
Saat ini Wilfred, Jaxson dan Enzi masih menetap di Inggris untuk menyelesaikan masalah mereka. Wilfred kembali ke kediamannya untuk kembali bernegosiasi dengan orang tuanya terutama Papanya agar dia tidak menyentuh sahabat ataupun orang terdekatnya.
Alhasil orang tua Wilfred meminta Wilfred menyerahkan setengah saham yang dimilikinya, tentu saja Wilfred sudah memperkirakan hal itu sehingga dia menyembunyikan saham yang ia miliki kepada Axelle selama ini. Dan saham yang berada di tangannya sendiri hanya seperlima dari saham yang ia miliki sebenarnya.
Dengan mudah Wilfred menyetujui permintaan kedua orang tuanya namun masih dengan syarat yang berlaku, harus ada hitam di atas putih demi keamanan semuanya Wilfred harus melakukan hal itu.
Seusainya Wilfred menandatangani pemindahan saham, Papanya pun juga menandatangani perjanjian untuk tidak pernah menyentuh orang Wilfred dan mencampuri urusannya lagi. Sungguh ironis memang, namun Wilfred sudah terbiasa hidup tanpa mereka.
Perasaan sedih itu sudah sirna bagai debu karena seringnya mereka dahulu menyiksa Wilfred, hingga menyebabkan kakak kandung Wilfred yaitu William San harus meninggal dunia hanya demi melindungi sang adik dari kekejaman orang tuanya.
“Semua sudah berakhir kan Kak? Aku tidak akan lagi berhubungan dengan mereka, semoga Kakak bahagia di sana.” ucap Wil lirih.
Tak terasa buliran bening membasahi pelupuk mata Wilfred yang saat ini tengah terpejam di ranjang kamar hotel yang dia pesan, karena Wilfred sudah tidak ingin lagi kembali ke kediaman orang tuanya itu.
*****
Sinar matahari mulai menyinarkan teriknya, cahayanya yang terang menulusup masuk ke sela-sela tirai dan jendela kamar Axelle dan Micha.
Micha pun mulai mengerjapkan matanya perlahan dan membalikkan tubuhnya untuk melihat suami tampannya yang masih tertidur lelap. Untung saja hari ini adalah hari weekend, sehingga mereka tidak harus terburu-buru untuk bangun.
Dengan jahil Micha mencolek pipi dan hidung Axelle, Micha mulai mengganggu tidur lelapnya. Axelle hanya menggeliat mendapat kejahilan istrinya itu dan dirinya kembali tertidur lagi. Namun Micha tak hentinya mengganggu tidur nyenyak suaminya. Hingga Axelle benar-benar terbangun dan mencubit hidung Micha karena gemas.
“Sayang kamu sangat jahil ya, apa kamu ingin kita mengulang hal yang tadi malam.” Goda Axelle.
“Tidak..!! Aku lelah sayang dan aku memang sengaja hanya ingin menjahilimu.” Ucap Micha manja.
“Hmb..baiklah, maafkan aku telah membuatmu lelah sayang demi membuat Axelle junior.” Ucap Axelle tertawa ringan.
“Maaf juga ya sayang, aku belum mendapat kesempatan untuk memberimu Axelle Junior.” Sahut Micha sedih.
“Semua butuh proses sayang, jadi kamu tidak boleh berkecil hati. Kita akan terus mencobanya hingga Axelle junior terbentuk.” Jelas Axelle menyemangati sang istri.
Micha pun hanya mengangguk ringan dan semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Axelle. Meski di hati kecil Micha sudah tidak sabar untuk segera mempunyai buah hati.
“Bagaimana kalau hari ini kita berkunjung ke rumah Kakek.” Ucap Axelle mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Ide yang bagus sayang, aku juga sudah merindukan mereka. Nanti sekalian aku akan menghubungi Papa dan Mama agar mereka juga datang ke rumah Kakek” Jawab Micha bahagia.
Axelle berhasil membuat Micha tidak memikirkan tentang Axelle junior lagi. Micha tersenyum sangat bahagia saat Axelle mengajaknya kembali ke kediaman Alexander.
“Terserah kamu saja sayang, itu hal yang baik karena kita bisa berkumpul bersama-sama.” Ucap Axelle dan di iyakan oleh senyuman Micha.
“Sebaiknya sekarang kita bangun dan bersiap untuk mandi.” Ucap Axelle lagi.
Axelle lalu mengajak Micha untuk mandi bersama, keduanya pun bergegas dan melakukan rutinitas pagi mereka. Seusainya Micha lebih dahulu turun ke dapur untuk membuatkan dan menyiapkan sarapan untuk suaminya.
