MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Inggris 2



Semua hal menyangkut Jaxson masih penuh dengan tanda tanya bagi Axelle, Jarvis dan juga Micha.


“Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang sayang?”


“Aku akan menyusulnya bersama Jarvis sore ini juga, kamu nanti di jemput sama sopir rumah ya sayang, tidak apa-apa kan?”


“Baiklah, kalian berhati-hati ya dan semoga saja Jaxson baik-baik saja.”


“Iya sayang, terima kasih.”


Setelah mendapat pesan dari Virgo bahwa tiket pesawat sudah di dapatkan Axelle dan juga Jarvis bergegas untuk berangkat. Sedangkan Micha kembali ke ruang kerjanya untuk membersihkan berkasnya, karena jam pulang kantor sudah tiba.


*****


Jaxson terus memegangi dadanya yang mulai sesak dan tubuhnya sudah di penuhi dengan keringat dingin padahal pesawat yang ia tumpangi belum ada setengah perjalanannya, Jaxson meraih obat tidur yang berada di tas kecilnya. Dengan segera ia meneguk obat tidur tersebut, ini cara yang efektif untuk sedikit meringankan rasa traumanya karena dia lebih baik tertidur selama perjalanannya menuju Inggris.


Tak butuh waktu lama matanya mulai terpejam, Jaxson mulai dapat menenangkan pikirannya dalam tidurnya. Sementara Enzi dan juga Wilfred di rumah masing-masing mulai mengikuti apa yang sudah di atur orang tua mereka. Mereka akan diam hingga pertemuan keluarga nanti malam.


“Aku berharap kamu datang untuk mencegah perjodohanku ini Jax.” Ucap Enzi lirih.


Tok tok tok


“Enzi sayang ini Mama, bolehkah Mama masuk?”


“Iya Ma, masuk saja pintunya tidak di kunci.” Sahut Enzi.


Mama Enzi perlahan mendekati Enzi yang sedang tengkurap sambil memainkan game di ponselnya.


“Apakah Mama mengganggumu?”


“Tidak Ma, ada apa?” Ucap Enzi yang masih terus sibuk dengan gamenya.


“Mama mau ajak Enzi ke salon nanti sore, Enzi mau kan?” Tanya Mamanya lembut.


“Hmm.” Sahut Enzi singkat tanpa menatap Mamanya sama sekali.


“Enzi marah sama Mama?”


“Tidak.”


“Lalu mengapa Enzi bersikap seperti ini?” Tanya Mamanya sedih.


“Mama sudah tahu jawabannya, untuk apa Mama menanyakan hal itu lagi. Sebaiknya Mama mempersiapkan diri Mama sendiri, dan tinggalkan Enzi sendiri.”


Mamanya hanya menghela nafas perlahan, ia tau anaknya kecewa terhadapnya yang tidak mampu membelanya. Mamanya benar-benar tak mampu mengubah keputusan suaminya itu.


*****


Enzi hanya terus terdiam saat Mamanya membawa ia ke salon kecantikan, dia hanya berjalan lelah dan menatap ke sembarang arah. Setibanya di salon mereka berdua melakukan spa dengan berbeda ruangan dan saat itulah terfikirkan oleh Enzi untuk membatalkan pertemuan keluarga malam ini, hitung-hitung untuk mengulur waktu.


“Maaf permisi, saya mau ke kamar mandi sebentar sebelum melakukan spa.”


“Baik Nona, silahkan.”


Enzi kemudian menyelinap keluar salon tersebut setelah di rasa aman. Dia segera pergi dari tempat itu dan pergi ke tempat dimana orang tuanya atau orang suruhan papanya tidak akan menemukannya.


Dan benar saja pertemuan keluarga malam itu berhasil gagal, karena Enzi tidak kunjung pulang hingga larut malam. Ponselnya sengaja di nonaktifkan olehnya agar tidak ada yang mengganggunya.


“Ini semua salah kamu Ma, mengapa kamu mengajak dia keluar.” Geram Papa Enzi.


“Pa anak kita tidak mau di jodohkan, apa harus sampai seperti ini memaksakan anak kita untuk menikah dengan anak teman Papa itu.”


“Mama cukup diam saja dan jangan ikut campur.” Bentaknya.


Mama Enzi hanya bisa menangis karena perkataan suaminya itu. Dalam hati kecilnya dia sungguh senang bisa membantu Enzi mengulur waktu pertemuan kelurga mereka.


*****


“Wil aku sudah berada di Inggris, temui aku di hotel ya.” Tulis pesan singkat Jaxson pada Wilfred sebelum ia membersihkan dirinya.


Wilfred yang menerima pesan dari Jaxson merasa tak percaya, bahwa sahabatnya itu sudah tiba di Inggris secepat itu. Dan Wilfred ingat betul jika Jaxson mempunyai trauma untuk pergi ke Inggris.


“Mungkin perjodohan ini akan berhasil gagal, terima kasih kamu sudah datang kemari Jax. Aku pun berterima kasih padamu Enzi karena kamu menghilang, pertemuan hari ini batal.” Ucap Wilfred lirih.


“Baiklah aku akan ke sana.” Balas Wilfred.


Sesampainya di hotel Wilfred menunggu Jaxson di lobby.


“Hai Wil.” Ucap Jaxson melambai tangan pada Wilfred.


“Hai Jax, apakah kamu baik-baik saja?” Balas Wil kembali.


“Tenang saja Wil, aku sudah bisa mengatasi hal itu dan aku baik-baik saja.” Sahut Jaxson membuat Wil menghela nafas lega.


Jaxson kemudian mengajak Wilfred pergi menuju bar yang berada di hotel tersebut.


“Bagaimana pertemuanmu tadi Wil?” Tanya Jaxsin membuka percakapan.


“Pertemuan hari ini batal, ini berkat Enzi.” Jawab Wil.


“Bagaimana bisa?”


“Enzi menghilang saat Mamanya mengajak Enzi untuk spa di salon kecantikan.” Jelasnya.


“Apa?! Lalu di mana Enzi sekarang Wil.”


“Kamu tenang saja tadi aku sudah mengirim pesan pada Enzi dan ponselnya sudah aktif, kalau dia baca pesanku dia akan segera kemari menyusulku.”


“Baguslah kalau dia akan kemari.” Sahut Jaxson lega.


“Lalu bagaimana dengan pertemuannya?”


“Di undur sampai besok malam, kita harus bergegas membuat rencana yang bagus.”


“Lalu apa rencanamu?” Tanya Jaxson penasaran.


“Aku dan Enzi akan menolak bersama Jax, tapi alangkah baiknya kamu juga harus ikut andil dalam rencana ini agar perjodohan ini benar-benar batal.” Jelas Wilfred.


“Bagaimana aku bisa turut andil?”


Wilfred lalu membisikkan rencananya pada Jaxson yang baru saja ia dapat.


“Apa kamu serius hal ini akan berhasil Wil?!”


“Aku yakin dan jika memang tidak berhasil aku akan memakai alasan yang sudah aku persiapkan.”


.


.


.


.


.


Bersambung.....


Akun IG : @May_andyar


Akun FB : May Andyar