya.
“Selama ini aku cukup bersabar menunggu Kak Kris seperti dulu. Tapi apa ini balasan Kak Kris pada perasaanku? Mengapa kamu benar-benar tega?” Ucap Fiona terisak.
“Di luar sana masih banyak laki-laki baik. Jangan mengharapkanku dan jangan pernah menungguku.” Ucap Krisna dengan ringannya.
Krisna lalu pergi begitu saja setelah mengucapkan kalimat cukup panjang pada Fiona dan berlalu meninggalkan keluarganya serta Fiona yang masih menangis dan terduduk di lantai.
“Sayang, jangan seperti ini. Maafkan anak Tante ya. Ayo berdirilah kita duduk di ruang tamu.” Ucap Micha lembut.
Sandara lalu mengambilkan segelas air putih untuk menenangkan kekasih masa kecil kakaknya itu. Dia pun menatap sedih Fiona yang selama ini terus berjuang membuat kakaknya Krisna agar kembali seperti dahulu kala.
“Apa aku benar-benar tidak memiliki harapan lagi dengan Kak Kris Tan? Aku sungguh tidak sanggup tanpanya.” Ucap Fiona yang masih terus menangis.
“Jangan berbicara seperti itu, Tante masih yakin bahwa Krisna masih memiliki rasa cinta padamu. Hanya saja mungkin dia belum siap untuk semuanya Fi. Sampai saat ini pun Tante belum berhasil membuka mulut Krisna agar menceritakan kejadian penculikan itu.” Ucap Micha sedih.
“Ma..maafkan Fiona Tante, Fio tidak bermaksud mengingatkan hal itu.”
“Tidak apa-apa sayang, Tante mengerti itu.”
“Fio akan berjuang lebih keras lagi Tante, Fio pasti akan menyusul Kak Kris ke sana dan membuat Kak Kris menjadi Kak Kris yang dulu.”
“Ini baru Fio yang penuh semangat.” Ucap Micha menyemangati Fiona.
Krisna telah duduk di kursi VIP nya, dia mulai memejamkan matanya saat pesawat mulai lepas landas. Tak ingin ada yang di pikirkannya saat ini, jalan satu-satunya Krisna kembali meminum obat tidurnya seperti biasa, agar tidurnya tak terganggu sama sekali dan pikirannya bisa tenang.
“Aku harap kau akan bahagia dengan pria lain Fio.” Gumam Krisna tanpa sadar saat obat tidurnya sudah mulai bereaksi pada tubuhnya.
.
.
.
.
.
END
Penasaran kisah cinta Krisna dan Fiona?
Tunggu kelanjutannya di dalam judul yang baru ya. Namun tidak dalam waktu dekat ya. Nunggu mood author baek dulu.
🙏🙏🙏😇😇😇
Terima kasih buat yang selalu setia sama karya author.
Semoga kalian tetap selalu sehat di sana, dukungan kalian sangat membantu author.🙏🙏🙏