MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS
Tamparan



Seusainya perbincangan panjang mereka, akhirnya Micha memutuskan untuk menyuruh Joel keluar dari pekerjaannya yang sekarang. Dan mengajaknya bergabung di Arion Group bersamanya. Awalnya Joel menolak karena merasa dirinya tak pantas untuk bekerja disana.


“Joel aku hanya akan merekomendasikan kamu pada suamiku, tapi untuk urusan tes atau interviewnya tetap tergantung dari kemampuan kamu. Jadi kamu masuk kesana tetap akan melalu proses yang ketat juga.” Jelas Micha.


“Kalau memang seperti itu aku akan berusaha sebaik mungkin Micha, aku tidak akan mengecewakan kamu.” Sahut Joel penuh semangat.


“Itu baru yang namanya Joel.” Celetuk Enzi menambahkan.


“Aku akan bantu bilang untuk masalah pekerjaanmu pada manager disini. Jadi kamu wajib ikut ke pesta bersama kami hari ini.” Ucap Micha.


“Ta..tapi Micha, a..aku malu, aku tidak pantas berada disana.” Sahut Joel tertunduk lesu.


“Joel kamu adalah bagian dari kami, sudah seharusnya kamu mendapatkan hal yang lebih pantas dari ini.” Ucap Enzi.


“Benar Joel kita akan selalu bersama-sama entah susah maupun senang. Kamu tidak boleh merasa tidak pantas seperti ini, ok.” Imbuh Micha lembut.


Air mata haru Joel merembang di pelupuk matanya, dia sangat merasa bahagia. Karena kedua sahabatnya selalu mensuport dan memberinya semangat. Dia tidak akan mengecewakan mereka lagi, dia harus kuat untuk kembali menjalani hidupnya yang baru.


“Ukuran badanmu hampir sama denganku, kamu pilih saja salah satu gaun yang kamu rasa cocok ya Joel. Kamu juga dapat mengenakan make up ku. Aku akan mengurus masalah pekerjaanmu pada atasanmu, kamu disini bersama Enzi dulu ya.”


“Baiklah Micha, terima kasih sudah banyak membantuku.” Ucap Joel terharu.


“Sama-sama my best friend.” Sahut Micha dengan senyum manisnya.


Enzi menepuk-nepuk dan mengusap pelan bahu Joel. Setelah Micha sudah berlalu meninggalkan kamarnya, Enzi dan Joel kemudian menuju lemari Micha, disana memang ada beberapa gaun mewah dan edisi terbatas. Enzi dan Joel pun menatap kagum akan indahnya gaun-gaun itu.


“Micha sangat beruntung bisa mempunyai suami CEO penyayang istri. Meski Axelle sama orang lain seperti macan.” Celetuk Enzi yang disertai kekehan Joel.


“Mungkin sebentar lagi kau juga mendapatkan suami yang baik seperti Micha Enz.” Sahut Joel.


“Aku harap memang seperti itu Joel.”


Joel akhirnya lebih memilih gaun berwarna biru muda, sangat elegan dan potongan bentuk yang tidak terbuka. Dia mengenakan make up tipis untuk mempercantik wajahnya. Joel memang tidak perlu mengenakan make up tebal karena wajah blasterannya yang sudah cantik.


Setelah selesai berganti dan make up, Enzi membantu Joel untuk menata rambutnya agar lebih rapi, tak selang beberapa lama Micha pun datang kembali dengan senyum yang mengembang. Karena dirinya berhasil membuat atasan Joel mengeluarkannya dari pekerjaannya saat itu juga dengan membayar denda atau pinalti.


“Wah..!! Joel kamu cantik sekali..aku yakin malam ini mereka akan menatap akan kecantikanmu ini.” Puji Micha bersemangat.


“Tapi sesungguhnya diriku sudah tidak cantik lagi Micha, aku sudah merasa kotor. Meski mereka akan memuja kecantikanku tapi aku sendiri bahkan belum yakin mereka akan memujiku setelah tahu aku mantan seorang wanita malam, mungkin mereka akan menghina dan mencibirku.” Keluh Joel dalam hati.


Joel hanya tersenyum simpul mendapati pujian dari sahabatnya itu, dia tidak ingin para sahabatnya tahu bahwa dia sesungguhnya masih terbayang-bayang akan masa lalunya yang kelam.


Ketika Enzi selesai menata rambut Joel, kini ketiganya bersiap melangkah kembali menuju ruang utama pesta. Dan benar saja saat ketiga wanita cantik ini berjalan bersama semua pandangan tertuju ke arah mereka, menatap kagum akan kecantikan dan keanggunan yang mereka pancarkan, tentu saja hal ini membuat para wanita lain iri dan tidak senang.


“Sayang maaf aku lama.” Ucap Micha yang langsung menghambur ke pelukakan Axelle.


“Tidak apa sayang, oh ya ini teman kamu yang oernah kamu ceritakan padaku?” Tanya Axelle.


“Hai semua, salam kenal aku Joel sahabat Micha dan Enzi.” Ucap Joel sambil mengulurkan tangannya pada mereka satu persatu.


Mereka pun hanya membalas dengan senyum simpul. Tatapan Jarvis sempat merasa aura familiar akan wajah Joel, namun cepat-cepat dia mengabaikan.


“Mungkin hanya perasaanku saja, seperti pernah bertemu wanita ini.” Ucap Jarvis dalam hati.


Mereka pun asyik berbincang-bincang satu sama lain. Tak terkecuali Jaxson dan juga Enzi.


“Ada masalah apa sebenarnya Enz, sampai kamu lama sekali perginya?” Tanya Jaxson yang masih dengan raut wajah khawatirnya.


“Tidak ada masalah apapun, aku hanya sedikit lelah tadi.” Elak Enzi.


“Kamu marah padaku?” Tanya Jaxson yang mulai kebingungan akan sikap Enzi.


Jaxson memang terkadang bukan pria yang peka. Seakan wajahnya sangat polos dan benar-benar tidak tahu harus berbuat apa ketika Enzi tiba-tiba marah padanya.


“Tidak, untuk apa aku marah padamu dengan alasan yang tidak jelas.” Balas Enzi santai.


“Serius..?!”


“Hmm” Sahut Enzi sambil menganggukkan kepalanya pelan.


Tak selang beberapa lama Enzi kembali melihat sosok yang paling sangat dia benci, dan kini kebenciannya semakin bertambah setelah kebenaran terungkap. Enzi mengepalkan kedua tangannya erat, matanya mulai terasa panas, aliran darahnya serasa lebih cepat, begitu juga detak jantungnya, nafasnya memburu menahan amarah.


Jaxson yang melihat hal tersebut pun kembali dibuat kebingungan. Karena sikap Enzi yang tiba-tiba seperti itu. Namun tak sampai disitu dengan langkah angkuh Enzi menghampiri pria itu, dan menampar keras kedua pipinya dengan kilat. Dan tentu saja kejadian itu langsung menjadi pusat perhatian semua orang disana.


Jaxson yang sedari tadi mengamati Enzi bersikap aneh pun lagi-lagi di kejutkan dengan apa yang Enzi lakukan pada seorang tamu pria tersebut.


“Kamu...!!” Geram laki-laki itu dan tangannya terangkat ingin membalas tamparan Enzi. Sedangkan Enzi hanya menutup matanya karena dia tahu lelaki itu akan menamparnya.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁


Terima Kasih 🙏🙏