Dua gelas susu putih dan juga dua porsi roti panggang dengan selai kacang telah siap berada di nampan. Micha lalu membawanya ke kamar dan keduanya menikmati sarapan mereka di balkon sembari menikmati udara pagi yang masih segar.
“Terima kasih sayang.” Ucap Axelle lembut.
“Ini sudah menjadi tugasku sebagai seorang istri.” Sahut Micha tersenyum.
“Apa kamu sudah menghubungi Papa dan Mama sayang?”
“Sudah sayang, nanti kita mampir di toko kue tempat aku bekerja dulu ya sayang, aku ingin membeli beberapa kue untuk di bawa ke rumah Kakek.“
“Baiklah, sayang aku akan ke ruang kerjaku untuk mengecek beberapa dokumen. Setelah selesai kita langsung bersiap ke rumah Kakek ya.” Ucap Axelle.
“Jangan terlalu memporsil kerjamu sayang, ini kan weekend.” Sahut Micha sedikit murung karena di hari libur pun Axelle masih sempat-sempatnya untuk bekerja.
Resiko memiliki suami yang mempunyai dua perusahaan besar, belum lagi cabang perusahaan yang lainnya.
“Haih...istriku jangan murung seperti ini, aku janji hanya beberapa dokumen saja ya.” Bujuk Axelle lembut.
“Baiklah segera selesaikan pekerjaanmu itu, jika kamu lama aku akan meninggalkanmu untuk pergi sendirian ke rumah Kakek.” Ketus Micha.
Hingga wajah Micha merona dan kembali menyunggingkan senyumnya karena perlakuan lembut suaminya. Axelle benar-benar menjadi sosok suami yang sabar.
*****
#Inggris
Jaxson dan juga Enzi sedang di sibukkan dengan rencana pertunangan mereka. Jaxson akan kembali ke Ausy untuk menemui keluarganya dan melamar Enzi kembali secara resmi. Rencana pertunangan mereka akan di adakan di tanah air minggu depan di kediaman Enzi.
Kartu undangan pun sudah mereka pesan. Jaxson sungguh tidak ingin prosesi pernikahannya terlalu lama, sehingga acara pertunangannya segera di percepat.
Untuk acara pernikahannya sendiri Jaxson dan juga Enzi sudah sepakat memutuskan resepsi pernikahan akan di adakan satu bulan setelah pertunangan mereka.
Para sahabat Jaxson dan Enzi pun sudah di beri tahu terlebih dahulu akan kabar bahagia ini. Semuanya pun terlihat bahagia dan antusias.
“Akhirnya Jax menemukan cinta sejatinya, semoga kamu bahagia dengan Jaxson Enzi.” Ucap Micha bahagia setelah mendapat pesan dari Enzi.
“Tunggu sebentar...sepertinya aku melupakan sesuatu. Sudah dua jam berlalu dan dia belum selesai dengan dokumennya.” Kesal Micha.
Micha pun bergegas menuju ruang kerja Axelle yang berada di rumah mereka. Micha langsung membuka pintu ruangan itu dan menatap tajam suaminya yang masih asyik berkutat dengan laptop dan dokumennya.
Axelle pun salah tingkah karena dia ingat telah melupakan janjinya bahwa dia tidak akan lama untuk membereskan beberapa dokumennya.
“Maaf sayang, aku melupakannya. Aku terlalu fokus dengan pekerjaanku.”
“Sekarang kamu baru ingat janjimu setelah melihatku, begitu sayang?!”
“Bukan seperti itu sayang.”
“Lalu jika aku tidak menghampirimu, akankah kamu mengingatnya sayang.” Ucap Micha penuh penekanan.
“Ini semua salahku, maafkan aku sayang. Hari ini membuat mood kamu tidak baik. Atau kamu sedang pms sayang?? Mengapa sedari tadi terus saja kesal dan memarahiku.
“Kamu yang membuatku kesal, bagaimana bisa kamu menyalahkan pms ku. Aku bahkan belum pms bulan ini.” Ucap Micha tanpa sadar.
“Haih baiklah..mari kita bersiap ke rumah Kakek sekarang.”
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa dukung author guys....
• FAVORIT ❤
• RATE ⭐⭐⭐⭐⭐
• LIKE ❤
• KOMEN (Kritik & sarannya juga ya)
• VOTE seikhlasnya🙏
TERIMA KASIH SEMUA ATAS DUKUNGANNYA🙏🙏🙏😘😘😘