
Hari ini Micha memulai aktifitasnya kembali, seperti biasanya Micha mengendarai motor maticnya menuju tempat kerjanya. Disana ternyata Ciko juga masuk shift pagi.
“Ciko kamu mengapa masuk shif pagi hari ini, bukannya weekend kemarin kamu yang sudah jaga?” Tanya Micha pada Ciko.
“Iya Kak, kemarin aku di bantu sama asisten Pak Ferdi kok jadinya tidak terlalu kualahan.” Jawab Ciko.
“Oh..pantas, ya sudahlah aku juga sudah terlanjur disini biar aku hari ini bantu kamu ya.” Ucap Micha.
“Kakak masuk dua shift?” Tanya Ciko memastikan.
“Iya Ciko.”
“Apa tidak lelah Kak, jika Kak Micha harus ambil dua shift sekaligus?” Tanya Ciko sedikit khawatir.
“Tidak Ciko, lagian aku bosan di apartemen sendirian. Dari pada balik dan nggak ngapa-ngapain di apartemen ya lebih baik aku disini bantuin kamu.” Jelas Micha.
“Terima kasih ya Kak.” Ucap Ciko senang.
“Iya sama-sama.”
Di tempat lain sepasang mata yang melihat keakraban Ciko dan Micha menatap tajam penuh amarah, tanpa aba-aba orang itu melangkah kasar memasuki toko kue.
“Oh..jadi gara-gara gadis ini kamu putusin aku Ciko.” Triak gadis itu yang tiba-tiba menyalahkan Micha. Para pengunjung pun langsung menatap ke arah sumebr suara keributan.
“Kamu ini apa-apan Lila, aku putusin kamu tidak ada hubungannya dengan Kak Micha.” Ucap Ciko tidak kalah lantang suaranya.
Micha hanya menatap heran dan bingung dengan apa yang sedang terjadi di depan matanya ini. Gadis yang bernama Lila alias mantan kekasih Ciko ini pun tidak menggubris ucapan Ciko, dirinya lalu menghampiri Micha dan menamparnya dengan keras. Sedangkan Micha yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi pun tidak sempat menghadang tamparan itu.
Plaaakkkk..!!
“Aww...!!” Micha meringis kesakitan, dia memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan gadis itu.
“Gadis ini gila ya main tampar orang sembarangan.” Gerutu Micha dalam hatinya.
“Kamu ini keterlaluan Lila. Asal kamu tahu aku putusin kamu karena aku sudah tahu bahwa kamu selingkuh sama Jordi sahabatku sendiri.” Ucap Ciko yang sudah geram atas kelakuan Lila.
“Kasian sekali gadis itu di tampar begitu saja.” Ucap salah seorang pelanggan.
“Benar, gadis yang baru datang itu sudah kelihatan sekali kalau dia gadis penggoda pantas saja pacar memutuskannya.”
“Tidak sadar diri kalau dirinya yang selingkuh, malah menyalahkan orang yang tidak bersalah.”
Mendengar para pelanggan membicarakan mereka Ciko pun kemudian menarik Lila keluar dari toko supaya para pelanggan tidak terganggu dengan perdebatan mereka.
“A..apa maksud kamu Ciko, aku sama sekali tidak mengerti.” Ucap Lila terbata.
“Oh tidak mengerti, apa aku perlu memperlihatkan foto bugilmu dengan jordi.” Ucap Ciko lagi yang membuat Lila gelagapan dibuatnya.
“Ba..bagaimana kamu bisa mendapatkan foto itu Ciko?”
“Heh..kamu baru saja mengakuinya sendiri Lila, aku sengaja mengetesmu.” Ucap Ciko menyeringai dan menatap tajam Lila.
“A..apa..?!!
“Dari sebelumnya aku hanya mendengar ucapan dari orang lain, kamu dan Jordi ke hotel bersama aku bahkan sempat tidak mempercayai hal itu, tapi kemarin aku benar-benar melihat hal itu dengan mata kepalaku sendiri Lila. Maka dari itu aku langsung putusin kamu.
“Kamu kemarin hanya minta putus dari aku Ciko, kamu tidak memberi alasan kamu putus denganku.”
“Aku seharusnya bilang alasan ini dari kemarin, kamu sudah keterlaluan menyakiti Kak Micha yang tidak mengetahui apa-apa.” Ucap Ciko semakin geram.
“Dan aku putusin kamu dengan baik-baik karena aku masih menghargai kamu yang udah pernah hadir dalam kehidupanku, tapi apa sekarang kamu datang kemari membuat kekacauan di tempat aku bekerja. Sebaiknya kamu enyah dari pandanganku, jangan sampai aku melihatmu atau Jordi sekalipun. Kalian membuatku muak..!!” Jelas Ciko penuh dengan penekanan.
