MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Mantan & Jodoh



Tentu saja Jaxson yang melihat gerakan pria itu dengan gesit menangkap tangannya yang ingin menampar Enzi. Dan dengan satu pukulan mengenai wajah pria itu, suasana semakin riuh. Namun Jaxson sungguh tidak terima saat Enzi mendapatkan perlakuan yang kasar dari pria itu, meski hal itu belum terjadi karena dia sudah mencegahnya lebih dulu.


Sedangkan Enzi yang tadinya menutup mata ternganga melihat aksi Jaxson yang ingin melindunginya bahkan sampai menghajar pria yang baru saja di tamparnya itu.


“Heh..sekarang kamu sudah mendapatkan penggantiku ya Enz. Benar-benar luar biasa, secepat itu kamu melupakan aku.” Ucap Jerry yang seolah-olah Enzi lah yang melakukan kesalahan.


“Tutup mulutmu, selama ini akulah yang sudah buta karena pernah mencintai kamu. Jika bukan karena sahabatku yang harus berkorban mungkin saat ini kebahagiaanku sudah hancur.” Celetuk Enzi geram.


“Oh..maksud kamu dia?!” Ucap Jerry menyeringai sambil menunjuk ke arah Joel.


Tentu saja tubuh Joel bergetar hebat karena ketakutan saat Jerry menyeringai ke arahnya. Jarvis yang melihat Joel tertunduk ketakutan pun menghampirinya perlahan, namun Jarvis hanya berdiri di belakang Joel.


“Dia itu hanya wanita murahan yang sudah pernah aku tiduri. Yang seperti itu kamu anggap sahabat, dialah yang terlebih dulu menggodaku Enz. Apa kamu tidak tahu hal itu?” Imbuh Jerry dengan tatapan merendahkan.


“Tentu aku sangat tahu, demi aku demi kebahagiaanku dia harus rela melakukan hal hina itu, dari dia aku tahu sifat asli kamu. Aku tahu kamu itu seorang pecandu wanita Jerry, aku sangat beruntung bisa lepas dari kamu, aku sungguh senang bisa batal nikah sama kamu.” Ucap Enzi penuh penekanan dan rasa Jijik.


Rahangnya langsung mengeras, Jerry mengepal erat tangannya. Dia baru tahu bahwa Joel telah menjebaknya agar dia bisa membatalkan pernikahannya dengan Enzi, Jerry sempat berharap Joel menjadi teman tidurnya namun siapa sangka setelah malam itu Enzi memergoki mereka, Joel tidak pernah muncul lagi di hadapannya.


Joel kini sudah menangis dan tubuhnya sudah sangat lemas, dia tidak menyangka hari ini dia harus mendengar semua orang perpendapat tentangnya, ada yang merasa jijik, ada yang merasa iba, ada yang merasa benci. Semua itu jelas terdengar di telinga Joel.


Micha menggenggam erat tangan Joel untuk memberikan kekuatan padanya, Joel sungguh serasa mati kutu ia tidak bisa menggerakan tubuhnya seakan ada banyak jeratan yang mengikatnya.


“Apa yang kamu tahu Enz. Kamu buka matamu lebat-lebar sahabat macam itu kamu percaya. Dia itu hanya bekas wanita malam.” Teriak Jerry dengan lantang.


Jledaaarrrrrrr......!!!!


Sungguh hal yang paling membuat Joel sangat ketakutan ketika aibnya terbongkar di depan umum seperti itu. Pandangannya tiba-tiba sangat gelap dan saat itu juga ia jatuh pingsan pada pelukan Jarvis yang memang sedari tadi berada di belakang Joel.


Amarah Enzi tentu saja langsung memuncak dan kembali menampar wajah Jerry cukup keras bahkan saat ini tangan Enzi sendiri terasa sangat panas karena tamparannya pada Jerry. Apalagi saat melihat sahabatnya Joel sudah jatuh pingsan.


