MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Perjodohan



Jaxson lalu menoleh ke arah sumber suara tersebut, dirinya cukup terkejut melihat Neny keponakannya secara kebetulan seperti ini.


“Neny? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Jaxson tanpa basa basi.


“Kak Jax kau seperti tidak tahu kebiasaanku saja, aku kan memang suka berkeliling dunia dan shoping.” Sahutnya dengan kas centilnya.


Jaxson lalu duduk di kursi yang memang sudah di sediakan bagi pelanggan, begitu juga dengan Neny yang hanya mengikuti langkah Jaxson.


“Bagaimana kabar Paman dan Bibi?” Lanjut Jaxson.


“Mereka baik-baik saja. Kapan kak Jax pulang ke Ausy? Dan sejak kapan Kak Jax sudah berani pergi ke Inggris?” Tanya Neny beruntun.


“Entahlah, mungkin menunggu calon Kakak datang. Aku bisa ke sini karena dia.” Sahut Jax apa adanya.


“Wah...dia pasti wanita yang hebat mampu membuat Kak Jaxson menjadi pemberani.” Puji Neny dengan mata yang berbinar.


“Dengan kata lain Kak Jax membeli perhiasan ini untuknya?” Tanya Neny lagi penuh penasaran.


“Tentu saja, lalu untuk siapa lagi.”


“Bolehkah Neny menemuinya Kak Jax, karena lusa Neny akan kembali ke Ausy lagi. Boleh ya?!” Rengek Neny.


“Baiklah malam ini Kakak akan membawamu menemui dia, tapi dengan satu syarat.”


“Apa itu kak.” Ucap Neny tak sabar.


“Tunggu sampai Kakak berhasil melamarnya, baru Kakak akan memperkenalkannya padamu.” Sahut Jax lembut sembari mengacak pucuk rambut Neny.


Meski keduanya saudara tak sekandung tapi hubungan keduanya sejak kecil sudah seperti kakak beradik kandung.


Namun tak di sangka interaksi kedua sejoli itu di lihat oleh Enzi dari kejauhan. Enzi yang sedang menemani Ibunya berbelanja tidak sengaja melihat adegan mesra dan akrab itu.


Kini Enzi semakin di buat bimbang oleh Jaxson hatinya terasa sesak, melihat pria yang di cintai bisa selembut itu dengan gadis yang bahkan lebih muda dari Enzi. Begitu tersayat dan terasa pilu, tak terasa buliran bening jatuh dari pelupuk matanya.


Enzi tak sanggup melihat keakraban itu lagi, dia meninggalkan Ibunya yang masih berbelanja. Enzi memilih pulang dan mengurung dirinya di dalam kamar. Isak tangisnya pecah, dia hanya mampu memukul-mukul tepi ranjangnya untuk melampiaskan emosinya. Enzi bersandar pada tepi ranjangnya, ia terduduk lemas di lantai kamarnya. Air matanya menderu seakan tak mau berhenti.


“Apakah ini akhir dari semuanya Jax, kamu berbohong jika kamu kemari karena urusan bisnis, kamu berbohong Jax...!!” Teriaknya kesal, marah, semua emosi perasaannya terpaut menjadi satu hingga tak terbendung.


Enzi masih mengingat jelas Jaxson berada di toko perhiasan bersama gadis itu. Pikirannya melayang kemana-mana, semua hal yang Jaxson lakukan terhadapnya selama ini, kini hanya menjadi sebuah kebohongan yang indah tapi menyakitkan.


Karena terlalu indah kebohongan itu, akhirnya dia terbuai keindahannya hingga di ujung yang paling dalam lubuk hatinya. Enzi menjadi putus asa, dia tak ada semangat lagi, karena ini untuk ke dua kalinya dia merasakan rasa sakit di khianati.


“Apa aku memang tidak pantas untukmu Jax, mengapa kamu sekejam itu mempermainkan hatiku.” Ucap Enzi lirih.


Tersirat nada kesedihan dan kegetiran disana. Semua angan indahnya lenyap begitu saja, kini tak ada harapan apapun lagi untuk dia harapkan.


“Aku akan menerima perjodohan ini Jax, semoga dengan seperti ini kamu bisa bahagia dengan gadis itu, aku yang akan mengalah.” Gumam Enzi di sela isak tangisnya menahan kegetiran yang harus dia alami.


*****


Seusai mendapatkan perhiasan yang di inginkan, Jaxson kemudian kembali ke hotel karena beberapa saat lalu dirinya mendapatkan pesan dari Jarvis yang mengatakan bahwa Jarvis dan juga Axelle sudah berada di hotel yang Jaxson tempati. Dan keduanya sedang menunggu dirinya di cafe dekat hotel.


“Kakak akan kembali ke hotel sekarang, nanti malam jam 07.00 datang lah ke restauran ini, pertemuannya akan di adakan disana.” Ucap Jaxson pada ponakannya sembari memberikan alamat untuknya.


