
Yora dengan sangat hati-hati menyetrika jas CEO nya itu, ia tidak ingin ada sesuatu yang salah dengan jas tersebut. Karena kesalahannya yang menumpahkan jus di pesta beberapa waktu lalu.
“Besok aku akan mengembalikan jas ini padanya. Semoga ada kesempatan untuk bisa bertemu, aku tidak ingin lama-lama menyimpannya. Bisa-bisa dia pikir aku gadis yang suka mencari kesempatan.” Celetuk Yora lirih.
Keesokan paginya Yora sengaja datang lebih awal agar bisa bertemu dengan Wilfred saat suasana perusahaan masih lengang. Dan benar saja Wilfred juga datang cukup pagi hari ini.
Namun langkah Wilfred seperti orang yang sedang terburu-buru, hingga Yora tak mampu mengejar langkah Wilfred yang telah memasuki lift pribadi CEO.
“Oh tidak!! Aku harus mengejarnya.” Ucap Yora yang kemudian ikut menaiki lift umum untuk mengejar Wilfred.
“Tapi mengapa raut wajah Pak Wil sangat cemas ya. Stop Yora!! Bukan urusan kamu memikirkan hal itu.” Ucapnya dan menepuk-nepuk wajahnya sendiri agar tersadar dari pikirannya.
Wilfred dengan segera masuk dalam ruangannya. Dan mengambil beberapa berkas milik pribadinya. Dan di saat bersamaan saat Yora ingin mengetuk pintu ruangan Wilfred, Wilfred sudah lebih dulu membuka pintu tersebut alhasil Wilfred menabrak Yora hingga Yora terjatuh dan tertindih tubuh Wilfred.
Sesaat kedua mata mereka saling tatap dan juga terkejut. Setelah Yora menyadari ada sesuatu yang salah, dirinya bergegas mendorong tubuh Wilfred menjauh darinya.
“Ma..maaf Pak bisakah anda berdiri sekarang.”
“Oh..ya maaf, mengapa kamu berdiri di depan ruanganku Yora. Harusnya kamu ketuk pintu tadi.”
“Aku mau mengetuknya Pak, tapi anda sudah lebih dulu keluar dari ruangan anda.” Sahut Yora tertunduk
“Baiklah saya yang salah, ada perlu apa?” Tanya Wilfred tanpa basa basi.
“Saya ingin mengembalikan jas anda.” Sahut Yora sambil mengulurkan tas yang berisi jas.
“Baiklah, terima kasih sudah mau bertanggung jawab.” Sahut Wilfred datar.
“Sama-sama Pak, memang sudah seharusnya seperti itu.
“Sudah tidak ada urusan lain lagi kan? Soalnya saya harus pergi sekarang.”
“Ti..tidak ada Pak.” Sahut Yora gugup.
“Baiklah, kalau begitu saya pergi sekarang.”
“Baik Pak.”
Yora hanya menatap sayu tubuh Wilfred yang sudah mulai menjauh darinya. Terlihat semburat kesedihan di wajahnya.
“Semua hanyalah harapan dan mimpiku belaka, hari ini dia sungguh dingin.” Ucap Yora lirih.
Yora pun melenggang pergi menuju ruangan tempat ia bekerja dengan langkah gontai. Berkali-kali Yora menghela nafasnya, dia lalu duduk di kursinya dan meletakkan kepalanya di atas meja. Karena memang saat ini belum ada orang yang datang di bagian keuangan selain dirinya, sehingga Yora memiliki waktu untuk menenangkan fikirannya sejenak.
*****
Hari ini merupakan hari pertama Joel memasuki perusahaan Arion Group sebagai karyawan resmi, sangat jelas terpancar raut kebahagiaan pada wajah Joel. Joel sendiri di tempatkan di bagian yang sama dengan Micha dan Yora sesuai dengan kemampuannya saat interview dan tes.
Melihat Joel yang masih melihat sekeliling ruangan dengan takjub, Yora pun menyapanya sopan.
“Hai Joel, kemarilah.” Sapa Yora.
“Tunggulah sebentar lagi dia akan datang.”
“Baiklah, terima kasih Yora.”
“Sama-sama Joel.”
Tak selang beberapa lama kemudian Pak Vero datang bersama Pak Richard dan juga Micha yang berada di belakang mereka. Micha yang melihat keberadaan Joel satu bagian dengannya pun tentu saja merasa bahagia, dia berlari kecil dan menghambur memeluk Joel.
“Kamu di tempatkan disini juga Joel?” Tanya Micha dengan mata yang berbinar.
“Iya Micha, kita sekarang di bagian yang sama.” Sahut Joel yang tak kalah bahagianya.
Pak Vero dan juga Pak Richard kemudian menghampiri mereka yang sedang asyik mengobrol.
“Ehem...” Batuk yang di sengaja oleh Pak Vero.
ketiganya kemudian tersadar bahwa di ruangan itu sudah ada ketua team mereka Pak Vero dan juga manager mereka Pak Richard.
“Maafkan kami Pak.” Ucap ketiganya hampir bersamaan.
“Ya sudah kalian kembalilah ke tempat duduk masing-masing, dan kamu Joel disini tempat dudukmu, saya akan menjelaskan detail tentang pekerjaanmu.” Jelas Pak Vero.
Satu per satu karyawan yang lain pun berdatangan, saling tegur sapa dengan Joel. Jam kerja pun di mulai, Joel mulai mengerjakan sekaligus mempelajari satu per satu mateti yang telah Pak Vero jelaskan padanya tadi.
*****
Wilfred hanya menatap hamparan awan di langit dari balik jendela pesawat yang saat ini dia naiki. Ingatannya terpusat pada sosok gadis yang masih menjadi misteri baginya, karena dirinya memang belum sempat menyelidiki semua hal tentang gadis itu. Kini dirinya hanya mampu menghela nafasnya.
“Haiihh...apakah aku bisa bertemu denganmu lagi?” Tanyanya pada diri sendiri.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga ya sebanyak yang kalian mampu.😁
Terima Kasih 🙏🙏