“Kesempatan? Kesempatan untuk apa lagi? Untuk lebih menginjak-injak harga diriku atau untuk memanfaatkan uangku? Selama ini aku ikhlas kasih kamu apapun karena aku sungguh mencintai kamu Lila aku rela berkorban bekerja siang malam hanya untuk membuat kamu senang tapi apa yang aku dapatkan, kamu bahkan tidur dengan sahabatku sendiri. Selama ini aku bahkan tidak berani menyentuhmu karena aku ingin selalu menjaga kesucianmu hingga waktunya tiba, tapi ternyata aku yang bodoh, aku yang terlalu naif mengira kamu wanita yang baik dan bersih.”Jelas Ciko dengan amarah yang masih ia tahan.
“Ciko aku bisa jelasin semuanya, ini sama sekali tidak seperti yang kamu kira. A..aku dipaksa Jordi, aku benar-benar cuma cinta sama kamu Ciko.”
“Setiap hari ke hotel dengannya dan kamu masih bilang itu paksaan? Lepaskan tanganku, aku sudah tidak butuh penjelasan apapun lagi.” Ucap Ciko tegas lalu meninggalkan Lila yang masih berdiri mematung di luar toko kue dengan air mata yang masih berlinang.
Ciko sungguh sakit hati melihat wanita yang dia cintai selama 2 tahun ini harus kandas oleh perselingkuhan dengan sahabat karibnya sendiri. Dirinya sungguh tidak menyangka bahwa Jordi sahabat baiknya itu tega melakukan hal itu padanya, padahal Ciko sangat percaya padanya tapi Jordi malah memanfaatkan kebaikannya dan mengambil kekasihnya. Kini Ciko merasa sangat bersalah pada Micha yang menjadi sasaran kemarahan Lila.
“Kak Micha maafkan aku ya Kak, gara-gara aku Kakak jadi sasaran mantan kekasihku.” Ucap Ciko bersalah.
“Tidak apa-apa Ciko, ini kan kejadian yang tidak terduga aku tidak sempat menghalaunya tadi. Apa kamu baik-baik saja?” Tanya Micha khawatir dengan keadaan Ciko yang baru saja putus cinta ini.
“Aku tidak apa-apa kok Kak, tenang saja aku masih bisa mengatasinya. Ini aku ambilkan es untuk mengompres wajah Kak Micha yang merah.” Ucap Ciko lalu membantu Micha untuk mengompres wajahnya.
“Ah..tidak usah Ciko, biar aku sendiri saja.” Ucap Micha menolak halus.
Namun adegan saat ini tangan Micha yang ingin mengambil alih pengompresnya dari tangan Ciko terlihat seperti adegan seorang kekasih yang sedang memegang pipi dan tangan kekasihnya, secara bersamaan adegan itu dilihat langsung oleh Axelle yang baru saja memasuki toko kue tersebut.
“Micha..?!!”
Micha yang tiba-tiba di panggil namanya pun terkejut dan menjatuhkan kompresan es nya, Ciko dan Micha menoleh secara bersamaan ke arah sumber suara. Micha semakin terbelalak melihat mantan atasannya itu berada di sana.
“Siapa dia Kak? Pacar Kak Micha ya?” Tanya Ciko penasaran.
“Bukan Ciko, nanti saja aku jelaskan ya.” Bisik Micha pada Ciko.
“Mohon maaf Pak, anda ingin memesan apa?” Tanya Micha yang langsung mengubah ekspresinya sebagai pelayan toko.
“Micha haruskah kamu terus seperti ini terhadapku?”
“Mohon maaf Pak jika anda hanya ingin membahas urusan pribadi tolong silahkan pergi dari sini sekarang juga.”
“Heh..kamu mengusirku begitu saja padahal aku pembeli disini sedangkan pelayannya saja malah bermesraan di tempat umum seperti ini? Etika macam apa itu? Jika pembeli lain yang melihatnya kamu pasti langsung di kecam oleh mereka.”Ucap Axelle sambil menyeringai, sikapnya langsung berubah drastis setelah Micha mengucapkan kata-kata tersebut.
“Mohon maaf anda sekarang ini membeli atau hanya ingin mengolok dan merendahkan saya disini?” Ucap Micha tegas.
Axelle yang terus saja di tanyai seperti itu pun semakin kesal sendiri. Padahal dirinya hanya ingin Micha mengucapkan satu penjelasan tentang hubungannya dengan pria yang berada di dekatnya saat ini, tapi dirinya malah menyakiti hati Micha lagi dengan kata-kata yang menyakitkan.
“Aku akan membeli semuanya, kau antar ke perusahaan dan kau letakkan di kantin perusahaan agar karyawanku bisa menikmati makanan gratis dari Boss nya.” Ucap Axelle lalu memberikan kartunya untuk pembayaran, setelah selesai Axelle langsung pergi begitu saja.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