“Jaxson aku tidak mau lihat pria ini berada disini lagi. Cepat sekarang usir dia.” Teriak Enzi dengan nada suara yang bergetar.


Jaxson tentu saja langsung mengambil tindakan, menyuruh para keamanan menyeret Jerry keluar dari hotel ini. Joel sudah di bawa Jarvis menuju kamar untuk mengistirahatkannya, sedangkan kini Enzi terduduk lemas saat Jerry sudah pergi meninggalkan tempat tersebut. Ia terisak dan menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang baru saja terjadi.


Dia sungguh tidak berfikir panjang bahwa emosinya mengakibatkan sahabatnya terluka karena aibnya harus tersebar di tempat umum seperti ini. Jaxson lalu membawa Enzi pergi dari acara tersebut dan membawanya untuk menenangkan diri di kamarnya.


Micha hanya menghela nafasnya dan merasa sedih akan kedua sahabatnya yang saat ini sama-sama terpuruk. Namun di sisi lain Micha bersyukur di saat keterpurukan mereka ada pria yang mendampingi mereka. Micha sendiri cukup terkejut saat Jarvis sangat perhatian dan khawatir dengan kondisi Joel.


Akhirnya kini Axelle dan Wilfred lah yang bertanggung jawab akan kekacauan ini, mereka akan memberikan kompensasi bagi semua orang yang hadir di pesta mereka malam ini, kompensasi yang mereka dapatkan adalah gratis menginap di hotel yang mereka gunakan untuk acara pesta ini selama satu minggu.


Dan para tamu undangan sungguh sangat senang akan hal itu dan mulai melupakan kejadian yang baru saja terjadi. Mereka menikmati pesta kambali hingga pestanya usai. Micha sungguh sangat lega bahwa para tamu undangan dapat di atasi dengan mudah.


“Apa kamu lelah sayang?” Tanya Axe lembut.


“Sedikit.” Sahut Micha.


“Lebih baik kamu kembali terlebih dahulu ke kamar, aku akan menemani para tamu undangan hingga pesta usai.”


“Baiklah terserah padamu sayang.”


“Sepertinya hanya aku yang menjomblo kali ini.” Ucap Wilfred lirih dan mulai menjauh dari sepasang sejoli yang sedang bermesraan itu.


Namun tanpa di sengaja seorang gadis menabraknya dan menumpahkan minuman pada jass nya.


“Oh tidak...aku sangat ceroboh.” Batin gadis itu.


“Maafkan saya Pak, saya sungguh tidak sengaja.” Ucap Gadis itu sambil tertunduk takut.


“Sepertinya jodohku juga sudah datang.” Ucap Wilfred lirih, namun samar-samar gadis itu sedkit mendengarnya.


“Ma..maksud omongan bapak apa ya?” Tanya hadis itu mendongakkan sedikit wajahnya ke arah Wilfred.


Wilfred menyentil kening gadis itu. Dan dia mengaduh kesakitan serta mengusap-usap keningnya yang sakit.


“Bagaimana kamu akan bertanggung jawab dengan ini?” Tanya Wil mengalihkan pembicaraannya dan menujukkan jassnya yang basah oleh juss yang dibawa gadis tersebut.


“Sa..saya akan mencucinya pak.” Tawar gadis itu.


“Cuci dengan tanganmu sendiri hingga bersih, aku tidak akan terima jika kamu mencucinya dengan mesin cuci.”


“Aihh..siapa juga yang mau mencuci dengan mesin, punya mesinnya saja tidak. Memang sudah kebiasaanku mencuci pakai tangan. Benar-benar orang kaya satu ini. Apa dia mengira semua orang mempunyai mesin cuci di rumahnya.” Gerutu gadis itu dalam hati.


“Baiklah pak, saya akan mencucinya sendiri. Tolong bapak lepaskan bajunya saja.”


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