MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Teman Lama 2



Zayn, Leon dan juga Vira pergi secara bersamaan menuju rumah Zayn. Setibanya disana Zayn menyuguhkan wine kesukaan Leon dan jus untuk Vira.


“Terima kasih ya Bi, masakan beberapa hidangan spesial untuk tamu saya ya Bi.” Ucap Zayn pada pelayan rumah.


“Baik Tuan.” Ucap sang pelayan rumah dengan sopan.


Kini Bi Minah sudah tidak bekerja lagi pada keluarga Alexander karena Bi Minah mulai sakit-sakitan jadi dia di bawa pulang kampung oleh anaknya. Kini ada beberapa pelayan yang bekerja di rumah Zayn dengan bagiannya masing-masing agar pekerjaan mereka juga lebih ringan.


“Zayn dimana anakmu Micha?” Tanya Vira memecah keheningan.


“Haih...!!” Lenguh Zayn membuat Vira dan Leon tidak mengerti.


“Kenapa dengan Micha Zayn?!” Tanya Vira khawatir.


“Tenang saja dia baik-baik saja.” Ucap Zayn yang masih menggantungkan perkataannya.


“Lalu kenapa?”


“Dia sudah tidak tinggal bersama kami sejak lama, dia memilih tinggal bersama Kakek dan Neneknya selama ini, hanya saja sekarang dia tidak lagi tinggal bersama mereka juga.”


“Maksud kamu bagaimana Zayn?”


“Dia memilih untuk tinggal sendiri Vir, dan memilih untuk mandiri, dia bekerja di perusahaan Arion Group.” Ucap Zayn lagi.


“Huffft..!! Ternyata hanya seperti itu, kamu membuatku terkejut Zayn. Jika Micha memilih jalannya seperti itu ya bagus, aku malah sangat mendukungnya. Dia sekarang pasti sudah menjadi gadis yang cantik.”


“Memang bagus sih, hanya saja kami masih mengkhawatirkan keadaannya yang baru melakukan kemandiriannya ini.”


“Dia melakukan ini karena dia suka Zayn, dia mencoba belajar kehidupan yang sesungguhnya untuk berusaha sendiri tanpa bantuan keluarga. Kalaupun nanti dia sungguh kesulitan pasti dia akan meminta bantuan keluarga juga Zayn, jadi jangan terlalu khawatir juga. Jika Micha tahu itu akan menjadi beban fikirannya.” Jelas Vira.


“Iya Vir, thanks untuk saran dan pengertiannya ini. Mungkin kaminya saja yang masih belum bisa menerima kenyataan bahwa sekarang Micha sudah menjadi semakin dewasa bukan anak kecil lagi.” Ucap Zayn sedih.


“Sudahlah Zayn jangan memikirkan hal yang tidak berguna ok.” Ucap Leon menguatkan Zayn.


“Thanks Eon.”


“Lusa kan weekend nanti ajak Micha kemari kita bisa berkumpul bersama.” Ucap Vira mengubah topik.


“Benar juga, ya sudah nanti aku menghubunginya untuk pulang weekend ini.” Ucap Zayn menyetujui usulan Vira.


Tak lama kemudian Alice pun datang, betapa terkejutnya dia saat melihat sosok yang selama ini sangat dia rindukan semua berkas dan tas yang Alice bawa pun sampai terjatuh berserakan di lantai. Air mata haru menetes dari pelupuk matanya, dia langsung menghambur dalam pelukan Vira. Kedua sahabat ini pun saling haru menangis bersamaan, saling berpelukan sangat lama hingga mengabaikan keberadaan Leon dan Zayn yang terus mengamati tingkah keduanya ini.


“Sayang sampai kapan kamu akan peluk Vira terus, suamimu ada disini kamu tidak peluk juga.” Ucap Zayn yang sedikit cemburu dengan kemesraan dua sahabat ini.


“Apa sih Zayn, huhuhu..aku sangat merindukan Vira. Biarkan sebentar lagi aku memeluknya seperti ini.” Ucap Alice dalam isak tangisnya.


“Ok..ok..” Jawab Zayn mengalah. Sedangakan Leon hanya mengangkat tangan dan bahunya secara bersamaan. Tanda dia pasrah dan tak ingin mengganggu acara peluk berpelukan dua sahabat ini.


“Aku kangen banget sama kamu Ca.” Ucap Vira di selak isak tangisnya pula.


