MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Rencana & Kejutan



Seusainya Axelle menyelesaikan pembicaraannya dengan Rendy, dirinya pun lalu menghampiri Micha yang ternyata sedang asyik bermain game dengan posisi tubuhnya yang tengkurap serta kedua kakinya menjulur ke atas dan di ayun-ayunkan pelan.


“Sedang apa sayang?” Ucap Axe lembut.


“Eh...sudah selesai urusannya sayang?” Sahut Micha yang langsung mengganti posisinya dan duduk di sebelah Axelle di tepi ranjang.


“Sudah sayang, sekarang giliranmu tadi kan sewaktu di rumah aku ingin memberimu sesuatu. Sekarang ikut aku keluar ya.”


“Memangnya mau kasih aku apa sayang?”


“Kalau aku jawab sekarang bukan kejutan dong sayang.”


“Baiklah.”


Micha pun hanya menuruti dan mengikuti Axelle yang menuju ke meja kerjanya, lalu mengambil sebuah amplop coklat.


“Apa ini sayang.” Sahut Micha yang menerima amplop tersebut.


“Kamu buka aja sayang.”


Micha pun membuka amplop itu secara perlahan dan di dalamnya terdapat selembar kertas putih, Micha yang membaca isi dari kertas tersebut pun menganga dan senyumnya mengembang, matanya berkaca-kaca. Dia sekilas menatap Axelle suaminya, karena Micha akhirnya mendapatkan izin sekaligus pekerjaan baru dari suami tercintanya.


Karena memang beberapa waktu lalu setelah Micha resign dari pekerjaannya Axelle menentang keras Micha agar tidak bekerja lagi dan cukup hidup dengan nyaman di rumah. Namun setelah beberapa saat Axelle selalu melihat kemurungan Micha akhirnya Axelle membuat kejutan untuk Micha yaitu selembar kontrak kerja di Arion Group sebagai sekertaris pribadinya.


“Sayang kamu benar-benar mengizinkanku untuk bekerja.” Teriakan kecil Micha yang sangat gembira.


“Tentu sayang, tapi jika nanti kita sudah mempunyai anak kamu harus berhenti lagi ya. Cukup fokus untuk menjaga anak-anak kita agar tidak kekurangan kasih sayang orang tua.” Jelas Axelle lembut.


“Iya sayang, jika untuk hal itu aku memang tidak ingin membagi waktuku untuk yang lain selain mengurus anak-anak kita nanti.” Sahut Micha dengan wajah meronanya.


“Tapi sayang bisakah untuk posisiku di ganti dengan posisiku yang dulu, aku sudah nyaman bekerja di bagian keuangan.” Imbuhnya lagi.


“Baiklah sayang nanti aku akan mengubah isi surat kontraknya untukmu, asal kamu senang bekerja disini.” Ucap Axelle yang langsung menyetujui permintaan istrinya.


“Terima kasih sayang.” Micha secara spontan langsung memeluk tubuh bidang Axelle dengan erat karena dirinya begitu gembira.


Axelle tersenyum gemas dengan tingkah laku istrinya ini. Namun tanpa di sadari ternyata interaksi kedua sejoli ini di amati oleh Wilfred dan juga Jaxson yang sudah memasuki ruangan Axelle beberapa saat lalu.


“Ehem..ehem..” Wilfred pun membuyarkan kemesraan kedua sejoli tersebut.


Micha langsung terperanjak dan spontan melepaskan pelukannya setelah mendengar suara Wilfred sedangkan Axelle hanya menatap tajam kedua sahabatnya yang datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan mengganggu momen indahnya itu.


“Ada apa?” Celetuk Axelle dingin.


“Sorry Axe kita mengganggu momen romantismu. Tapi aku sama Jaxson ada urusan penting yang ingin di bicarakan bersama, Jarvis juga sudah menunggu di ruang meeting.” Jelas Wilfred.


Sedangkan Jaxson hanya diam dan menatap Axelle dengan serius. Setelah Axelle mengerti akan tatapan Jaxson dia lalu menyuruh Micha untuk menunggunya kembali ke kamar.


“Maaf ya sayang harus aku tinggal lagi, aku akan meeting sebentar. Kamu tunggu aku di kamar lagi ya sayang, kamu bisa beristirahat dahulu.” Ucap Axelle lembut.


Axelle lalu mencium kilas kening Micha yang mana membuat Micha semakin merona dan tersipu malu. Tanpa di aba-aba Micha pun lalu berlari kecil dan langsung memasuki kamar pribadi Axelle, Axelle terkekeh kecil melihat tingkah laku istrinya itu.


Ketiganya kemudian pergi ke ruang meeting bersama, sesampainya disana Jarvis sudah siap dengan berkas-berkas yang di bawanya tadi, kemudian membagikan kepada yang lainnya.


“Harga saham kita sekarang sedang turun sampai lima persen, ini sudah cukup banyak. Kamu pasti sudah tahu siapa dalang di balik ini Axe.” Ucap Jaxson membuka pembicaraan.


“Ya aku tahu, aku sudah menjalankan rencanaku. Kalian cukup diam dan menunggu hasilnya, aku tidak akan membiarkan dia menghancurkan perusahaan kita.”


“Kamu sungguh tidak membutuhkan bantuan kami Axe?” Tanya Jarvis dengan serius.


“Benar apa yang di katakan Jarvis Axe, kita bisa saling membantu.” Ucap Wilfred dengan nada khawatirnya.


“Kita percayakan semuanya pada Axelle dia sudah mempunyai rencananya sendiri. Kalian hanya cukup percaya padanya.” Sahut Jaxson.


“Terima kasih Jax, dan kalian semua. Aku pasti tidak akan mengecewakan kalian.”


“Baiklah Axe, tapi tetap ingat harus selalu waspada.” Ucap Wilfred menasehati.


“Tentu saja Wil.”


Setelah pertemuan empat CEO tersebut, tak lama kemudian mereka mengadakan meeting bersama seluruh pemegang saham untuk memberitahukan solusi penangangan atas turunnya saham Arion Group yang secara tiba-tiba tersebut. Hal ini di lakukan untuk menenangkan para pemegang saham agar tidak panik dan berpikiran negatif.


Dan seusainya Jarvis mewakilkan tiga CEO lainnya untuk menjelaskan secara rinci tentang penanganan tersebut, barulah ada beberapa pemegang saham yang tidak menyukai cara mereka. Tentu saja hal ini lah yang di harapkan ke empatnya karena mereka jelas tahu pemegang saham yang menentang tersebut adalah mata-mata yang di kirim oleh orang itu ke Arion Group.


Jarvis tidak menggubris pendapat beberapa orang tersebut karena cara penanganan tersebut lebih banyak memiliki suara yang setuju dari pada yang menolak. Dan seusainya meeting ke empatnya segera mengurus beberapa orang tersebut ke tempat yang lebih aman agar ke empat CEO ini dapat leluasa mengorek informasi yang sudah mereka simpan rapat-rapat selama ini.


Mereka akan membabat habis akar-akar kotor yang berada di Arion Group supaya tidak ada lagi mata-mata yang bisa memasuki ke Arion Group lagi.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