MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
beban hidup



malam begitu sunyi rasa sepi bercampur lelah setelah seharian bekerja kini luntur sudah saat meliat kasur :D


"mim tadi pak tejo kesini" (kata ibu sambil menunjukan muka sedih)


" pak tejo rentenir itu? ngapain bu, bukanya bulan ini kita udah bayar cicilanya"


"iya pak tejo minta kita melunasi semua hutang bapak nak"


" ini gara gara bapak yang suka foya2 utang sana sini nggak bisa bayar, kalo kaya gini yang repot siapa coba" ( tukas mima dengan nada tinggi mengeluarkan semua emosi)


" jangan begitu mima , bagaimanapun itu bapakmu "


"sudah setahun bapak meninggal bu rasanya marah ini belum padam, apalagi kalo teringat hutang aku selalu ingin marah rasanya ingin kabur dari kenyataan ini"


(kata mima sambil menangis)


"sabar nak semua sudah diatur jalanya masing masing kita tinggal jalanin apa yg sudah ada, mungkin ini ujian untuk keluarga kita sayang"


ibu menenangkan mima sambil memeluk penuh kasih sayang. pelukan itulah sumber dari kekuatan mima untuk selalu bertahan disaat keadaan menyuruhnya untuk menyerah.


"utang kita tinggal berapa bu??"


"200 juta mim"


"apaaa?? loh kita kan udah mencicil dari 8 bulan yang lalu bu ko bisa hutangnya nggak berkurang?"


"kata pak tejo kita hanya mencicil bunganya sedangkan hutang pokok masih utuh"


" aaiisshh sialan si tejo gimana bisa dia memberi bunga begitu besar"


"kita diberi waktu 1 bulan untuk melunasi kalo nggak rumah kita disita mim"


"udah ibu tenang aja biar mima yang pikirin"


" ibu kasian sama kamu sayang maaf ibu cuma bisa ngrepotin"


kata ibu sambil berkaca kaca, dengan raut muka sangat sedih dan merasa bersalah


"makasih mima sayang"


"ini nggk ada apa apanya dibanding perjuangan ibu".


dulu ibu rela berjualan keliling kampung supaya aku sekolah , kadang sampai malam ibu belum pulang aku nungguin sambil trus berdoa untuk keselamatanya.


" mim ibu masakin mi rebus kesukaan mima ya tak kasih telor 2 "


" waaah ayo bu mima udah laper daritadi"


" kamu tunggu disitu aja ibu masakin bentar"


udah segede ini ibu tetap menganggapku anak kecil yang selalu manja.


padahal umurku sudah 25 tahun . kadang malu sendiri si udah segede ini masih manja sama ibu. maklumlah anak tunggal.


selesai makan mima bergegas masuk kamar .


badan udah terasa remuk pikiran kacau. ingin tidur tapi pikiran trus mengganggu.


"gimana caranya dapetin uang 200juta dalam 1 bulan yah , pinjem saudara ? nggk mungkin krna mereka bukan orang kaya. kerja sampingan? gimana mau kerja sampingan pulang kantor aja malem.


aaahaaaa mr.key!!


ah tapi dia kan galak bisa bisa aku malah disemprot. atau nggak aku jual jam tangan kado dari seila ini kan lumayan mahal, eh tapi nnti seila marah nggak ya kalo pemberianya aku jual.


duuuuuh pusing trus gimana dong aku cari dimana "


pikiran mima semakin kacau jam menunjukan pukul 12.00 mima masih terjaga memikirkan cara mendapatkan uang. ia ingat kata2 dari bapaknya KAMU BISA MELAKUKAN APA YANG KAMU TIDAK BISA BAYANGKAN


" pak liat sekarang ini aku kesulitan pak, aku udah maafin bapak tapi sekarang aku bingung harus gimana menangispun nggak ada gunanya


mima nggak lupa ucapan bapak


mima pasti bisa ngelewatin ini semua"