“Aku juga Vira, kenapa kamu baru kemari ini sudah hampir 20 tahun lamanya.” Ucap Alice sedikit kesal.


“Maafkan aku Ca, karena Leon terus ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan jadi aku baru bisa kemari sekarang.” Jelas Vira.


“Terus Joe sama Gio mana Vir?” Tanya Alice yang baru menyadari tidak adanya keberadaan anak Vira saat pelukan mereka sudah terlepas.


“Ya karena mereka Ca kami akhirnya bisa kemari.”


“Mereka yang menggantikan posisi Leon untuk mengurus segala hal di perusahaan, karena memang urusan perusahaan tidak bisa di tinggal sedikitpun.” Jelas Vira.


“Sayang sekali ya, padahal aku ingin melihat mereka. Sekarang Joe dan Gio pasti sudah menjadi pria-pria yang tampan.” Ucap Alice menyanjung kedua anak Vira.


“Ya seperti itulah Ca mereka sudah jadi rebutan para gadis tapi masih belum ada yang mereka kenalkan terhadapku.” Keluh Vira.


“Ya kan untuk seorang pria pastinya mereka masih terlalu dini Vir jika mereka harus memperkenalkan kekasih mereka. Biarkanlah mereka menikmati masa mudanya. Anakku Micha yang sudah seorang gadis dan lebih tua dari mereka saja sampai saat ini belum pernah memperkenalkan pasangannya sama sekali. Yang aku lihat dirinya memang tidak pernah menjalin kasih Vir karena dia bilang ingin fokus dengan karirnya dulu.” Jelas Alice.


“Dia hampir sama seperti kamu dulu ya. Tapi kalau kamu karena sudah punya cinta pertama, bagaimana dengan Micha ya.” Sindir Vira pada Alice.


“Husshh..jangan membicarakan masa lalu itu, nanti Zayn bisa marah padaku.”


“Hahah..ok baiklah Ca, maaf aku keceplosan.” Ucap Vira yang masih menahan tawanya.


Keduanya terus berbincang panjang lebar, sedangkan Leon dan Zayn sudah berpindah tempat ke teras belakang menikmati wine sambil menunggu waktu makan malam tiba. Tak selang beberapa lama pelayan rumah pun memanggil mereka semua jika makan malamnya sudah selesai dihidangkan. Ke empatnya pun menuju ruang makan dan makan malam bersama sambil sesekali mereka bercanda ria.


Seusai makan malam Alice dan Vira melanjutkan perbincangan mereka di ruang keluarga, sedangkan Zayn memilih mengajak Leon pergi ke ruang kerjanya dan berbincang-bincang disana, hingga tak teras malam semakin larut. Vira dan Leon akan menginap di rumah Zayn dan Alice untuk beberapa hari, mereka sengaja tidak menyewa hotel karena Vira ingin melepas rindu yang sudah lama dia pendam pada sahabatnya Alice. Karena alasan ini pula Alice dan Zayn meminta cuti beberapa hari agar bisa sepenuhnya menemani sahabat lama mereka ini.


*****


Hari sabtu


Drtt drtt drtt...drtt drtt drtt...


Ponsel Micha terus bergetar menandakan ada pesan masuk dalam ponselnya.


“Siapa yang sedari tadi terus mengirimku pesan.” Ucap Micha lirih sambil merogoh ponsel di saku celana jeans yang ia kenakan.


Micha membuka ponselnya dan tertera tiga nama yang muncul dari layar ponselnya. Mama, Papa dan juga Jaxson. Satu per satu Micha membuka pesan tersebut.


“Sayang hari ini pulang ke rumah ya, mama ada kejutan, nanti kami akan menjemputmu di apartemenmu ya sayang.” isi pesan Mama dan Papanya yang hampir sama.


“Malam ini kita jadi ke rumah Kakek dan Nenekmu kan Micha, aku sudah mempersiapkan proposal kerja samanya.” Isi pesan singkat dari Jaxson.


“Ini Mama dan Papa kenapa tiba-tiba punya kejutan untukku, aku harus bagaimana, mana aku sudah berjanji dengan Pak Jaxson malam ini.” Gumam Micha merasa bingung.


“Apa acara Mama dan Papa aku batalkan saja dulu ya, jadi urusan dengan Pak Jaxson lebih cepat terselesaikan.” Gumamnya lagi pada dirinya sendiri.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