“Baiklah Kak, aku akan datang tepat waktu. Bye Kakakku tercinta..!!” Lambainya masih dengan gaya centilnya.


Beginilah sikap Neny yang terkadang membuat gadis-gadis yang mendekati Jaxson dahulu selalu salah paham pada hubungan mereka yang seperti kekasih ini. Jaxson hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku konyol keponakannya itu.


“Sama sekali tidak berubah anak ini.” Ucap Jaxson sembari tersenyum.


Sesampainya di hotel Jaxson memilih untuk pergi ke kamarnya sebentar untuk menyimpan benda berharganya yang akan ia gunakan sebagai kejutan nanti malam. Barulah dirinya kembali pergi untuk pergi menemui Axelle dan juga Jarvis.


“Hai Axe...Hai Jarv...!!” Sapa Jaxson melambai tangan dari kejauhan.


Axelle dan Jarvis hanya membalas lambaian tangan Jaxson.


“Cepatlah...!!” Teriak Jarvis”


“Mengapa kalian berdua bisa berada di sini?” Tanya Jaxson dengan wajah tanpa dosa.


“Menurutmu karena apa?” Celetuk Axe dingin.


“Mengapa kamu senekat itu Jax, sebenarnya ada masalah apa kamu di sini?” Tanya Jarvis tidak sabar.


“Kalian belum tahu tentang Wilfred yang akan di jodohkan?” Tanya Jaxson pada keduanya.


“Tahu.” Sahut Axelle.


“Tidak.” Sahut Jarvis.


Jawab keduanya hampir bersamaan tapi dengan jawaban yang berbeda.


“Apa..?! Wil akan di jodohkan?” Ucap Jarvis yang terlambat dengan keterkejutannya.


“Iya, apa kamu tahu siapa calonnya Axe?” Tanya Jaxson lagi.


“Tidak, Wilfred tidak memberitahukanku.”


Jaxson menghembuskan nafasnya perlahan, dia harus bersiap cerita pada kedua sahabatnya itu.


“Calon yang di jodohkan oleh Wil adalah Enzi.” Ucap Jax lesu.


“Apa?!!” Jarvis semakin membelalakkan matanya karena rasa terkejutnya, sedangkan Axelle hanya menatap tajam ke arah Jaxson penuh tanda tanya besar.


“Apa yang sebenarnya terjadi Jax?” Tanya Axe.


“Kedua keluarga merekalah yang mengatur semua ini. Malam ini aku dan Wilfred sudah merencanakan untuk membatalkan perjodohan itu.” Jelas Jaxson.


“Bagaimana?” Lanjut Axelle.


“Aku akan melamar Enzi di depan semua orang.” Sahut Jaxson.


Axelle dan Jarvis sekilas saling pandang dan mengangguk mengerti.


“Kami akan mencoba membantu jika ada masalah.” Tukas Axelle.


“Terima kasih Axe dan juga kamu Jarv.”


Ketiganya berbincang hingga menjelang makan siang. Seusainya mereka makan siang bersama, barulah Axelle, Jaxson dan Jarvis kembali ke hotel untuk istirahat sejenak.


*****


Enzi sungguh terlihat cantik dengan balutan gaun berwarna putih dengan model yang simple namun sangat Elegan. Sedangkan Wilfred tak kalah tampan dengan balutan Jasnya.


Keluarga Wilfred sudah lebih dahulu datang di restauran termegah di kota Inggris ini, selang beberapa lama keluarga Enzi pun datang. Jaxson yang melihat dari balik persembunyiannya terkesima dengan kecantikan Enzi.


Kedua keluarga tersebut saling sapa dan berbincang ringan, setelah itu mereka makan malam bersama. Sampai saat acara inti mengenai perjodohan keduanya.


Jaxson sendiri sedikit takut karena gelagat Enzi yang sedari tadi banyak diam dan hanya tersenyum palsu, namun sekarang saat perbincangan perjodohan Enzi semakin menundukkan wajahnya, terlihat jelas semburat kesedihan disana.


Semua keluarga lebih dulu menanyai jawaban Enzi tentang perjodohan ini, dan tak di sangka Jawaban Enzi membuat semua orang terkejut, termasuk Jaxson dan yang lainnya.


.


.


.


.


.


Bersambung.....


Akankah lamaran Jaxson untuk Enzi terlaksana🤔....tunggu episode selanjutnya ya...👌😁


Jangan lupa di FAVORITE biar tidak ketinggalan UP nya..


Dan Mohon bantu LIKE, RATE, KOMENT dan juga VOTE nya ya...


Author butuh dukungan VOTE dari kalian, seikhlas kalian saja, bantu author bisa masuk Rank ya..Terima kasih🙏🙏🙏